alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d529ff8c820840ae94e6365/dolenmu-kurang-adoh-mulihmu-kurang-bengi

Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!

"Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!"




Sering ane mendengar kata - kata ini di daerah ane tumbuh dan berkembang, yaitu wilayah Jawa Timur. Arti kalimat tersebut adalah "Mainmu kurang jauh, pulangmu kurang malam!" Kalimat ini ditujukan untuk orang yang mudah marah, mudah tersinggung, dan jika diajak ngobrol kurang nyambung karena kurang wawasan. Sebenarnya pantas nggak sih kalau kalimat ini ditujukan untuk mereka yang dianggap seperti itu?

Menurut ane penggunaan kalimat itu kurang tepat sih, karena level kebaperan seseorang itu sudah bawaan lahir alias telah menjadi karakternya. Jadi mau dia sudah main jauh sampai ke Atlanta, foto bareng jerapah di Afrika, makan sate buaya di Brazil dan keliling dunia sekalipun, karakter khasnya ini pasti akan selalu mereka bawa. Meskipun melihat "dunia luar" kadang membuka mata kita tentang hal - hal yang selama ini belum pernah kita tau dan memperkaya kita dengan pengetahuan baru, jika baper ini sudah sifat ya akan susah untuk mengingkarinya. Apalagi tidak semua orang bisa memetik hikmah dari travelling yang sudah ane sebutkan di atas. Khususnya untuk mereka yang niat melancong hanya untuk show off di media sosial tanpa membuka mata dan pikirannya tentang hal - hal yang mereka temui di sekitarnya.

Lalu untuk kalimat terakhir "Mulihmu kurang bengi" seperti menafsirkan bahwa pulang malam itu baik, padahal ya tergantung kemana dia menghabiskan waktu kok sampai bisa pulang malam? Kalau pulangnya malam karena sibuk cari ilmu baru bagus, tapi kalau hanya untuk nongkrong - nongkrong nggak jelas menghabiskan uang ya percuma saja.

Munculnya kalimat ini berasal dari orang - orang yang merasa bahwa diri orang lain tidak cukup baik. Walaupun quote ini sangat lumrah dan seolah menjadi trend di pergaulan anak Jawa Timuran tetap saja keluarnya kalimat itu dari bibir seseorang dilandasi perasaan lebih baik daripada orang yang dikatai.

Dunia memang aneh, penuh dengan manusia - manusia yang merasa dirinya baik padahal itu adalah sebuah masalah besar karena hanya "merasa" sedangkan realitanya bagaimana? Yang bisa menilai adalah orang yang melihat. Bicara urusan sudut pandang memang tak ada habisnya. Selalu ada keragaman dan perbedaan yang memperkaya sudut pandang itu sendiri bahkan sekali waktu mampu memunculkan pertikaian.

So, intinya nggak ada hubungannya sih antara orang yang suka main jauh dan pulang malam dengan tingkat temperamen dan wawasan seseorang. Karena wawasan didapatkan dari belajar melalui hal apa saja dan tingkat mudah marahnya seseorang bergantung pada sifat bawaannya sedari lahir.

Udah ane cuma mau nulis itu aja hehe emoticon-Smilie semoga ada manfaatnya buat agan dan sista yang membaca thread ini meskipun sedikit

Jika thread ini dirasa bermanfaat, silahkan bagi cendol dan rating 5 nya! Follow adnanami di kaskus, share dan komentar di bawah ya Gan ! Sis !
profile-picture
profile-picture
profile-picture
trifatoyah dan 5 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Thread menarik dan berfaedah lainnya bisa ente baca dengan klik gambar di bawah ini:

Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!
Diubah oleh adnanami
ramaikan thread ini gaes!
So, intinya nggak ada hubungannya sih antara orang yang suka main jauh dan pulang malam dengan tingkat temperamen dan wawasan seseorang. Karena wawasan didapatkan dari belajar melalui hal apa saja dan tingkat mudah marahnya seseorang bergantung pada sifat bawaannya sedari lahir.

ada benarnya juga sih gan, cuma yang ane rasain dari main jauh adalah ketemu banyak orang yang ngga bisa ditemuin kalo deket2.. hehe
profile-picture
adnanami memberi reputasi
Quote:


Iya gan harusnya dg ketemu org2 baru yg berbeda itu kita bisa jadi open minded
Karena dulu jaman pertapa ya gini ini.

Lelaku,
Ngelmu,






Emang jaman now ini generasi yaa gitulah.... Cocok.
Quote:


Weh, judulnya jawa sekali, dan nyentil banget ni
Quote:


Emang istilah ini populer di daerah Jawa hehehe mbak Yeni orang mana?

nyentil dikit nggak apa apa kan mbak? Hahaha toh gak sakit
profile-picture
YenieSue0101 memberi reputasi
Quote:


Oh jadi org jadul yg ngelmu itu suka pulang malem gt kah maksud agan?
Lihat 1 balasan
Quote:


Orang Jawa lah. Iya, sering banget denger sentilan kek gini

Justru nyentil tuh sakitnya di hati, susah ilangnya emoticon-Ngakak
Quote:


Oh ya? Bukannya nyentil itu nggak melukai ya? Kalau nusuk baru susah disembuhinnya hehehe
Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!
Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!Dolenmu Kurang Adoh, Mulihmu Kurang Bengi!
Quote:


Sopo iku gan?
Lihat 1 balasan
Balasan post adnanami
Annabella woo
Balasan post adnanami
Bukan gitu.
Dulu kan kalo mertapa bisa2 gak pulang berhari2.
Dan ngelmu itu gak hanya tapa, berguru di semacam madrasah/kuil jadul juga ngelmu.
profile-picture
adnanami memberi reputasi
Quote:


Ohh gt ya gan. Iya demi ilmu gan masih berfaedah daripada begadang2 gaje
Quote:


Idola agan?
Lihat 1 balasan
artin3 ya gk mesti tekstual spt iku
Quote:


Terus gimana gan? May be you have another point of view?
Fakta di lapangan berbeda gan..itu smwa karakter masing2 orang..ane pernah hampir kena tonjok orang berangasan yg kerjaannya nongkrong Ampe pagi..klo liat liatan mata doang lsg disamperin..kenal juga tukang parkir yg hobi begadang juga tapi asik orangnya..
profile-picture
adnanami memberi reputasi
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di