alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
Pengalaman Pribadi Ane Soal Kejanggalan PPDB Non Akademik Di Daerah Ane
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d525204c0cad742bb244dcc/pengalaman-pribadi-ane-soal-kejanggalan-ppdb-non-akademik-di-daerah-ane

Pengalaman Pribadi Ane Soal Kejanggalan PPDB Non Akademik Di Daerah Ane


Pengalaman Pribadi Ane Soal Kejanggalan PPDB Non Akademik Di Daerah Ane

Pengalaman Pribadi Ane Soal Kejanggalan PPDB Non Akademik Di Daerah Ane

Hai everyone,balik lagi di blog dan kaskus ane ini. Hari ini gue akan kembali menulis di sini tapi bahasan gue kali ini rada berbeda. Kali ini gue akan menulis tentang pengalaman pribadi gue. Gue akan menceritakan pengalaman gue tahun lalu bertepatan sedang dilaksanakan nya Penerimaan Peserta Didik Baru SMA di Jawa Barat,tempat gue tinggal. Di sini gue hanya menulis pengalaman pribadi gue dan tidak bermaskud menjelek-jelekan atau menambah nambahkan cerita.

 

Pertama tama gue ingin berpesan pada para orang tua siswa yang akan menghadapi PPDB ini. Jangan takut untuk melapor jika mengalami kecurangan dan yang paling pentingnya jangan melakukan kecurangan.

Sekitar bulan Mei 2017,gue baru saja menerima hasil UN gue atau biasa disebut dengan NEM. Saat itu nem gue 32,95 atau bisa gue tulis 33 aja. Rata rata gue 8,3. Saat itu nem anak smp negeri sedang turun. Ortu gue juga was was mau daftar ke SMA favorit dengan nem gue. Karena tahun lalu NEM minimal untuk masuk ke SMA favorit adalah 35.

Gue juga hanya bisa memilih 1 pilihan sekolah karena kartu keluarga gue terdaftar di Jakarta bukan Bandung. Jadi biar aman untuk daftar jalur Akademis gue Cuma bisa milih 1 sekolah yang biasa biasa aja. Soalnya kalau gak keterima,gue gabisa dapet sekolah.

Akhirnya saat itu guru gue menyarankan gue daftar di jalur non akademik. Jalur non akademik itu adalah jalur masuk SMA yang seleksinya bukan berdasarkan nilai. Ada non akademik prestasi,kurang mampu,anak guru dan dosen,dan juga MOU (PNS dan TNI).

Karena guru gue tau ortu gue adalah dosen makanya dia menyarankan gue untuk daftar di jalur Non Akademis anak guru/dosen. Awalnya orang tua gue gak minat sama sekali untuk daftar jalur itu. Karena ortu gue berpikir paling Cuma anak dosen negeri yang bisa diterima sedangkan ortu gue adalah dosen di Universitas swasta. Tapi gue tetep usaha untuk yakinin ortu gue buat memanfaatkan peluang ini.

PPDB jalur non akademik itu berlangsung sekitar 6 hari. Tiba tiba temen sekelas gue ngabarin kalau dia daftar di jalur non akademis anak dosen juga dan ortunya juga dosen swasta. Gue pun langsung kasih tau bapak gue dan akhirnya dia mau untuk daftarin diri gue pakai jalur itu.

Semua persyaratan sudah gue siapkan dari SKHUN,Akte,KK,dan juga KP4 dosen. Gue pun juga memantau di web PPDB untuk melihat kuota pendaftaran yang tersisa. Dan disaat itu juga gue lagi sering kesal karena webnya yang sangat bermasalah dan dikeluhkan banyak orang,karena daftar harus online.T api gue dan ortu mencoba untuk pergi ke SMA yang ingin gue tuju.

Pada hari ke tiga PPDB,gue akhirnya pergi survey ke salah satu SMA terfavorit di Bandung yang terkenal anak anaknya famous dan kece kece,gausah gue sebutlah nama sma nya nanti bisa jadi masalah. Gue ke sana bersama bapak gue dan gue menemui orang di bagian penerimaan.

Di situ gue menanyakan dia tentang PPDB non akademik anak guru/dosen. Terus dia nanyain nem gue. Gue jawab aja nem gue 33. Terus dia bilang begini : Wah kalau segini gak aman dek,biasanya disini minimal 36 tapi kalau mau coba ya silahkan.Disitu gue dibuat bimbang banget dan akhirnya gue pulang dan berdiskusi sama ortu gue.Sekali lagi ini konteksnya PPDB Non Akademik dan itu jawaban yang diberikan beliau.

Gue pun di rumah tetap memantau web dan juga menanyakan teman teman gue yang daftar di jalur tersebut. Dan ternyata ada teman gue,dua orang yang mendaftar di SMA yang sama dengan yang gue mau dan jalurnya sama yaitu Non akademik anak guru/dosen,bahkan nem mereka lebih kecil dari gue. Yang satu anak dosen juga sama kayak gue dan satu lagi anak guru SMK swasta. Nem mereka juga lebih kecil dari gue yaitu 30 dan 21,well kecil banget nem segitu dan lebih gak aman dari gue tapi mereka berani nekad.

Dari situ gue mulai yakin untuk daftar toh mereka juga lebih kecil nem nya dan sama sama jalur anak guru/dosen tapi mereka nekad. Akhirnya di hari ke lima PPDB non akademik itu gue daftar di SMA tersebut. Gue udah memenuhi semua persyaratan dan berkas gue udah diterma. Saat itu  karena web sedang error makanya daftar nya menjadi manual.

Akhirnya gue beres mendaftar dan gue menunggu pengumuman diterima atau tidak selama sekitar dua minggu. Ortu gue bilang kalau gue berserah aja soal hasilnya karena gue bisa memakai jalur utama yaitu jalur akademis. Gue juga mendaftar lewat jalur ini dengan tujuan untung untungan aja.

Akhirnya hari yang gue nanti itu sudah tiba. Di web sekolah tersebut tertulis kalau pengumumannya bisa di ambil jam 2 siang dengan cara langsung mengambil ke sekolah itu. Dari rumah gue juga udah berpikir,gak papa lah kalo gue gak keterima toh cuma untung untungan. Gue juga berpikir kalau gue gak keterima kedua teman gue itu juga udah pasti gak di terima. Karena nem mereka lebih rendah dari gue,lokasi rumah mereka lebih jauh daripada rumah gue ke sekolah itu,dan profesi ortu gue dan mereka gak beda jauh (sama2 dosen dan swasta).

Gue pun sampai di sekolah itu untuk mengambil pengumuman bersama ibu gue. Bapak gue menunggu di mobil karena saat itu kita akan langsung pergi ke Jakarta. Sekolah itu bener bener penuh dan berdesakan saat mengambil pengumuman. Gue pun bertemu satu dari temen gue itu. Ortu gue juga mengobrol dengan kedua ortu temen gue itu. Akhirnya nama gue dipanggil dan gue mengambil surat hasil itu. Gue dan ibu gue langsung ke mobil karena buru buru ada urusan lain. Gue pun membuka hasilnya di mobil,dan hasilnya...............

Gue GAK Diterima. Disitu gue gak sedih sama sekali dan gue biasa aja. Karena dari awal gue gak terlalu berharap. Dengan catatan kedua temen gue itu juga gak keterima ya karena semua kriteria yang diperlukan,gue lebih unggul. Ortu gue juga bilang,gapapa kita berjuang aja di jalur selanjutnya yaitu akademik.

Dan cerita yang sebenarnya baru dimulai sekarang.

Gue pun penasaran juga dengan hasil yang diterima oleh kedua temen gue. Pertama gue langsung ngontak temen gue yang nemnya 21 itu,gue pun nanya ke dia : kamu keterima gak?  Dan dia menjawab kalau dia KETERIMA serta mengirimi foto surat kalau di keterima. Damn disitu gue mulai kesel.  Masa anak yang nem nya 21 bisa ngalahin yang nem nya 33. Dan juga rumah dia ke sekolah tersebut lebih jauh daripada rumah gue yang artinya dari dua kriteria gue unggul.

Ortu gue bliang ke gue,gapapa lah kak. Itu rejeki dia mungkin karena ortu dia guru dan ortu gue dosen jadi lebih di prioritaskan anak guru. Di situ ortu gue juga masih fine fine aja dan gue kesel banget. Akhirnya gue pun mengontak temen gue yang ke dua,yang nem nya 30. Gue pun nanya ke dia,eh kamu keterima ga. Dan dia juga menjawab KETERIMA dan mengirimi gue foto surat hasilnya.

Dan untuk kedua kali nya gue makin kesal,mereka berdua diterima dan hanya gue sendiri yang gak di terima. Gue bener bener tau track record mereka karena mereka sekelas sama gue,bahkan dua tahun. Nah setelah tau temen gue yang kedua diterima juga,ortu gue mulai berpikir ada kejanggalan. Kenapa?

Karena teman gue yang kedua itu nemnya lebih rendah dari gue,jarak rumahnya di sekolah itu lebih jauh dari gue,dan yang memperkuat itu adalah ortu dia sama sama dosen swasta dimana dari semua kriteria gue lebih unggul. Maka dari saat itu ortu gue berencana untuk pergi ke sekolah tersebut dan meminta kejelasan dari sang kepsek. Dan ortu gue mengumpulkan bukti bukti serta berkas berkas pendaftaran gue.

Pada hari senin pagi gue dan ortu gue berangkat ke sekolah tersebut dan kedua ortu gue menghadap kepsek sekolah tersebut dan juga orang yang bertemu dengan gue dan ortu saat gue survey di SMA itu dan ternyata dia wakasek di sekolah itu. Ortu gue berbincang bincang dan menanyakan kejelasan dari pihak sekolah,namun pihak sekolah malah sangat berbelit belit dan tidak mau mengklarifikasi.

Dan anehnya sang wakasek tersebut berkata bahwa "Oh nem itu bukan syarat diterima atau tidak dan anak ibu gak keterima karena ada persyaratan dan berkas yang tidak lengkap saat mendaftar."Damn jawaban itu sangat mudah ditepis.

Pertama jelas jelas saat gue pertama kali ke sekolah tersebut orang itu bilang kalau NEM gue yaitu 33 gak aman untuk daftar di jalur NON AKADEMIS ini tapi kenapa sekarang orang itu bilang kalau nem itu bukan termasuk kriteria dan temen gue yang nemnya cuma 21 bisa diterima?

Yang kedua dia bilang kalau berkas gue saat mendaftar gak lengkap?Oh men yang nama nya daftar sekolah kalau berkas nya gak lengkap pendaftaran gue gak bisa diterima dan juga gak bisa di proses,tapi bukti nya berkas gue bisa di proses.Dan kenapa gue bisa berkata seperti ini,karena gue juga sudah mencoba ke sekolah lain dan mereka gamau menerima/memproses pendaftaran kalau berkas tidak lengkap.Masa ada sekolah yang mau menerima pendaftaran kalau berkas tidak lengkap apalagi ini adalah salah satu SMA negeri paling bergengsi di Bandung.

Karena ortu gue gak mendapat jawaban yang memuaskan,kami memutuskan untuk melaporkan ini ke tingkat yang lebih tinggi yaitu ke kantor Wali Kota dan Ke OMBUDSMAN Dinas Pendidikan JABAR. Laporan ortu gue pun diterima oleh staff walikota. Namun tidak ada kejelasan ortu gue langsung melapor ke OMBUDSMAN Disdik Bandung.

Disitu ortu gue mulai mendapat respon yang baik dan laporan kami segera di proses. Tenyata sang kepsek SMA tersebut juga pernah di ancam di copot oleh walikota karena kasus pungli,pantes. Disitu pun ternyata ada banyak orang lain yang protes terhadap PPDB non akademik ini. Terutama karena webnya sangat tidak layak dan banyak yg pendaftarannnya gagal dan akhirnya gak keterima.

Saat itu gue da ortu menunggu keputusan cukup lama,sekitar satu bulan terhadap laporan gue. Akhirnya setelah di selidiki dan ditelusuri,semuanya terungkap. Gue dan orang tue gue mendapat hasil yang memuaskan. OMBUDSMAN Disdik jabar pun mengambil keputusan untuk mencopot sang kepsek dari jabatannya dan di taruh di SMA lain (salah satu sma dengan passing grade terendah di Bandung) dan tidak jadi kepsek.

Setelah mendengar hal itu gue bertrimakasih pada Tuhan karena ternyata perjuangan ortu gue melawan kecurangan diberi respon yang sangat baik. Meskipun gue gagal masuk SMA favorit,gue masih bersyukur karena menjadi orang yang jujur dan tidak menghalalkan segala cara. Dan orang yang curang juga kena batunya.

Pesan gue disini adalah untuk agan agan yang mau masuk SMA di wilayah Jabar terutama jalur non akademis atau untuk agan agan Orang tua yang punya anak akan masuk sma. Gue saranin yang pertama banget untuk JUJUR. Jangan sampai kita menggunakan cara curang untuk mencapai tujuan dan kedua JANGAN TAKUT UNTUK MELAPOR jika ada kecurangan. Karena disini kita bukan berupaya balas dendam tapi untuk menegakkan keadilan. Jadi jika seandainya nanti terjadi kecurangan,agan agan bisa langsung melapornya ke DISDIK kalau bisa langsung ke Atasan agar dapat di tangani secara cepat.

Sekian aja pengalaman pribadi gue. Disini gue pure cuma mau sharing pengalaman dan memberi beberapa saran. Gue gak bermaksud menjelek jelekan dan menydutkan pihak lain. Nama nama orang dan sekolah di post ini juga gak gue tampilkan karena takut timbul fitnah.

Thanks For Reading and Stay Honest !

Sumber : Google Images + Opini Pribadi Ane Ya Gan

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di