alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Perbandingan Gaji Pekerja Indonesia Dan Filipina Di Arab Saudi Sektor Rumah Tangga
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52ced80577a909ff53640e/perbandingan-gaji-pekerja-indonesia-dan-filipina-di-arab-saudi-sektor-rumah-tangga

Perbandingan Gaji Pekerja Indonesia Dan Filipina Di Arab Saudi Sektor Rumah Tangga

Ada perbedaan yang mencolok antara gaji pekerja dari Indonesia dan Filipina di sektor rumah tangga. Gaji yang diterima pekerja Indonesia 1200 riyal. Sementara gaji yang diterima pekerja dari Filipina di sektor rumah tangga 1500riyal. Bila 1riyal setara dengan 4000rupiah maka selisih gaji yang diterima mencapai 1,2juta tiap bulan.

Tentu ini menimbulkan kecemburuan dan tanda tanya besar. Terlebih gaji ini khusus untuk yang baru bekerja di Saudi tanpa pengalaman.

Perbedaan gaji yang cukup besar ini akhirnya terjawab. Ketika beberapa kali aku mengunjungi rumah teman dari majikan. Saat itu aku bekerja sebagai pembantu di Mekkah. Yang kerap diajak menemani majikan yang membutuhkan bantuan kala menaiki dan menuruni anak tangga. Karena ada masalah di kaki dan membuatnya berjalan agak pincang dan memakai tongkat.

Di rumah teman yang memakai pembantu dari Filipina, aku bisa melihat sendiri perbedaan skill beda bangsa.

Di Filipina para pekerja diasramakan. Diberi pelatihan. Dari hal remeh seperti mencuci piring hingga mahir membuat roti unyil dan pizza mini kesukaan orang Arab sebagai camilan.

Cara mencuci piring para pekerja Filipina seragam. Mereka membentakkan handuk besar di samping wastafel cuci piring dan di lantai khusus panci besar. Dibuang sisa-sisa makanan di tempat sampah yang dialasi kantong plastik. Disiram air lalu disabuni hingga merata. Setelah itu dibilas kembali dengan air dari keran. Letakkan dengan posisi terbalik di handuk yang telah disediakan. Selesai membilas semua peralatan lantas dilap kering satu persatu. Selepas itu, kembalikan dan tata di rak atau laci tempat semula.

Berbeda dengan pekerja dari Indonesia. Kebanyakan dari dusun dan desa terpencil. Terbiasa mencuci perabotan dengan sabut kelapa tanpa sabun. Diletakkan begitu saja di para-para.

Diperparah dengan tidak adanya kemampuan berbahasa arab yang mumpuni. Agar permintaan majikan dan keluarganya dipahami. Alih-alih ingin memiliki pembantu yang meringankan pekerjaan. Justru kehadiran pembantu yang tidak memahami bahasa mempersulit dan memantik kemarahan majikan yang telah mengeluarkan biaya besar sekitar 100-200juta rupiah.

Harapan pupus karena mendapatkan pembantu yang tidak memiliki kemampuan. Dan ini awal bencana.

Ada pembantu yang mendapatkan jam tidur hanya empat jam. Dari yang seharusnya 12 jam. Mendapatkan tempat tidur yang tidak layak. Seperti di kamar mandi atau lorong sempit di antara lemari besar. Gaji yang tidak sesuai dengan kesepakatan di awal. Bahkan banyak yang tidak menerima gaji selama berbulan-bulan.

Dikarenakan kekecewaan majikan karena tidak mendapatkan pekerja yang mumpuni dan sesuai dengan harapan.

Bila kekerasan, kedzoliman ingin dihentikan atau diminimalisir maka ada dua hal mendasar yang harus diperbaiki.

Pertama skill. Kemampuan dari hal remeh seperti mencuci piring dan membuat roti unyil, pizza mini dan aneka roti atau cake lainnya.

Yang ke dua tentu saja bahasa Arab dan Inggris.

Semoga kelak ... ketika para pekerja Indonesia dibekali dengan skill dan bahasa, tak ada lagi hak-hak yang dirampas selama bekerja.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
syafetri dan 3 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ini ku akui aq pernah kerja diorang qatar 12 pmbntunya philipin semua aq diterima kerja dsituh krna status mhasiswa bs b. mesir dan english
profile-picture
i71lm4c4n memberi reputasi
mindset nya udah beda,,masalah agama bukan masalah karena value service indonesia emang paling gak ada harganya di duniaemoticon-Big Grin
profile-picture
kitten.meow memberi reputasi
Lumayan juga gan bedanya, bisa buat biaya hidup atau tabungan mereka pas ke indo
Pinoy bobo
klau bisa bhasa arab kerja di arab saudi itu enak, iparku kerja di sana 2 tahun, dia pulang karna sakit, tapi masih dapat kiriman uang dari majikanya, klau di suruh buat teh atau kopi untuk majikan laki2 dia tdak pernah menghidangkan di meja yg menghidangkan majikan perempuanya iparku cuma mmbuat minumanya aja
babu jgn banyak nuntut, wasyukurilah kalo udah dibayar, apalagi bisa mati di tanah suci... iya gak?
profile-picture
clyope memberi reputasi
di arab saudi ..pembantu itu dianggap sebagai budak
https://www.viva.co.id/berita/nasion...dianggap-budak
https://nasional.inilah.com/read/det...u-adalah-budak
https://www.merdeka.com/dunia/perusa...eli-budak.html
dll

lebih baik kerja pada majikan tionghoa daripada majikanarab saudi
kenyatannya babu indonesia & babu filipina lebih banyak kerja pada majikan tionghoa
selain di dalam negeri kerja pada majikan tionghoa
sampai di luar negeri juga kerja pada majikan tionghoa di singapore,china,taiwan,hong kong
profile-picture
Kakek.Sugiono69 memberi reputasi
Diubah oleh bpln.boss
Lihat 3 balasan
Balasan post bpln.boss
Quote:


sebenernya untuk menghindari post penghinaan kayak lu kerjaan rumah tangga digabung sama cleaning service kantor aja perusahaan penyedianya
mestinya pemerintah tegas

harus ikut kursus bahasa arab/inggris bagi calon TKI/w

gak mau ikut, paspor dan ijin kerja gak diterbitkan

profile-picture
roninthirst memberi reputasi
Balasan post bpln.boss
Ah gak juga
Cina medan banyak yg suka teriak "
Balasan post bpln.boss
Quote:


pengalaman pribadi ya Rie? elo jadi kacung chinese sampe elo rela bikin klonengan banyak buat bela majikan elo

profile-picture
profile-picture
roninthirst dan lutju.bingitz memberi reputasi
Itulah indonesia emoticon-Jempol
Ya Allah, menyedihkan banget para tki kita, teh. Hanya bisa berharap semoga penyelenggara pengiriman tenaga kerja beserta pihak terkait segera dapat hidayah: lebih peduli dengan nasib tki/tkw kita. 😒😒
Banyak diaspora jadi turun derajat gara2 naker kita di LN mayoritas jadi asisten rumah tangga, Sebenernya kalau terkenal karna hal positif dan kemampuan mumpuni mungkin malah jadi 'trade mark' org Indonesia kerjanya ulet dan mampu, bisa menjalar ke profesi lain

Di negara tujuan di pandang sebelah mata, di negara sendiri juga kurang lebih sama nasibnya
indo ga punya minyak. trus akar budaya selam sejak nenek moyang memperburuk mental masyarakat indo. mental bobrok susah nyerap pengetahuan wawasan luas. kerjaannya banyakan berhala. makanya itu, udah miskin bahlul pulak.
Diubah oleh eastjerusalem13


GDP Network
Beritagar β€’ Bolalob β€’ Garasi β€’ Historia β€’ IESPL β€’ Kincir β€’ Kurio β€’ Opini β€’ Womantalk
Β© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di