alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52c87cf4d695770a70726e/bocor--anies-baswedan-dapat-tawaran-kembali-ke-kabinet

Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan tidak ada penawaran dari Presiden Joko Widodo alias Jokowi kepada dirinya untuk kembali bergabung ke kabinet pemerintahan di periode kedua suami Iriana itu.Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet? Enggak dong, saya konsentrasi di Jakarta," kata Anies menjawab jurnslis usai bertemu Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (13/8).

Menurut menteri pendidikan 2014-2016 tersebut, meskipun dirinya jarang terlihat datang ke Istana, pertemuannya dengan Presiden ketujuh RI itu rutin terjadi.

"Jadi dengan Pak Presiden ketemu rutin karena banyak acara kami bersama-sama dan tidak semua pertemuan kan di-cover teman-teman media kan. Komunikasi jalan terus," kata suami Fery Farhati Ganis itu.

Kekosongan posisi wakil gubernur DKI Jakarta menurut Anies juga tidak dibahas saat bertemu Jokowi. Sebab, mereka hanya fokus membicarakan soal integrasi transportasi, formula E hingga penggunaan mobil listrik.Enggak ada. Kami bicara tentang transportasi, banyaknya soal itu dan formula E," tandas Anies.(fat/jpnn)https://m.jpnn.com/news/anies-baswed...ali-ke-kabinet
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet? Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet?
profile-picture
profile-picture
rinso.biroe dan gabener.edan memberi reputasi
Ya jelas lah nolak.
Gubernur Indonesia kok ditawari menteri
emoticon-Mad
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan gabener.edan memberi reputasi
Maunya pindah kantor kok

dari merdeka selatan ke merdeka utara

profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
hmmmmm...
kagag pakek sayap pastinya
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Terus gub e sopo jal emoticon-Leh Uga
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi
Sekarang tuh jabatan gubernur lebih prestisius dari mentri. Gubernur itu 'presidennya' provinsi, karena ia langsung dipilih oleh rakyat.
profile-picture
gabener.edan memberi reputasi


Cuman perkiraan

Tp kalo seandainya jikalau saja iya benar. Ga bakalan mau lah.

Jadi Gubernur tuh lebih berkuasa dibanding jd menteri. Kewenangan2nya lebih besar Gibernur.
Kalo soal penghasilan sih masih 11-12.

Tp Gubernur statusnya adalah pemerintah (daerah). Smntara menteri statusnya adalah pembantu (presiden).


profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan novran86ers memberi reputasi
Hoax emoticon-babi
Quote:


logika apaan ini, emoticon-Ngakak
bicara kewenangan mentri itu cakupannya lebih luas, contoh bidang pertanian, maju mundurnya sektor ini dr sabang sampe merauke ada di tangan mentri pertanian, demikian pula mentri lainnya apalagi menko sdangkan gubernur jelas hanya 1 daerah saja yg ruang lingkupnya lebih kecil.. sotoy kok pamer
emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan gabener.edan memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halah kepedean.

Cuma gara-gara sering ketemu langsung anggapan begitu..

Emang situ siapa emoticon-Entahlah
Yg jd gabenernya trus siapa?
Auto pilot ya..
ngimpiiiii emoticon-Big Grin
berati bkalan ada kementrian baru dong?


mentri tata kata kah?
kok masih saja percaya y omongan anies emoticon-Leh Uga,
MIMPI3....BANGUN3....MIMPI3......
Numpang nanya, jadi buzzer itu dibayar berapa?
Balasan post novran86ers
Quote:




Sebelum bicara logika, dan pakai emoticon letawa (biar dikira lebih pinter) baiknya kamu bedakan dulu antara (yg kamu sebut) "kewenangan" dengan "kekuasaan".

Menteri itu se Indonesia. Tapi itu hanya WILAYAH KERJA nya saja. Bukan kekuasaannya.

Kalo kamu bukan buruh, minimal jd staf mnengah lah n kerja di perusahan besar, pasti tau, jadi General Manajer (yg mnguasai kantor cabang) itu lebih prestisius di banding jd Kepala Divisi di kantor pusat.

Ya krna GM menguasai 1 kantor di daerah. Smntara Kepala Divisi meski krja di kantor pusat n kerjanya se Indonesia tp ga punya kekuasaan. Dia cuma bikin aturan stardar2 kerja yg aturannya saja smua msti disetujui Direktur Utama (n jajaran direksi scara umum).


Begitu pula Menteri vs Gubernur.
Menteri cuma kerjanya aja yg luas. Dia hanya kerja di bidangnya tok. Itupun smua kebijakannya mst disetujui presiden, garis2 kerjanya msti selaras dgn garis kerja yg udah dibuat presiden.

Tp kalo kamu hitung kewenangannya, kekuasaannya trhadap rakyat, ya lebih besar Gubernur, krna sifatnya kebijakannya general di smua sektor. Gubernur mnguasai Kepala2 Dinas & BUMD, yg mengatur di segala bidang.

Kebebasannya membuat aturan lebih besar mana?
Sifat general aturannya lebih general mana?

Itulah sebabnya knapa Khofifah milih jd Gubernur daripada menteri.



Mau ngetik panjang2 buat jelasin males tp saya. Silahkan baca quote ini aja :

"Saya mau tetap jadi gubernur saja. Kan sebetulnya, kalau di Undang-Undang Daerah Khusus Ibu Kota, tugas saya double, Gubernur Jakarta dan Gubernur ibu kota. Jadi Gubernur Jakarta itu RI 3 bos. Kalau menteri, itu hanya pembantu RI 1 (presiden)," ujar Ahok di Balai Kota



(kalau masih ada bahan ngeyel, nanti baru saya tambahin materi kuliah yg lain).

profile-picture
apiijo memberi reputasi
Bocor !! Anies Baswedan Dapat Tawaran Kembali ke Kabinet?

emoticon-Malu
Quote:


halah narasi panjang² cuma muter2 pembenaran argumen ente, setidaknya kasih argumen berupa data semacan keppres atau peraturan perundang-undangan yg menjelaskan posisi gubernur lebih tinggi dr mentri, jgn goblokin org dah, cukup goblok sendri sudah
emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak
Lihat 1 balasan
Balasan post novran86ers
Quote:


Siapa yg bilang posisi gubernur lebih tinggi dari menteri?

Ga usah mngada2. Saya sejak awal bicara soal kekuasaan & kewenangan.

Kalo situ ga tau perbedaan kewenangan & kekuasaan Gubernur, ya situ logikanya cuma logika anak SMA aja.

Mau pakai paraneter apa?

Berdasar peraturan yg dibuat?

Menteri itu cuma bikin Permen. Sdikit2 rapat kabinet, dengerin pengarahan presiden.
Hasil rapat kabinet itu nanti dirumuskan Menteri jadi Permen. Menteri ga punya kuasa bikin permen berdasar keinginannya sendiri.

Gubernur. Sejak masih kampanye aja udah punya angan2 mau bikin aturan ini itu, bikin kebijakan ini itu. Setelah jd gubernur bisa bikin Pergub, trs bersama2 DPRD bikin Perda.

Hak aturan
Menteri serba terbatas. Semua peraturan yg dia keluarkan berdasar arahan Presiden, dipertanggung jawabkan ke presiden, diawasi Komisi DPR sbagai mitra kerja.

Itulah sebabnya hasil kerja menteri bisa diklaim hasil kerja presiden. Bisa dipakai utk kampanye di periode selanjutnya.

Gubernur bisa membuat banyak aturan sendiri, krn ada kekuasaan otonom yg ga bisa diganggu pemerintah pusat.

Koreksi aturan
Untuk mengoreksi permen yg dibuat n mngoreksi kinerjanya, cukup 1 manusia bernama : Presiden
Kalo presiden bosan pun cukup 1 manusia si presiden itu utk memberhentikannya sewaktu2.

Gubernur. Ga gampang ngoreksi kebijakan gubernur. Butuh 50-100an anggota DPRD untuk mengoreksi kebijakannya. Jabatannya ga bisa diberhentikan oleh kekuasaan di atasnya.
Harus ada puluhan-ratusan anggota DPRD yg sidang luar biasa utk memutuskan rekomendasi pemberhentian. Baru nanti Presiden mnjalankan rekomendasi sidang.


____________________________________

Saya udah kasih argumen panjang lebar utk mempertanggungjawabkan isi postingam saya yg kamu permasalahkan.

Sekarang, kamu punya argumen apa utk menguatkan postingan kamu yg cuma asal jeplak itu?
Katanya punya logika?

Jangan cuma bisa ngoreksi postingan orang tnpa argumen ya.

Dari tadi cuma bisa bantah, tapi ga ada argumen apapun.

Atau kamu lagi mempertaruhkan ID kamu utk dibaca ratusan kaskuser di sini kalo kamu cuma pembual kosong emoticon-Big Grin

Yg ga tau pendidikan politik, mski lagi di forun politik. Ga bisa bedain wilayah kerja vs kekuasaan.

Saya daritd bahas kekuasan menteri vs gubernur lho. Ga usah bingung emoticon-Big Grin



Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di