alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bingung Mau Usaha Apa? Jajal Nih Waralaba HAUS Modal Rp 120 Juta
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53c3effacb95757e5ccf5d/bingung-mau-usaha-apa-jajal-nih-waralaba-haus-modal-rp-120-juta

Bingung Mau Usaha Apa? Jajal Nih Waralaba HAUS Modal Rp 120 Juta

Waralaba bisa menjadi jalan pintas bagi mereka yang ingin menjajal bisnis. Tidak perlu pusing untuk menciptakan produk dan sistem usaha, cukup membeli kemitraan bisnis sudah bisa jalan.

Saat ini cukup banyak peluang waralaba yang bisa dipilih. Tentu yang paling banyak dari waralaba yang tersedia biasanya di sektor kuliner.

Belakangan ini sedang ngetren bisnis minuman berkonsep gerai. Nah salah satu pemainnya yang membuka peluang waralaba adalah HAUS! 

Saat ini HAUS! sudah memiliki lebih dari 63 gerai. Persebaran gerai itu merupakan hasil dari pembukaan peluang kemitraan.


Sang Pemilik, Ferry mengisahkan awal mula mendirikan HAUS! bersama tiga orang temannya. Mereka merupakan pekerja profesional yang sudah bosan bekerja.

"Jadi awalnya waktu itu kita masing-masing beda disiplin ilmu ya beda pekerjaannya. Kita sudah berniat untuk berhenti kerja ada dulu dosen ingin ah saya bosen ngajarin terus ini marketing kita Pak Gufro itu saya bener bener secara real praktikkan teori ini bener atau nggak akhirnya terjun di praktisinya," ujarnya kepada detikFinance.

Sebelumnya Ferry sudah mulai lebih dulu berbisnis. Pada 2009 dia menjajal berjualan keripik yang saat itu sedang ngetren. Meski tak berjalan sukses, namun dia mendapatkan banyak pelajaran.

"Ketika itu banyak trial error di lapangan kemudian kebangkrutan. Itu pun saya beberapa kali buat produk dengan ibaratnya dengan modal kembali diputar kembali. Lalu sama waktu itu juga saya pribadi alami kebangkrutan kedua lebih besar," kenangnya.

Kemudian ketiga temannya mengajak join bisnis untuk membuat usaha minuman. Kebetulan Ferry yang merupakan lulusan jurusan teknologi pangan pernah mencoba bisnis minuman. Tanpa pikir panjang dia pun mengiyakan ajakan itu.

"Saya pernah buat minuman ya udah kita coba ya buat rencana dulu seperti apa. Karena kan waktu dua tahun ke belakang ramai dengan kopi-kopi nih ya, seperti Kopi Kulo. Kita keputusan untuk kurang lebih apa yang mereka berhasil kita buat dengan yang lebih sudah teredukasi di masyarakat," tambahnya.

Dengan mempelajari bisnis minuman yang sudah ada, mereka pun mencoba membangun bisnis minuman yang sedikit berbeda. Dia tidak hanya menjual minuman kopi, harga yang ditetapkan juga jauh lebih murah dari kompetitor kebanyakan. 



Dari sisi nama, mereka juga begitu memikirkannya. Mereka memilih nama HAUS! lantaran dianggap tidak menggambarkan secara spesifik jenis minuman. Selain itu namanya juga gampang diingat.

Gerai pertama HAUS! didirikan di kampus Binus sesaat sebelum Lebaran. Pertama kali berjualan mereka mampu menjual 150 gelas. Setelah itu penjualannya terus melonjak.

"Awalnya kita kaget market kita untuk remaja mahasiswa-mahasiswi, ternyata market datang dari warga setempat yang umurnya itu ya usia 15-25 tahun. Ternyata ada yang beli anak SD sampai orang tua," ucapnya.

Bisnisnya pun terus berkembang drastis. HAUS! kemudian bekerjasama dengan ojek online. Penjualannya pun terus bertambah.

Sampai akhirnya mereka memutuskan untuk membuka peluang waralaba. Tujuannya selain untuk mengembangkan sayap usahanya, juga untuk berbagi bagi mereka yang ingin menjajal bisnis.

Menurut Ferry konsep waralaba sangat cocok bagi semua kalangan terutama milenial. Waralaba menurutnya menjadi jawaban bagi mereka yang sibuk bekerja namun ingin mendapatkan pemasukan tambahan 


Ketika membuka peluang kerjasama awalnya dia menawarkan investasi sebesar Rp 120 juta. Setelah berkembang menjadi puluhan gerai dia kemudian menaikkan syarat investasinya menjadi Rp 200 juta.

"Karena kan dulu kita tidaj hitung nilai intangible kita. Ya ibaratnya kalau kita ingin punya penghasilan dari ojek ini kita punya motor dulu aja, ketika bangun kepercayaan ke pelanggan ojek saya barulah kita punya kredibilitas. Kita pun beranikan diri untuk menilai intangible yaitu di empat bulanan," terangnya.

Awalnya mereka mendapatkan investor yang membuka lima outlet langsung. Namun karena tidak investor itu tidak memiliki pengalaman sehingga tidak berjalan lancar.

Setelah itu salah satu pemilik HAUS! turun tangan mengelola outlet tersebut dengan sistem bagi hasil 50%-50%. Akhirnya outletnya berjalan lancar.

Saat ini total penjualan dari 63 outlet HAUS! sudah mencapai 35 ribu gelas per hari. Angka yang sangat besar tentunya bagi perusahaan rintisan yang baru seumur jagung.

Menurut hitungannya, return of investment atau balik modal dari para mitranya mencapai waktu 1,5 tahun. Hitungan itu secara moderat. Sebab banyak dari mitranya yang bisa balik modal lebih cepat dari itu. 

[url]https://finance.detik.com/solusiukm/d-4647278/bingung-mau-usaha-apa-jajal-nih-waralaba-haus-modal-rp-120-juta [/url]

ayo buat agan2 yang mau berusaha
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Salah kamar tong...
Badewe waralaba makanan yg baru naik daun gini biasanya ga sampe setahun udah hilang dari peredaran, boro2 menguntungkan, bisa ROI aja udah alhamdulilah
Sejak kemunculan Haus, muncul nama-nama pesaing yang bikin ane senyum-senyum geli. Minum, mynum, teguk, neguk, ngombe, glek, dahaga, segar dan masih banyak lagi emoticon-Big Grin
haus antree nya lamaaaaaa, udah selesai ngantri terus coba minuman nya , malah biasa aja rasa nya emoticon-Cape d...
di rejim sekarang ini mah gak usah bingung usaha
pengangguran soalnya digaji, berkat pak dhe
terima kasih pak dhe
Diubah oleh herberthus
overprice, kek bayar buat nasbung demo 5 juta padahal mereka bisa di bayar seharga 50 rebu, overprice utk sebuah waralaba sesaat emoticon-Embarrassment


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di