alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5361c9b41d307b4a2058b8/linimasa-perjalanan-haji-menuju-tanah-suci-tahun-2019

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019

[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019

Jakarta, IDN Times - Jemaah haji kloter pertama dari Embarkasi Surabaya (SUB 1) tiba dengan selamat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah pada Sabtu (6/7). Kloter yang berisikan 449 orang jemaah haji asal Magetan ini tiba sekitar pukul 09.00 waktu setempat, atau lebih awal dari jadwal semestinya yakni pukul 10.00 waktu Madinah.

Kedatangan jemaah haji perdana asal Indonesia itu disambut Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh, Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat, dan PPIH Arab Saudi lainnya.

"Jangan sungkan untuk meminta bantuan karena kami adalah pelayanan panjenengan. Melayani jamaah haji adalah kehormatan untuk kami," katanya dalam keterangan tertulis Kemenag.

Menurut pantauan tim Media Center Haji (MCH), proses kedatangan jemaah haji berlangsung cukup cepat karena jemaah tidak perlu menunggu koper bagasi. Usai upacara penyambutan, mereka langsung diarahkan ke paviliun untuk menunggu bus yang akan mengantarkan jemaah ke hotel. 

Seperti apa perjalanan Haji 2019? IDN Times merangkum data dan faktanya melalui linimasa berikut ini. 


Rabu 14 Agustus: Kabar banjir besar dan hujan es di Mina hoaks
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Masyarakat di Tanah Air diimbau tidak perlu panik merespons kabar adanya hujan yang mengguyur tenda-tenda di Mina, yang diinformasikan secara berlebihan dan telah mengakibatkan genangan yang cukup mengganggu, bahkan, kabar adanya banjir dan hujan es.

Seperti dilansir kantor berita Antara, Kepala Daerah Kerja Makkah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Subhan Cholid mengatakan, hujan yang memang terjadi pada Senin sore (12/8) dampaknya sudah bisa diantisipasi dengan baik oleh petugas haji.

“Karena petugas kita sudah langsung melakukan antisipasi dengan sigap berada di tenda jemaah. Berkoordinasi dengan pengurus maktab untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata dia di Kota Makkah, Selasa (13/8).

Subhan membenarkan memang terjadi hujan di Kota Makkah, termasuk di Mina. Bahkan, sempat dianggap seperti setetes embun di tengah padang pasir, karena selama ini Mekkah selalu dalam suhu yang panas yang mencapai lebih 40 Derajat Celcius.

“Akibat dari hujan itu, pertama di tenda Mina ada sebagian karpet basah. Tetapi tidak membuat jemaah keluar tenda. Karpet yang basah dilipat dan sudah kembali selesai. Yang kedua betul ada beberapa maktab yang listriknya dimatikan. Untuk menghindari korsleting karena air,” kata dia.

Petugas kemudian mengimbau jemaah untuk tetap berada di dalam tenda selama hujan, dan bagi mereka yang sedang berada di Jamarat untuk lempar jumrah diminta untuk tidak terlebih dahulu kembali ke tenda, dan tetap berada di gedung tempat lempar jumrah hingga hujan reda.

Petugas juga menunda pemberangkatan lempar jumrah untuk sejumlah jemaah, guna menghindari penumpukan di lokasi lempar jumrah.

“Adapun satu atau dua eskalator yang dimatikan karena memang di tempat terbuka. Menghindari korstleting arus listrik dan bisa berakibat pada jemaah. Maka oleh pertahanan sipil Makkah peralatan elektrik dimatikan,” kata dia.

Pihaknya menerima video yang viral mengenai kondisi Mina yang dikabarkan mengalami banjir parah, Subhan menegaskan, yang terjadi hanyalah hujan sesaat yang menyebabkan genangan saja.

“Listrik menjelang magrib sudah nyala. Ada yang setelah isya. Itu hanya terjadi kemarin sore dan isya sudah selesai. Hari ini dari pagi sampai sore udara cerah dan cenderung kembali normal dan cuaca cukup panas,” kata dia.

Terkait isu adanya hujan es di Mina, Subhan mengatakan, ada perbedaan dalam menyikapi atau merespons sesuatu, termasuk hujan ketika berada di Tanah Air dan di Makkah.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan biasa saja dan hujan air. Apakah itu es? Saya rasakan itu es biasa seperti di Tanah Air. Tapi karena terjadi di Tanah Suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata dia.

Subhan pun memastikan kondisi jemaah haji Indonesia saat ini dalam keadaan baik. Bahkan, pada Selasa (13/8) sebanyak 60 persen di antaranya sudah melaksanakan nafar awal, sehingga sudah tiba kembali di hotelnya dan menikmati perjalanan hajinya.

Sementara sebagian jemaah haji lain masih menyelesaikan nafar tsani di Mina. “Kami imbau keluarga di Tanah Air tetap tenang. Tidak terjadi apa-apa. Jemaah menjalankan ibadah haji dengan baik. Layanan akomodasi, konsumsi, transportasi berjalan sesuai rencana,” kata dia.


Selasa 13 Agustus: Ini jadwal lempar jumrah untuk jemaah haji Indonesia
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Masa lempar jumrah haji telah dimulai. Lebih dari 3 juta jemaah haji berbondong-bondong menuju Jamarat, lokasi lempar jumrah. Hal itu disebabkan jumlah jemaah yang sangat banyak, sehingga otoritas Arab Saudi membagi waktu melempar jumrah berdasar negara asal.

Tujuannya agar tidak terjadi konsentrasi massa pada waktu bersamaan.

Jemaah dari Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara dilarang melempar jumrah pada 10 Zulhijah (11 Agustus) pukul 04.00-10.00 waktu setempat. Kemudian, pada 12 Zulhijah (13 Agustus), waktu yang dilarang pukul 10.00-14.00.

Sementara, untuk tanggal 11 dan 13 Zulhijah (12 dan 14 Agustus), jemaah Indonesia bebas melempar jumrah jam berapa pun.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, kondisi Jamarat hingga Mina kondusif.

"Alhamdulillah tadi di Jamarat kondisinya normal tidak terlalu padat. Jadi suasananya sangat kondusif," ujar Menag, dilansir laman Kemenag.go.id.

Menag juga mengatakan bahwa arus jemaah haji dari dan menuju Jamarat lancar. Begitu juga arus dari Jamarat ke lokasi tenda jemaah di Mina. 

"Jadi saya melihat adanya kelancaran arus pergerakan jemaah haji, tidak hanya Indonesia tapi seluruh jemaah haji menuju dan dari Jamarat. Ketika dari Jamarat kemari, ke tenda jemaah haji Indonesia, kondisinya juga baik. Alhamdulillah sejauh ini lancar," imbuhnya.

Sekira pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Menag Lukman bersama delegasi Amirul Hajj, Minggu (11/8) sore Waktu Arab Saudi berjalan menuju Jamarat untuk melontar jumrah aqobah.


Selasa 13 Agustus: Hujan deras landa Mina, jemaah Indonesia diminta tak menuju Jamarat dulu
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Hujan deras mengguyur kawasan Mina, Mekkah, Senin (12/8) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) memastikan kondisi di tenda jemaah haji Indonesia saat ini aman terkendali.

“Petugas siaga di pos masing-masing untuk memastikan kondisi aman dan layanan kepada jemaah berjalan sebagaimana biasanya,” ujar Jaetul Muchlis di Mina, dikutip dari laman Kemenag.go.id.

Pergerakan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dari tenda Mina ke tempat lontar jumrah (Jamarat) atau sebaliknya berjalan setelah hujan mulai reda. Ribuan jemaah memanfaatkan payung untuk melindungi diri saat hujan. 

“Dampak hujan berupa sampah di jalanan karena kantong-kantong sampah hanyut dan sekarang dalam tahap pembersihan,” tuturnya.

Menurut Muchlis, listrik yang sempat padam juga sudah diperbaiki hingga menyala kembali. “Layanan katering di dapur tetap berjalan. Petugas haji terus memantau agar distribusi makan malam untuk jemaah berjalan normal,” terangnya.

Muchlis memastikan, petugas haji Indonesia siaga di pos masing-masing untuk membantu jemaah. “Sementara ini, jemaah haji Indonesia yang masih di Mina, diminta untuk menahan diri tidak ke Jamarat. Selain cukup padat oleh jemaah dari negara lain, kondisi jalan juga masih basah dan licin,” tuturnya.


Senin 12 Agustus: Menag minta Saudi kebut renovasi Mina
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammad bin Salih Banten pada Minggu (11/8) malam. Pertemuan berlangsung sekitar 40 menit di kantor Kementerian Haji dan Umrah di Mina, diakhiri dengan makan malam bersama.

Hadir juga Wakil Menteri Abdul Fatah bin Sulaiman. Sementara Menag Lukman didampingi Direktur Layanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Sekretaris Amirul Hajj Muchlis M Hanafi, dan Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Endang Djumali. 

Lukman memanfaatkan pertemuan tersebut untuk menekankan semakin mendesaknya kebutuhan memperbanyak daya tampung kapasitas tenda-tenda dan toilet di Mina.

"Renovasi Mina menjadi kebutuhan dan semakin mendesak. Saya menyampaikan harapan kepada Menteri Haji Saudi agar tenda dan toilet di Mina dapat dibangun bertingkat," ujar dia usai pertemuan di Mina, seperti dikutip dari kemenag.go.id.

"Saya juga meminta agar pelayanan fast track diperluas pemberlakuannya di seluruh embarkasi di tanah air," lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Lukman juga menyampaikan terima kasih atas pelayanan Pemerintah Arab Saudi yang semakin meningkat pada musim haji tahun ini. Tak lupa, dia mengapresiasi kelancaran lalu lintas menuju Arafah sehari jelang Wukuf. Demikian juga dengan kebersihan di Mina yang secara umum relatif membaik dibanding tahun lalu.

Menteri Haji dan Umrah berjanji akan memperhatikan usulan Indonesia. Menurut Mohammad bin Salih Banten, Pemerintah Arab Saudi benar-benar menaruh perhatian serius kepada Indonesia karena jumlah jemaahnya terbesar di dunia.


Rabu 31 Juli: Apa itu haji tarwiyah? Seperti apa pelaksanaannya?
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Meski amalan haji tarwiyah didasari hadist, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tidak menganjurkannya kepada jemaah.

Amalan tarwiyah sulit dilakukan jemaah Indonesia karena faktor jumlah jemaahnya yang sangat banyak. Meski begitu Pemerintah tidak melarang tarwiyah tapi sekaligus tidak memfasilitasi jemaah, baik untuk transportasi maupun konsumsi.

Tarwiyah merupakan amalan sunah dalam berhaji yang dilakukan pada 8 Dzulhijah. Dinamakan hari tarwiyah (perbekalan) karena jemaah calon haji pada zaman Rasulullah SAW mulai mengisi perbekalan air di Mina pada hari itu untuk perjalanan wukuf di Arafah.

Otoritas haji Arab Saudi melalui peraturan hajinya tidak memasukkan tarwiyah dalam rangkaian ibadah haji.

Pemerintah Indonesia juga menyesuaikan hal tersebut karena pelaksanaan tarwiyah hampir sulit difasilitasi mengingat jumlah jemaah haji dari Indonesia yang sangat banyak dan harus dimobilisasi dalam waktu yang teramat singkat maka nyaris sulit untuk dilakukan.

Tarwiyah adalah menginap di Mina pada 8 Dzulhijjah, sebelum wukuf di Padang Arafah. Di tempat itu jemaah menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, dan Subuh.

Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah.


Rabu 31 Juli: Sejumlah calon haji Indonesia tunaikan haji tarwiyah
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Meski tak dianjurkan pelaksanaannya oleh Pemerintah RI, sejumlah calon haji (calhaj) Indonesia tetap memilih untuk menunaikan haji tarwiyah.

Fadli (43), seorang calhaj asal Embarkasi Batam (BTH 22) mengatakan, dia untuk kedua kalinya menunaikan ibadah haji dan pada haji kedua ini memilih untuk menunaikan haji tarwiyah yakni dengan mengunjungi Mina terlebih dahulu sebelum wukuf di Arafah.

“Kita ingin jalankan sunnah sesuai Rasulullah. Karena Rasulullah mulai tanggal 8 (Dzulhijah),” kata Fadli di Kota Mekkah, seperti dikutip Antara, Rabu (31/7).

Dari kloternya, kata dia, ada enam orang yang turut serta menunaikan haji tarwiyah bersama dengan kloter lainnya.

Fadli yang merupakan haji mandiri (tidak tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) menyadari bahwa haji tarwiyah tidak difasilitasi pemerintah.

“Kita daftar mulai per kloter, nanti gabung dari kloter-kloter lain, nanti ada yang daftarin ke sektor, ada KBIH yang ngurusin. Jadi dari kloter, kemudian sektor, terus ke Kadaker. Harus tanda tangan semua. Total ada 130 orang. Ini yang dekat-dekat di sektor sini-sini aja,” katanya.

Ia mengaku sejak dari tempat asalnya sudah berencana melaksanakan haji tarwiyah dan menyatakan siap menanggung segala risiko yang mungkin dihadapi.

“Kita memahami pemerintah enggak memfasilitasi tarwiyah, wajar, karena ada yang pakai kursi roda, jalan saja sulit, kalau ditambahi satu lagi di Mina repot juga,” katanya.

Fadli menambahkan beberapa rekannya yang juga ikut haji tarwiyah berusia antara 30-50 tahun dengan kemampuan fisik yang masih sangat baik.

Menurut Fadli, jamaah sudah memahami ada imbauan khusus untuk tidak mengikuti haji tarwiyah karena tidak ada fasilitas transportasi yang disediakan.

“Transportasi kita siapkan sendiri, keluar biaya sendiri dan risiko tanggung sendiri. Insya Allah siap. Kumpul ke maktab masing-masing, satu hari saja sebenarnya di Mina. Tanggal 8 ke mina, 9 ke Arafah, yang regulerkan langsung ke Arafah, 9 kita ke Arafah kumpul sama teman-teman, naik bus itu nganter dari Mina ke Arafah, dari Arafah mulai ikut rombongan lagi,” katanya.

Alasan Fadli yang lain untuk mengikuti haji tarwiyah karena ia ingin tahu perbedaannya dengan haji reguler.

“Saya ingin tahu bedanya dengan reguler seperti apa, karena dulu saya enggak ikut tarwiyah,” katanya.

Rekannya sekloter, Azwar (45) juga memilih haji tarwiyah padahal ini merupakan pengalaman pertamanya berhaji.

“Kita yang masih kuat-kuat nih, sayang sudah lama menunggu,” katanya.


Minggu 28 Juli: 128.793 jemaah haji Indonesia telah tiba di tanah suci
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Sebanyak 128.793 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci Mekkah. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per 26 Juli 2019 pukul 19.00 WAS, jemaah yang telah tiba tergabung dalam 319 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari 13 embarkasi di Indonesia.

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Daerah Kerja Mekkah Nurhanudin, 319 kloter tersebut terdiri dari 191 kloter jemaah gelombang I  yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah dan 128 kloter jemaah gelombang II yang diberangkatkan dari Jeddah ke Mekkah. 

“Bila kita lihat dari data kedatangan, hingga hari ini ada tiga embarkasi dengan jumlah jemaah terbesar yang telah tiba di kota Mekkah,” ujar Nurhanudin, Jumat (26/07).

Pertama, embarkasi Jakarta Bekasi (JKS) dengan 58 kloter yang membawa 23.271 jemaah. Kedua, embarkasi Solo (SOC) yang terdiri dari 57 kloter dengan 20.127 jemaah serta embarkasi Surabaya (SUB) dengan 51 kloter yang membawa 22.518 jemaah.

Sementara, menurut Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan (Kasie Yanpul) Daker Mekkah Julian, tersisa 210 kloter jemaah haji yang belum tiba di Mekkah. “Saat ini baru 60 persen jemaah haji yang tiba di Mekkah. Masih tersisa sekitar 85.207 jemaah yang akan tiba di Mekkah. Dari jadwal, diperkirakan kloter terakhir akan memasuki Mekkah pada 6 Agustus mendatang,” jelas Julian.


Selasa 23 Juli: Dua jemaah haji Indonesia terluka akibat berebut ingin cium hajar aswad
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Kepala Daerah Kerja Mekkah Subhan Cholid memperoleh laporan terdapat beberapa jemaah haji yang terluka ketika berusaha mencium hajar aswad. 

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri agar dapat mencium hajar aswad. Saat melaksanakan ibadah, perhatikan juga keamanan diri. Ukur kemampuan fisik, jangan sampai karena ingin mengejar sunnahnya, malah menjadi mudarat,” ujar Subhan Cholid, di Mekkah, seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

Subhan menyampaikan, berdasarkan laporan Sektor Khusus Masjidil Haram, Selasa pagi ini ada dua jemaah haji yang terluka akibat berusaha mencium hajar aswad. “Berdasarkan laporan yang saya terima, ada dua jemaah yang terluka hari ini akibat memaksakan diri ingin mencium hajar aswad,” ujarnya. 

Keduanya diketahui berjenis kelamin pria, masing-masing berasal dari embarkasi Banjarmasin (BDJ)  dan embarkasi Solo (SOC). Kedua pria berusia 60 dan 71 tahun tersebut ditemukan terluka dan sesak napas akibat terinjak jemaah-jemaah lain saat mencoba mencium hajar aswad usai melaksanakan tawaf. 

“Alhamdulillah keduanya telah memperoleh pengobatan dari tim P3JH yang berada di lapangan, dan telah kembali ke penginapan masing-masing. Tapi kami berharap, hal seperti ini tidak terulang atau dialami jemaah lainnya,” ucapnya.


Senin 22 Juli: 11 orang jemaah haji Indonesia wafat di tanah suci
[LINIMASA] Perjalanan Haji Menuju Tanah Suci Tahun 2019
Jumlah jemaah yang wafat hingga hari ke-16 masa operasional haji, bertambah menjadi 11 orang. Berikut rinciannya:

1. Khairil Abbas Salim (BTH 23), usia 62 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di RSAS Madinah;
2. Sumiyatun Sowikromo Sutardjan (SOC 2), usia 57 tahun, meninggal pada 8 Juli 2019, di pesawat menuju Madinah;
3. Mudjahid Daman... Baca Selengkapnya : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di