alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d53524cfacb955a6f19cfad/benih-lobster-senilai-rp138-miliar-coba-diselundupkan-ke-singapura

Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura

Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura
Polisi dan TNI AL mengamankan pelaku penyelundupan benih lobster di Batam, Selasa (13/8).
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Angkatan Laut menggagalkan upaya penyelundupan 91.630 benih lobster di Batam pada Minggu (11/8/2019). Benih lobster yang nilainya diperkirakan mencapai Rp13,8 miliar tersebut kemudian diamankan di Instalasi Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam.

Pansitel Lanal Batam, Mayor Laut (E), Irawan Prastyo, mengatakan penggagalan upaya penyelundupan diawali oleh penangkapan kapal cepat atau speedboat Sea Setar bermesin Yamaha 200 PK 2 Unit pada Kordinat N 0°54'50.7816" E 103°44'51.9684" atau di perairan utara Pulau Sugi, Provinsi Kepulauan Riau.

"Saat dilakukan pemeriksaan, kita temukan 15 kotak styrofoam berisi benih lobster yang siap diselundupkan ke Singapura," tutur Irawan dalam rilis yang diterima, Selasa (13/8).

Sementara itu, dua Anak Buah Kapal (ABK) speedboat diringkus untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ia menjelaskan, 15 kotak tersebut terdiri dari 1 kotak styrofoam yang berisi 1.826 benih lobster jenis mutiara dan 14 kotak berisi 89.804 benih lobster jenis pasir. Dengan asumsi harga jenis pasir Rp150.000/ekor dan jenis mutiara Rp200.000/ekor, benih lobster tersebut selanjutnya dikemas ulang dan dialirkan kembali dengan oksigen.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, mengatakan perairan Kepulauan Riau hingga daerah Batam dan pantai barat Sumatera memang sering dijadikan jalur penyelundupan. Kegiatan ilegal ini pun kian marak meski KKP bersama para penegak hukum sudah berkali-kali melakukan penangkapan.

"Maka kerja sama yang baik petugas di lapangan dibutuhkan untuk menghentikan bentuk-bentuk kejahatan yang mengancam keberlanjutan sumber daya perairan kita ini,” ujar Susi.

Larangan menangkap benih lobster selama ini diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

Lobster yang boleh ditangkap adalah lobster dengan panjang karapas minimal 8 cm dan berat minimal 200 gram. Apabila ukurannya di bawah itu berarti undersized, dan pelaku, pengepul serta pemasok dapat ditindak secara hukum.

Selain melanggar Permen KP Nomor 56 Tahun 2016, upaya penyelundupan benih lobster juga telah melanggar Pasal 31 jo Pasal 7 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan dan Pasal 88 jo Pasal 16 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Pelaku dapat dikenakan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp1,5 miliar.
Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (kanan) bersama Kabid Harmonisasi dan Penindakan Pelanggaran Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Budi Sugianti (kiri) menunjukkan barang bukti benih lobster saat rilis pengungkapan kasus penyelundupan benih lobster di Dittipidter Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (13/8/2019).Merusak ekosistem
Kepala Bidang Harmonisasi dan Penindakan Pelanggaran Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan KKP, Budi Sugianti, mengatakan menangkap benih lobster adalah tindakan merusak ekosistem.

Eksploitasi benih lobster yang belum bisa dikembangbiakkan akan membuat spesies ini bisa punah. Pasalnya, tingkat kematian lobster setelah tahap benih atau larva, yaitu poslarva cukup signifikan, sebesar 50 persen.

"Penangkapan itu membuat stok benih lobster di laut menurun karena sudah terjadi overeksploitasi di alam, makanya perlu dikendalikan," kata dia Budi dilansir dari Medcom.id.

Hal ini dinilai bakal berdampak pada ketersediaan lobster. Pemerintah, kata Budi, harus mengimpor lobster untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Dia menjelaskan lobster yang bisa dikembangbiakkan adalah lobster yang berbobot di atas 200 gram. Lobster ini boleh dijual.

"Di bawahnya, tidak boleh. Apalagi bertelur atau undersize," tutur dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen, Dedi Prasetyo, menyebut kasus ini memiliki kendali berbeda dibanding narkoba. Kasus benih lobster kerap tak didukung regulasi di negara penerima, sedangkan untuk narkoba, setiap negara memiliki regulasi yang sama.

"Regulasi (benih lobster) di Indonesia sangat kuat, tapi ketika di Singapura belum ada. Sebanyak apa pun yang dikirim pasti ditampung dari Indonesia, ke Vietnam, Tiongkok," beber Dedi.
Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-ke-singapura

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura BMKG: Pukul 01:38 WIB gempa terjadi di Mukomuko

- Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura Infografik: Operan sampur ngibing di DPRD DKI

- Benih lobster senilai Rp13,8 miliar coba diselundupkan ke Singapura Kartun: Menteri heran, KPI incar YouTube dan Netflix

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di