alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Bumi Perkemahan yang Meninggalkan Cerita
4 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d52282c2f568d01e86c3e7c/bumi-perkemahan-yang-meninggalkan-cerita

Bumi Perkemahan yang Meninggalkan Cerita

Kisah perkemahan.

Bumi Perkemahan yang Meninggalkan Cerita

Langit cerah mengantarkan Titik menuju tempat asing baginya. Pertama kalinya ia bertemu bumi yang penunggu semesta ini. Suasana yang belum pernah ia temui sebelumnya, begitu indah hiasan alam itu. Bersama ratusan anak manusia Titik mendarat di tempat itu.

"Akhirnya sudah sampai juga ya?" ujar Fara.

Bumi perkemahan yang terletak di pegunungan itu mulai dijamah oleh peserta pramuka menengah atas.

Tanah dengan berpenghuni pepohonan rimbut itu menyambut kedatangan mereka. Burung emprit yang bertengger di ranting pohon saling bersahutan. Rumput yang dibasahi embun bergoyang terkena kaki-kaki manusia.

Suara semprit berbunyi dari kakak pembina untuk melaksanakan apel pembukaan. Merekapun berbondong-bondong menuju tempat apel dan mencari regu masing-masing. Kegiatan itu berlangsung sekitar 30 menit.

Mereka mendirikan tenda perkemahan yang akan berlangsung tiga hari dua malam. Setiap regu sudah dibagikan tempat untuk mendirikan tenda sesuai denah yang ditetapkan oleh panitia. Sapi (satuan terpisah) juga diterapkan guna untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sapi sebagai zona pembatas area putra dan putri. Area putri tidak boleh dimasuki cowok dan juga sebaliknya.

"Gimana Tik kog regu kita gak berdiri-berdiri ya tendanya?" kata Disa

Titik hanya berdiri sambil berpikir. "Minta tolong sama kakak pembina aja!"

"Emang kita mau minta tolong siapa?" timpal Fara.

"Firsa tolong panggilin kakak Dewan Ambalan terserah kamu siapa!" Menatap Firsa sembari berkata.

Tanpa basi-basi Firsa melakukan apa yang dikatakan Disa.



Beberapa menit kemudian ....

"Kenapa dik?" tanya Kak Nila.

"Tendanya gak berdiri-berdiri tuh kak!" kata Titik.

Muka sinis Kak Nila muncul dan menatap dengan tatapan tak peduli.
"Kalian tuh gimana? Bukannya kami udah pernah ngajarin. Coba dululah!"

Bumi Perkemahan yang Meninggalkan Cerita
Sumber gambar: klik disini


Berbagai cara dilakukan oleh regu Titik bersama kawan-kawan. Dewan ambalan sinis itu menjadi mandor bagi mereka. Akhirnya merekapun mengeluarkan kekompakan, tak lama kemudian jadilah tenda hasil kerja keras. Mandor wanita itu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun, ketika tenda utama itu jadi.

Namun, tenda sederhana untuk masak belum mereka buat. Kak Tyo akhirnya lewat belakang tenda mereka.

"Kak Tyo?" panggil Firsa.

"Kenapa?"

"Minta tolong? Buatin tenda sederhana buat masak. Bisa kak!" Menatap kakak kelasnya yang menjadi Dewan Ambalan.

Begitu pedulinya Kak Tyo langsung mengerahkan temannya untuk membantu. Setelah tenda itu selesai Kak Tyo dan kawannya tidak langsung pergi, tetapi ngobrol bersama mereka.

Meski obrolan biasa bagi Disa hal ini membuatnya tidak nyaman. Entah kenapa? Tatapan yang tak biasa dari Kak Tyo muncul dan mengarah padanya. Memilih untuk menunduk, lirikan itu masih muncul. Memilih menghindar dan pergi dari obrolan itu adalah pilihannya.

***


Saat jerit malam berlangsung Titik dan temannya mengikuti serangkaian kegiatan itu.

Salah satu penjaga post ditemuinya Kak Tyo. Disa tetap bertingkah seperti biasanya si pemberani dan gercep. Tetapi kali ini tidak, ia paling membungkam. Dulu ia terlihat akrab bersama lelaki yang berstatus kakak kelasnya itu. Tapi keduanya hanya saling diam saat itu.

Saat kedua bola mata dari jenis yang berbeda saling menjatuhkan pandangan yang sama. Lidah tak mampu merangkai kata apapun. Hanya sebuah desiran jantung yang saling berbunyi kencang.

Entah kenapa bisa terjadi seperti ini di bumi perkemahan. Padahal Disa tak pernah merancang semuanya akan terjadi. Awalnya ia hanya menganggap Kak Tyo sebagai kakak sekaligus teman curhat. Cinta ibarat misteri yang tak peduli asal muasalnya dan tak bisa ditebak.


Cerita ini hanya fiksi belaka



Jogjakarta, 13082019.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
erina79purba dan 5 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
pejwan
adakah yang mengalami cinlok dibumi pekemahan?
Cinlok di buper beb wuih gak pernah tapi naksir dikit sama kakak pembina iya 😂
profile-picture
janeeta97 memberi reputasi
duh jadi ke inget jaman smp ikut pramuka, banyak kenangan manis dan sedih masih tersimpan di memori otak gue, pengen gue bikin thread tapi gak jago nulis cerita
profile-picture
janeeta97 memberi reputasi
cinlok 😂
Quote:


Ealah. Kamu pengalaman banget ya?
profile-picture
Richy211 memberi reputasi
Quote:


Ya cuma ngelirik dikit aja emoticon-Jempol. Dulu kalo disukai kakak kelas itu bangga ya heheh
Quote:


Bikin aja gan. Biar jadi kenangan 😀
Kisah terpotong saat jurit malam, rupanyaemoticon-Jempol
Cintaku tertinggal di sudut kemah wkwk. Bgus nih jd judul cerpenku hhh
berbagai cara dilakukan oleh titik regu


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di