alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Wajah Pendidikan Indonesia..? Bagaimana Pendapatmu..?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52bc987e3a7250392a9c57/wajah-pendidikan-indonesia-bagaimana-pendapatmu

Wajah Pendidikan Indonesia..? Bagaimana Pendapatmu..?

Wajah Pendidikan Indonesia..? Bagaimana Pendapatmu..?Wajah Pendidikan Indonesia..? Bagaimana Pendapatmu..?





Selamat pagi siang sore dan malam bagi kamu yang lagi baca..Ia kamu..kamu

Wajah Pendidikan Indonesia..Bagaimana Pendapatmu..?

Di era globalisasi saat ini yang segala sesuatunya manusia selalu mengandalkan teknologi merubah pola hidup masyarakat secara global. Tentunya ini sangat merubah banyak hal dalam kehidupan masyarakat, mulai dari sistem ekonomi, politik, kesehatan, hingga pendidikan.

Di samping banyak hal yang positif akibat era globalisasi ini, juga banyak hal negatif yang harus dihindari dan diseleksi karena tidak sesuai dengan kebudayaan yang ada di Indonesia.



Quote:



Oleh karena itu, pendidikan sebagai media edukasi dan pemahaman kepada para generasi millenial perlu ditanamkan lebih dalam menyikapi perubahan-perubahan yang ada di lingkungan, karena apabila era globalisasi ini tidak disikapi dengan benar, maka akan mulai muncul masalah-masalah baru yang dapat merubah karakter generasi saat ini salah satunya seperti menurunnya moralitas generasi muda khususnya pelajar.

Dunia pendidikan adalah penentu kemajuan suatu bangsa. Kunci untuk mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing dengan negara lain. Untuk itu standar kompetensi lulusan, muatan kurikulum, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana-prasarana, pengelolaan dan pembiayaan pendidikan harus terus diawasi dan ditingkatkan.

Spoiler for Sekilas Ironi:


Spoiler for Sekilas Info:


Setelah 129 tahun pendidikan Indonesia dihitung dari hari kelahiran Ki Hajar Dewantara, atau setelah 73 tahun Indonesia merdeka, bagaimana wajah pendidikan kita sekarang? Apa kabar pendidikannya Indonesia hari ini?

Kita harus mengakui segala upaya yang telah dilakukan pemerintah dan pihak swasta untuk membenahi pendidikan di Indonesia. Gedung-gedung sekolah dibangun, mulai dari tingkat yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Kursus-kursus dan Balai Latihan Kerja juga dibangun untuk meningkatkan ketrampilan masyarakat.


Quote:



Pemerintah juga telah berusaha memberikan pendidikan gratis dengan membebaskan peserta Didik dari tagihan uang sekolah. Menyalurkan Dana Operasional Sekolah (BOS), memberikan Kartu Indonesia Pintar, Program Indonesia Pintar dan beasiswa lain bagi mereka yang berprestasi dan kurang mampu.

Program wajib belajar 6 tahun ditingkatkan menjadi wajib belajar 9 tahun dan selanjutnya akan terus ditingkatkan lagi menjadi wajib belajar 12 tahun. Artinya diharapkan masyarakat Indonesia minimal berpendidikan SMA.

Spoiler for Sekilas Info:


Tetapi bagaimana dengan kualitas pendidikan kita? Indeks pendidikan Indonesia berdasarkan rilis UNESCO seperti dilansir Deutsch Welle, data tahun 2017, Indonesia berada di posisi 5 ASEAN dan 108 di dunia dengan skor 0,603. Secara umum kualitas pendidikan di tanah air berada di bawah Palestina, Samoa dan Mongolia. Hanya sebanyak 44% penduduk menuntaskan pendidikan menengah. Sementara 11% murid gagal menuntaskan pendidikan alias keluar dari sekolah.


Quote:



Menurut laporan PISA 2015 - program yang mengurutkan kualitas sistem pendidikan di 72 negara, - Indonesia menduduki peringkat 62. Dua tahun sebelumnya (PISA 2013), Indonesia menduduki peringkat kedua dari bawah atau peringkat 71.



Spoiler for My Opinion:



Quote:




Sistem Pendidikan Nasional Benarkah untuk Mencerdaskan Bangsa?

Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya telah menjadi momentum untuk memperingatkan segenap negeri akan pentingnya arti pendidikan bagi anak negeri yang sangat kaya ini. Di tahun 2003, telah dilahirkan pula Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional melalui UU No. 20 tahun 2003 yang menggantikan UU No. 2 tahun 1989. Tersurat jelas dalam UU tersebut bahwa sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, peningkatan mutu serta relevansi dan efisiensi manajemen pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan.


Quote:



Bila merujuk pada Undang-Undang Dasar 1945, tersebutkan dalam pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan dan pada ayat 2 disebutkan bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Dan dalam UU No. 20/2003 pasal 5, bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan/atau sosial berhak memperoleh pendidikan khusus, warga negara di daerah terpencil atau terbelakang serta masyarakat adat yang terpencil berhak memperoleh pendidikan layanan khusus, warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus serta setiap warga negara berhak mendapat kesempatan meningkatkan pendidikan sepanjang hayat.

Bila melihat peristiwa yang belum lama terjadi di Indonesia, misalnya kasus tukar guling SMP Negeri 56 Jakarta serta kasus Kampar adalah sebongkah cerminan dari kondisi pendidikan di Indonesia, dimana kalangan pendidik dan kepentingan pendidikan masihlah sangat jauh dari sebuah kepentingan dan kebutuhan bersama, dimana pendidikan masih menjadi korban dari penguasa.

Sementara di berbagai daerah, pendidikan pun masih berada dalam kondisi keprihatinan. Mulai dari kekurangan tenaga pengajar, fasilitas pendidikan hingga sukarnya masyarakat untuk mengikuti pendidikan karena permasalahan ekonomi dan kebutuhan hidup. Pada beberapa wilayah, anak-anak yang memiliki keinginan untuk bersekolah harus membantu keluarga untuk mencukupi kebutuhan hidup karena semakin sukarnya akses masyarakat terhadap sumber kehidupan mereka.

Belum lagi bila berbicara pada kualitas pendidikan Indonesia yang hanya berorientasi pada pembunuhan kreatifitas berpikir dan berkarya serta hanya menciptakan pekerja. Kurikulum yang ada dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini sangat membuat peserta didik menjadi pintar namun tidak menjadi cerdas. Pembunuhan kreatifitas ini disebabkan pula karena paradigma pemerintah Indonesia yang mengarahkan masyarakatnya pada penciptaan tenaga kerja untuk pemenuhan kebutuhan industri yang sedang gencar-gencarnya ditumbuhsuburkan di Indonesia.

Sistem pendidikan nasional yang telah berlangsung hingga saat ini masih cenderung mengeksploitasi pemikiran peserta didik. Indikator yang dipergunakanpun cenderung menggunakan indikator kepintaran, sehingga secara nilai di dalam rapor maupun ijasah tidak serta merta menunjukkan peserta didik akan mampu bersaing maupun bertahan di tengah gencarnya industrialisasi yang berlangsung saat ini.

Pendidikan juga saat ini telah menjadi sebuah industri. Bukan lagi sebagai sebuah upaya pembangkitan kesadaran kritis. Hal ini mengakibatkan terjadinya praktek jual-beli gelar, jual-beli ijasah hingga jual-beli nilai. Belum lagi diakibatkan kurangnya dukungan pemerintah terhadap kebutuhan tempat belajar, telah menjadikan tumbuhnya bisnis-bisnis pendidikan yang mau tidak mau semakin membuat rakyat yang tidak mampu semakin terpuruk. Pendidikan hanyalah bagi mereka yang telah memiliki ekonomi yang kuat, sedangkan bagi kalangan miskin, pendidikan hanyalah sebuah mimpi. Ironinya, ketika ada inisiatif untuk membangun wadah-wadah pendidikan alternatif, sebagian besar dipandang sebagai upaya membangun pemberontakan.

Quote:


Quote:



Wajah pendidikan Indonesia dapat dilihat dari beberapa hal, di antaranya:

Pertama, ketidakmampuan pemerintah menghadirkan paradigma pendidikan yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Perihal ini berimbas pada peserta didik yang terjebak pada angka-angka belaka. Bukan hanya itu, dalam dataran implementatif, peserta didik kerap kali hanya disangka objek dalam kegiatan belajar mengajar.

Kedua, Kapitalisme Pendidikan. Lembaga pendidikan seringkali terjebak dalam buaian bisnis. Dalam lembaga pendidikan, seringkali kapitalisme dilanggengkan, imbasnya lembaga pendidikan menjadi corporate institute, salah satunya ditandai dengan penyeragaman buku buku ajar dan seragam sekolah. Perihal lain bisa dilihat dari semakin mahalnya biaya pendidikan. Sebagai alternatif negatif, banyak yang terjebak dalam transaksi jual-beli nilai, ijazah, dan gelar.

Ketiga, ketimpangan pendidikan antar desa dan kota. Fakta ini dapat dilihat dari banyaknya sekolah di desa menjadi “anak tiri” dari pemerintah, sekolah yang berkecimpung dalam dunia perkotaan kerap kali menjadi perhatian utama sambil menegasikan sekolah yang ada di desa. Kurangnya perhatian pemerintah dalam pemerataan kualitas desa-kota dapat dilihat dari sisi fasilitas pendidikan di desa yang kerap masih minim dan tidak mampu membantu proses belajar mengajar di dalam kelas.

Keempat, moralitas siswa semakin menurun. Paradigma pendidikan yang masih terjebak dalam bangunan kognitif seringkali membuat kita lupa menjadikan lembaga pendidikan sebagai “pabrik” yang menghasilkan manusia yang bermoral, efeknya ialah meningkatnya Permasalahan moralitas sekolah , misalnya saja semakin banyak kasus murid melecehkan guru, meningkatnya tawuran antar pelajar, pergaulan bebas di kalangan pelajar mulai dari seks bebas hingga penggunaan narkoba. Bila tidak ditanganai, kasus-kasus diatas merupakan tanda-tanda kehancuran suatu bangsa.

Kelima, rendahnya kualitas guru. Sangat disayangkan saat ini kualitas guru idak menunjukkan kualitas yang mumpuni, bukan hanya degradasi kualitas dirinya, sering kali saat ini banyak guru yang sudah tidak peduli dengan mutu dan kualitas hasil didikan mereka, persoalan ditambah dengan kurangnya perhatian pemerintah terhadap guru. Kurangnya penghargaan dan apresiasi terhadap guru berbalik menjadikan pengajar hanya mendidik seadanya.


Spoiler for Sekilas Info:



Bagi orang-orang yang berkompeten terhadap bidang pendidikan akan menyadari bahwa dunia pendidikan kita sampai saat ini masih mengalami “sakit”. Dunia pendidikan yang “sakit” ini disebabkan karena pendidikan yang seharusnya membuat manusia menjadi manusia, tetapi dalam kenyataannya sering kali tidak begitu. Sering kali pendidikan tidak memanusiakan manusia. Kepribadian manusia cenderung direduksi oleh sistem pendidikan yang ada.

Secara garis besar ada dua solusi untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, yaitu:

1. Solusi sistemik, yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme), yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.

2. Solusi teknis, yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa.



Quote:




Solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. Rendahnya kualitas guru, misalnya, di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan, juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Rendahnya prestasi siswa, misalnya, diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran, meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan, dan sebagainya.



Quote:




Spoiler for Sekilas Info:




Betapapun terdapat banyak kritik yang dilancarkan oleh berbagai kalangan terhadap pendidikan, atau tepatnya terhadap praktek pendidikan, namun hampir semua pihak sepakat bahwa nasib suatu komunitas atau suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada kontribusinya pendidikan. Shane (1984: 39), misalnya sangat yakin bahwa pendidikanlah yang dapat memberikan kontribusi pada kebudayaan di hari esok. Pendapat yang sama juga bisa kita baca dalam penjelasan Umum Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (UU No.20/2003), yang antara lain menyatakan: “Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat”.

Apapun pendapat dan pandangan kita mengenai sistem pendidikan saat ini di Indonesia..Kita sepakat dan berharap bahwa ke depannya pendidikan Indonesia lebih baik lagi dan para anak bangsa bisa menunjukkan ke dunia bahwa KITA BISA,..KITA PASTI BISA.
Pelajar dengan pemikiran dan moral yang berguna bagi bangsa, negara, dunia, dan kelangsungan hidup manusia pada umumnya.


Lantas bagaimana pendapatmu mengenai sistem pendidikan Indonesia sekarang..?
Sertakan alasan dan kritik yang membangun ya gan, karena kalau bukan kita siapa lagi..??
profile-picture
profile-picture
darmawati040 dan alifrian. memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di