alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d536298b8408809040da6ac/gereja-yasmin-bogor-kasus-produk-hukum-intoleran-akan-selesai-tahun-ini

Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini


Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini
Jemaah gereja melakukan protes atas disegelnya GKI Yasmin pada 11 Maret 2012 dan meminta Susilo Bambang Yudhoyono yang menjadi presiden untuk membiarkan mereka beribadah.

Gereja Yasmin Bogor yang terkatung-katung proses izinnya dalam 13 tahun terakhir karena ditentang "kelompok intoleran" akan selesai tahun ini, kata Wali Kota Bima Arya dalam peluncuran hasil riset produk hukum intoleran.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengakui di daerahnya masih terdapat kelompok-kelompok intoleran, termasuk yang menolak keberadaan GKI Yasmin.

"Itu adalah PR yang tak bisa sendiri dihadapi, tapi kami percaya harus diselesaikan bersama-sama," katanya saat peluncuran hasil riset Setara Institute di Jakarta, Selasa (13/08).

Terkait dengan penyelesaian GKI Yasmin, Bima Arya mengaku telah membentuk tim yang terdiri dari perwakilan pemerintah kota, gereja dan kelompok Islam.

Saat ini tim yang terdiri dari tujuh orang masih membahas fokus penyelesaian GKI Yasmin dengan pilihan mendirikan di tempat yang baru, relokasi atau berbagi lahan.


"Saya optimistis yang besar, Yasmin ini akan selesai. Mudah-mudahan Natal ini ada kabar baik bagi kita semua," kata Bima Arya.

Hasil penelitian Setara Institute menunjukkan terdapat 91 produk hukum di Jawa Barat dan 24 di Yogyakarta yang berisi elemen diskriminatif berdasarkan gender, etnisitas, kepercayaan dan orientasi seksual.

Dari temuan Setara Institute, dampak yang ditimbulkan dari produk hukum daerah diskriminatif antara lain hambatan pelayanan publik, hilangnya hak konstitusional warga untuk menjalankan ibadah, stigma terhadap kelompok LGBT/waria dan pekerja seks, meningkatnya kesulitan pendirian tempat ibadah, dan potensi tindakan kekerasan terhadap kelompok minoritas.

Kemendagri kurang tenaga evaluasi

Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini
Protes penyegelan GKI Yasmin pada Januari 2012 di depan Istana Presiden, Jakarta.

"Produk hukum diskriminatif akan menjadi bom waktu, menyebabkan konflik sosial antar etnik, agama dan ikatan sosio-kultural lainnya," kata peneliti Setara Institute, Ismail Hasani.

Kementerian Dalam Negeri mengakui sulit mengendalikan produk hukum daerah yang intoleran dan diskriminatif terhadap kelompok minoritas, salah satunya karena masalah internal.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik mengaku dari 56 anggota tim yang mengevaluasi produk hukum daerah, hanya tujuh yang berlatar belakang sarjana hukum.
"Selainnya, sarjana lain yang dipaksa menjadi sarjana hukum," katanya, Selasa (13/08).

Akmal mengatakan pihaknya berjanji akan mengevaluasi satu persatu berdasarkan kewenangan direktorat untuk mengklarifikasi produk hukum daerah.

Akmal mengatakan jika terdapat produk hukum daerah yang bertentangan dengan aturan lainnya termasuk Pancasila serta berpotensi menimbulkan konflik, "Maka Kemendagri berhak untuk menyampaikan kepada pemda untuk dilakukan perubahan."

Ia mengatakan dalam waktu dekat, temuan Setara Institute ini akan dibawa dalam rapat bersama Kementerian Hukum dan HAM dan Ombudsman RI.

Salah satu yang menjadi sorotan Setara Institute adalah produk hukum berupa Surat Keputusan Walikota Bogor No. 503/367-Huk tentang Pembatalan Surat Keputusan No. 601/389-Pem tahun 2006 tentang Pendirian Gereja Yasmin, Bogor.

Juru Bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging mengatakan proses izin pendirian gereja masih berlarut-larut karena belum ada keputusan tegas dari Wali Kota Bogor, Bima Arya.

"Sekarang tinggal eksekusinya saja, kalau penalti itu tinggal tendangnya saja, Bima Arya mau bagaimana," katanya saat dihubungi BBC Indonesia, Selasa (13/08).

Bona juga mengatakan, sebagai jemaat GKI Yasmin, ia menginginkan lokasi gereja tidak dipindahkan ke tempat lain.

"Kalau dipindahkan itu berarti, pengingkaran terhadap cita-cita pendiri negara, bahwa negara ini harus berbaur antar satu penganut agama dengan agama lainnya," katanya.

Bogor ingin jadi kota toleran

Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini
Penduduk di Bekasi melewati tulisan tolak pembangunan gereja di dekat GPIB Filadelfia, Bekasi, yang disegel pada 25 Desember 2012.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan telah menetapkan visi kota sebagai sebagai kota toleransi di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019 - 2024.

"Sudah ada di situ penguatan toleransi yang akan diturunkan dalam semua kegiatan dinas. Jadi nanti setiap dinas akan saya tanya, ini semangat toleransinya ada di mana?" kata Bima Arya.
Plt Direktur Jenderal Otonomi Daerah, Akmal Malik mengatakan aturan daerah yang toleran dan anti-diskriminasi berawal dari visi dan misi kepala daerah.

"Ini menjadi dasar bagi teman-teman di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk membangun kebijakan-kebijakan yang toleran," kata Akmal sambil melanjutkan tiap kebijakan yang mendukung visi toleransi akan didukung oleh APBD.

Sementara itu, anggota Ombudsman RI, Ninik Rahayu mengingatkan, jangan sampai visi toleransi di dalam RPJMD dijadikan bancakan.

Ninik meminta pemerintah daerah yang ingin mengusung toleransi, menerjemahkannya secara konkret. Ia mengambil contoh langkah konkret termasuk membentuk unit-unit pengaduan bagi kelompok disabilitas, perempuan, dan kepercayaan minoritas yang mendapat perlakuan diskriminasi.

"Itu hal yang konkret yang harus diterjemahkan dari RPJMD," kata Ninik.

sumber: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49336309


welcome to bogor emoticon-Ultah
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan scorpiolama memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
emangnya ada istilah "selesai" bagi kaum cinta damae? emoticon-Big Grin

akan akan terus sampai pilistin dapat yerussalem.
profile-picture
profile-picture
kolollolok dan scorpiolama memberi reputasi
Bogor mah SARA nya kenceng makanya kemaren caleg pendukung kelompok intoleran menang besar disana ,
profile-picture
profile-picture
sukakuda dan kolollolok memberi reputasi
gw kalo ke yasmin cm makan sotomienya doang depan giant....emoticon-Malu
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
Basis sarang 7jt onta idiot.
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
mendingan bikin diskotik ijinnya lebih gampang emoticon-Malu
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
Akhirnya, Bima Arya mau jalan juga soal ini?
Nyokap ane saja sampai nyesel coblos dia, gegara janjinya periode satu dia bakal urus malah dicuekin.
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
intinya kalo ga ada IMB dan prosedur lain, kalian boleh protes

sementara IMB sudah ada, dan ingin dicabut, itu bentuk ketidakadilan
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
Gereja Yasmin Bogor: Kasus produk hukum intoleran 'akan selesai' tahun ini
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
mau jadi kota toleran? gampang.... basmi tuh onta2 idiot bin bigot... beres
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
kaum intoleran itu siapa sih emoticon-Bingung
ada yg tau emoticon-Bingung
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
kali diliat2 kampret sekarang ini udah kayak pki milenial

benci org beribadah
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
Kenapa skrg di indonesia jadi "intoleran" gini, ga spt sblmnya yg bebas ibadah sesuai agamanya masing2 ... harus dicari biang keroknya & scptnya di selesaikan, agar kembali nyaman tinggal di NKRI ini ...
profile-picture
profile-picture
starcrazy dan ustad.syam memberi reputasi
Lihat 3 balasan
Balasan post kolollolok
ketemu biang kerok pun susah kok
klo ketemu, bisa ngapain? ga mgkn di bubarkan
minta revisi pun lgsg di cap pembencinya

bingung kan ?


mereka enak2 ibadah
yang lain ibadah saja repot banget
lom lagi ancaman nyawa

tapi mereka mana peduli?
targetnya toh bukan mereka

itu adalah kenyataan, tapi apakah mereka mau mengakuinya?

emoticon-Traveller
Balasan post kolollolok
Quote:


indonesia? emoticon-Ngakak
cuman di kota2 tertentu dan provinsi tertentu kok emoticon-Ngakak

pas pilpres kan kelihatan emoticon-Embarrassment
Apa susahnya siih...

Ti ggal kasih ijin aja koq..


Langgian apa rendah banget yaa iman umat islam jaman sekarang, ngeliat gereja berdiri langsung jd murtad..
emoticon-Hammer (S)
katanya NKRI harga mati

mati buat minoritas

emoticon-Cape d...
Balasan post kolollolok
Quote:


Itu Yasmin Bogor sama Ciketing Bekasi dari jaman SBY sudah bermasalah. Bahkan mereka terpaksa ibadah di depan Istana Merdeka dan sudah biasa jadi berita tahunan tiap natal dari 2012. Pemkot dan Polisi pun sudah tau siapa biang kerok dan masalahnya seperti apa. Tapi mereka tertekan oleh kelompok ormas intoleran. Jadinya walau sudah menang gugatan di MA pun itu pemkot dan polisi ga berani buka segel bangunan.

Gimana mau toleran kalau kasus tusuk pendeta HKBP Ciketing cuma kena hukuman penjara 3 bulan ? Bakar tempat ibadah agama lain di Tanjung Pinang 1,5 bulan. Bahkan mahasiswa yang serang tempat ibadah di Jogja tahun lalu cuma kena tuntutan pasal dengan hukuman rendah. Hukum melempem Ini yang bikin ormas intoleran berani memaksakan paham intoleran mereka.
profile-picture
kolollolok memberi reputasi
semoga beneran selasai dengan benar...
Bukan selesai memenangkan yg intoleran.

Semua aturan legal sudah terpenuhi, sdh dimenangkan mk, masih ga bisa beribadah ditanah sendiri... Gila aja...
Bogor, jogja astaga begitu semuaemoticon-Cape d...
susah lah, pemerintah ga akan bisa tegas ngadepin kasus yg model begini.. banyak banget tekanannya, gue yakin sampe akhir masa jokowipun dia ga akan bisa berbuat banyak..

memang butuh sosok yg jiwa tak takut kalah dan mati kalau mau berantas kasus intoleran seperti ini,
kalau ahok gue mungkin masih optimis bisa berkurang, tapi itupun belum cukup.. harus ada sisi otoriternya kalau indonesia mau bersih dari penyakit menahun semacam ini
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di