alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52767dc0cad71d0279f5ba/klhk-gandeng-gojek-tekan-penggunaan-sampah-plastik

KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik

KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik

JPP JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Gojek menjalin kerja sama (Nota Kesepahaman) dalam edukasi perilaku bisnis, pelayanan, dan konsumsi yang ramah lingkungan di Jakarta, Kamis (08/08/2019).

Inisiatif GoGreener diluncurkan perusahaan Gojek dengan membuat fitur GoFood sebagai layanan pertama yang memberikan pilihan tidak menggunakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan di aplikasi serta tas pengantaran yang dirancang khusus untuk mitra driver.

Direktur Pengelolaan Sampah KLHK, Novrizal Tahar menyampaikan, "Gojek merupakan platform teknologi yang telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat. Melalui kerja sama ini, KLHK dan Gojek berkomitmen dalam mengimbau kepada masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dengan dimulai dari diri sendiri dan dari lingkup gaya hidup sehari-hari."

Melalui inisiatif GoGreener, GoFood meluncurkan inovasi dan solusi yang mendorong gaya hidup ramah lingkungan. Pertama adalah fitur pilihan alat makan sekali pakai. Ketika memilih makanan sebelum masuk ke halaman checkout, pastikan pelanggan untuk tidak mencentang/membeli alat makan sekali pakai di daftar menu makanan yang terdapat di bagian bawah.

GoFood tengah mengembangkan customer journey ini sehingga di bulan September nanti fitur ini akan masuk ke dalam halaman checkout untuk kemudahan pengecekan. Seluruh mitra merchant pun dihimbau untuk berpartisipasi dalam program ini.

Inovasi kedua adalah tas pengantaran makanan khusus bagi mitra driver. GoFood menyediakan tas pengantaran yang dirancang khusus dengan kompartemen yang lebih luas dan kualitas yang lebih baik dalam menyimpan dan mengantar makanan, baik panas maupun dingin. Istimewanya, tas ini dapat dilipat ketika driver mengantarkan penumpang sehingga mampu menunjang kinerja driver yang lebih fleksibel.

Chief Food Officer Gojek Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, "Sebagai bagian dari ekosistem Gojek, penting bagi GoFood untuk ikut mendorong terwujudnya ekosistem bisnis yang ramah lingkungan. Karenanya, GoFood telah menghadirkan fitur di aplikasi yang memungkinkan pelanggan memilih alat makan plastik secara opsional dan berhasil mengajak hampir 1.000 outlet kuliner untuk berpartisipasi. Kami juga menyediakan tas pengantaran makanan untuk mitra driver yang khusus kami rancang demi mengurangi penggunaan kantong plastik yang berlebihan."

Gojek memanfaatkan ruang dan potensi ini dan bekerja sama dengan organisasi lingkungan yaitu Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), PlastikDetox, dan WWF-Indonesia.

"Gojek mengajak mitra UMKM, mitra driver, dan konsumen kami untuk sadar akan pentingnya mengadopsi gaya hidup dan operasional bisnis yang lebih ramah lingkungan. Gojek meluncurkan inisiatif yang kami beri nama GoGreener ini," ungkap Catherine.

Menanggapi hal tersebut Novrizal menyampaikan, "Pemerintah terus menyempurnakan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Masyarakat pun harus ikut bergerak, apalagi saat ini sudah semakin mudah dengan inisiatif sadar lingkungan yang difasilitasi oleh teknologi. Kami mendukung Gojek sebagai salah satu perusahaan karya anak bangsa untuk mengembangkan inisiatif GoGreener pada GoFood."

Sebagaimana diketahui, Kementerian LHK tengah gencar mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik yang berasal dari plastik sekali pakai. Data KLHK menunjukkan jumlah timbunan sampah secara nasional mencapai 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari jumlah tersebut, 15% diantaranya adalah sampah plastik yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, wadah makanan dan minuman serta pembungkus barang lainnya.

Saat ini, pemerintah telah memiliki kebijakan pengelolaan sampah secara nasional dengan target pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% terhadap timbulan sampah pada tahun 2025. Proses akselerasi penerapan kebijakan ini dilakukan Pemerintah guna mencapai target tersebut dengan harapan dapat terpenuhi tujuan-tujuan pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) di Indonesia.(lhk)


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/lingkung...sampah-plastik

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik Hemat APBN, Kemenhub Tawarkan Infrastruktur Darat ke Investor

- KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik Pemerintah Serap Dana Rp 21,45 Triliun dari Lelang SUN

- KLHK Gandeng Gojek Tekan Penggunaan Sampah Plastik Komitmen Menghapuskan Merkuri di Fasilitas Layanan Kesehatan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di