alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Waspadai Rayuan Oknum Pencatut Nama Pejabat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52c96d28c991365c129d71/waspadai-rayuan-oknum-pencatut-nama-pejabat

Waspadai Rayuan Oknum Pencatut Nama Pejabat

Spoiler for waspadai:


Proses importasi sesungguhnya sudah dilakukan dengan prinsip good governance. Sanksi daftar hitam atau blacklist hingga proses hukum pun sudah dikenakan terhadap mereka yang masih ‘nakal’. Sehingga rasanya aneh jika para pengusaha masih juga menggunakan jasa pihak yang mengaku bisa mengurus kuota impor, bahkan melakukan locked quota dengan membawa-bawa nama pejabat negara.

Semua proses dilakukan dengan transparan, bisa diakses publik di website Kementerian Perdagangan (Kemendag). Jadi, buat apa suap-suap seperti kasus yang kini sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Para pengusaha seharusnya berhati-hati terhadap mereka-mereka yang jual nama pejabat untuk urus impor dan lainnya.

Menteri Perdagangan Enggartiastio Lukita telah mengingatkan pihak manapun untuk tidak lagi berbuat nakal, termasuk mencatut nama penyelenggara negara dalam proses impor. Ditegaskan, pihak manapun yang berbuat nakal bakal berurusan dengan penegak hukum.

“Kepada mereka yang jualan nama penyelenggara negara, agar jangan lagi melakukan. Karena aparat hukum, dan KPK pastinya juga melihat semua yang berbuat jahat," tegas dia,

Kemendag dan jajarannya telah mengecek importir yang dibekuk dan ditetapkan KPK sebagai tersangka, termasuk rekam jejak importir tersebut terkait dengan importasi. Dari penelusuran, diduga ada kerabat dari yang bersangkutan melakukan importasi nakal bahkan sudah ada putusan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan.

"Saya tegaskan Kemdag tidak mengakomodir pengusaha ini, yang disinyalir kerabatnya pernah kena sanksi hukum sebagai penegasan asas GCG," tegasnya.

Seperti diketahui, impor bawang putih dimulai dengan rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Dalam RPIH itu juga ada poin wajib tanam 5% dari kuota impor. Setelah itu dipenuhi dan ada verifikasi, baru mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan.

"Kebutuhan bawang putih kita per tahun sebenarnya sekitar 490.000 ton. Pada 2018 terbit RPIH total 938.000 ton. Dari jumlah itu dikeluarkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kemendag 600.000 ton. Mengapa lebih? Untuk cadangan awal tahun 2019," katanya.

Berita Satu

Spoiler for stop:
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Modal kartu nama doang


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di