alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52578ca727684a97583df0/aksi-tim-gerak-cepat-melayani-jemaah-di-mina

Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina

Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina

JPP MAKKAH - Pada hari Minggu (11/08/2019) ketika puncak ibadah di Arafah menjadi hari tersibuk bagi anggota Tim Gerak Cepat (TGC) yang bertugas melayani jemaah haji Indonesia di Tanah Suci. Sepanjang hari di Mina, TGC mengerahkan 70 anggotanya berjaga di jalur atas dan bawah menuju jamarat. Di pos 1 jalur bawah, dalam satu kali shif jaga (12 jam) sempat melayani sebanyak 45 pasien.

"Jam 13.00 sampai 17.30 yang rame sekali, bertubi-tubi jemaah sakit datang," ujar Lalu Dody, salah seorang anggota TGC.

Tuntutan pelayanan cepat dan tepat bagi jemaah haji Indonesia membuat seluruh petugas kesehatan haji harus siap memberikan layanan kapanpun dan dimanapun dibutuhkan.

Menurut Dody, saking ramai dan terbatasnya tempat, ia dan tim bahkan harus menangani jemaah di pinggir jalan dan menggantungkan beberapa cairan infus di pagar pembatas di jalur terowongan. Kejadian terbanyak akibat sengatan panas dan kelelahan.

Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina
Pos Kesehatan Haji Indonesia di Mina Arab Saudi (Kemenkes)"Kasus terbanyaknya heat exhausion, heat cramp dan heat stroke. Untuk ketiga kasus tersebut, alhamdulillah tertangani semua. Namun kasus-kasus seperti PPOK [paru kronis]dan kardiovaskular kami rujuk ke KKHI," tuturnya.

Lain lagi pengalaman dari anggota TGC lainnya, Taryanto. Sebagai perawat, selama waktu jaganya hari itu, ia menangani sebanyak 16 jemaah haji Indonesia. Bahkan, Taryanto juga sempat melayani seorang Asykar (petugas keamanan Arab Saudi) yang jatuh sakit sekira jam 2.30 dini hari waktu Arab Saudi.

Berdasarkan pengakuannya, banyak jemaah haji yang mengapresiasi pelayanan kesehatan dari tim kesehatan Indonesia, khususnya di Mina. "Mereka merasa terbantu terutama di saat mereka melaksanakan ibadah (lontar jumroh)," ujar Taryanto.

Kesibukan yang sama juga terjadi di Pos Kesehatan Haji Mina. Selama dua hari operasional sejak Sabtu (10/08/2019) sampai Minggu (11/08/2019) malam ini, sudah melayani 343 pasien. Mayoritas menderita penyakit kekurangan cairan dan kelelahan/lemas. Kebanyakan kasus dilakukan rawat jalan dan observasi lalu dikembalikan ke kloternya. Sisanya dirujuk ke beberapa RS di Arab Saudi karena butuh penanganan lebih lanjut.

Faktor Kelelahan

Sementara itu, Tim Promotif Preventif sampai dengan Senin (12/08/2019) sudah menangani kasus di sepanjang jalur jamarat sebanyak 105, mulai dari kelelahan, dehidrasi hingga disorientasi. TPP juga sudah membagikan 308 kotak masker dan 345 pasang sandal.

Kerja ekstra yang dilakukan oleh seluruh petugas kesehatan di Mina mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia, Eka Jusup Singka. Keberadaan mereka terbukti tidak hanya bermanfaat bagi jemaah Indonesia tetapi juga bagi orang di sekitarnya. Ia berharap pelaksanaan pelayanan kesehatan di Mina akan berjalan lebih baik lagi.

Bagi jemaah haji Indonesia, Mina merupakan lokasi peribadatan terberat. Bagaimana tidak. Jemaah yang ingin melontar jumroh di jumroh ula, wustha dan aqobah harus berjalan kaki berkisar antara 6-14 kilometer pergi pulang dari tenda menuju lokasi melontar jumroh dan kembali lagi ke tendanya.

Jarak sejauh itu harus dilakoni jemaah selama empat hari berturut-turut, terutama bagi jemaah yang memilih nafar tsani atau meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah. Situasi ini tentu sangat menguras energi dan dapat memicu gangguan kesehatan.

Untuk itu, jajaran Kementerian Kesehatan telah mengantisipasi segala potensi permasalahan kesehatan yang mungkin dialami jemaah di Mina. Pos Kesehatan (Poskes) Mina telah disiapkan di kawasan Misi Haji Indonesia, tepatnya di Maktab 50. Poskes Mina memiliki kapasitas  sebanyak 40 tempat tidur yang diperkuat dengan tenaga kesehatan dari Daker Kesehatan Madinah.



Pos Kesehatan Mina sudah beroperasi sejak 9 Zulhijah, Sabtu (10/08/2019) atau sejak jemaah haji selesai melaksanakan Wukuf di Padang Arafah. Direncanakan akan buka sampai dengan 13 Zulhijah atau 14 Agustus 2019, usai seluruh jemaah haji meninggalkan Mina. Menurut data Siskohatkes, hingga Minggu (11/08/2019) sore WAS, Poskes telah melayani sebanyak 184 pasien.

Di samping Poskes yang semipermanen, Kemenkes juga menyiapkan 10 pos satelit. Masing-masing lima pos di jalur atas dan bawah menuju jamarat. Di setiap pos terdapat 5 orang anggota Tim Gerak Cepat (TGC) dan TPK yang bekerja 24 jam dalam tiga shif. Di beberapa pos juga bersiaga 1 unit ambulans. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diperbolehkan memiliki ‘pos darurat’ dan menempatkan ambulansnya di tiga titik di sepanjang jalur menuju jamarat.

Satu lagi layanan yang diberikan adalah promosi kesehatan dan temuan kasus. Tim Promotif Preventif (TPP) turut menjalankan tugas fungsinya di Mina. Seluruh anggota TPP secara bergiliran berkeliling di wilayah jalur atas jamarat.

Ketika berjumpa dengan rombongan jemaah haji Indonesia, TPP mengingatkan untuk menggunakan alat pelindung diri terutama payung dan sandal. Saat menemui jemaah yang kelelahan, mereka mengajak untuk beristirahat sejenak dan minum oralit.(agm)


Sumber : https://jpp.go.id/humaniora/kesehata...jemaah-di-mina

---

Kumpulan Berita Terkait HUMANIORA :

- Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina Upaya Kongkret Kepemimpinan Diplomasi Kemanusiaan Indonesia di Kawasan

- Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina Raih Empat Medali, Indonesia Juara Umum Olimpiade Geografi Internasional 2019 

- Aksi Tim Gerak Cepat Melayani Jemaah di Mina TMII Kawasan Praktik Baik Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di