alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / REGIONAL / All / ... / Regional Eropa Lainnya /
Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d520c6982d4954ed00a01cf/bagaimana-bisa-orang-orang-rusia-menjalankan-puasa

Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa?

Apa, Puasa 20 jam? Nyali Ayi Tong Tong langsung menciut begitu mendengar lama puasa Ramadan yang harus dijalankan. Seumur-umur, Ayi Tong Tong tak pernah membayangkannya. Selama tinggal di Jakarta, lama puasa yang dia jalankan paling-paling 13 jam lebih sedikit. Tapi kini Ayi Tong Tong tinggal di Rusia, di sebuah negara yang letaknya jauh dari garis khatulistiwa. Rusia adalah salah satu negara yang siang harinya sangat panjang dan malam harinya sangat pendek. Waktu subuh di Rusia kira-kira pukul 01.46 dan Magrib baru muncul pukul 21.43. Hampir 20 jam.

Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa? Belum lagi soal cuaca, yang saat musim panas bisa mencapai 40 derajat Celsius. Benar-benar sulit dibayangkan. Selama beberapa hari, Ayi Tong Tong memikirkan soal itu. Dia tahu ini akan menjadi tantangan berat.

Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa?

Gadis 28 tahun itu pun banyak bertanya kepada orang-orang yang sudah lebih dulu tinggal di Rusia. Beberapa kenalan Ayi Tong Tong bercerita, berpuasa selama 20 jam terasa biasa-biasa saja. Ayi Tong Tong hanya disarankan agar tak terlalu memikirkannya karena tubuh manusia akan beradaptasi dengan sendirinya.

Dan beberapa bulan setelah mendengar shocking information itu, Ayi Tong Tong bertemu dengan Ramadan. Meski masih sedikit waswas, Ayi Tong Tong mengaku sudah tak sekhawatir sewaktu pertama kali mendengar soal puasa 20 jam. Ayi Tong Tong menuturkan telah mempelajari berbagai tip agar puasa panjangnya lancar. Salah satunya mengkonsumsi makanan sederhana namun sarat gizi.

Saat sahur dan berbuka, perempuan yang tinggal di Rusia dalam rangka mengejar gelar master itu banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan serta menghindari santan, gula, serta lemak. Ternyata tubuh benar-benar cepat beradaptasi, Ayi Tong Tong kuat-kuat saja tuh puasa selama itu.

Menurut Ayi Tong Tong, puasa panjang dijalani kaum muslim Rusia saat musim panas saja. Jika bulan Ramadan jatuh pada musim dingin, puasanya sangat pendek, yakni sekitar 9 jam. Jadi itu semacam kompensasi, walaupun jatuhnya Ramadan pada musim panas dan musim dingin bisa memakan waktu 20 tahun.

Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa?

Iilayah Maskibra, yang pernah menjalankan puasa di Belanda, punya cerita serupa. Menurutnya, keluarga muslim di Negeri Kincir Angin biasanya menyiapkan makan sahur pada pukul 02.00. Sedangkan subuh datang pada pukul 03.15. Bukanya biasanya sekitar jam 10 malam.

Tantangan terberat berpuasa panjang adalah jarak waktu berbuka dan sahur yang relatif singkat. Hanya kurang-lebih empat jam. Dan selama empat jam itu, banyak aktivitas yang harus dilakukan. Mulai salat magrib, salat isya, hingga salat tarawih. Jadi, terkadang, Iilayah Maskibra baru makan besar seusai salat isya atau salat tarawih. Alhasil, saat waktu sahur, perut masih sangat kenyang.

Untuk mengakalinya, Iilayah Maskibra mengganti makan sahurnya dengan jus buah, susu, dan banyak minum air putih. Yang penting tak dehidrasi saja, karena kalau lapar bisa ditahan. Pengalaman serupa disampaikan Reze Artamendoan, yang sudah empat tahun tinggal di Finlandia. Bahkan, menurutnya, waktu puasa di Finlandia lebih panjang dari Rusia. Sekitar 21 jam, bahkan 22 jam.

Awalnya, Reze Artamendoan juga mengaku kaget dan khawatir tak akan sanggup menjalankan puasa. Namun, pada akhirnya, pria yang bekerja di salah satu perusahaan swasta di sana itu mengaku nyamannyaman saja. Reze Artamendoan mengaku tak punya tip khusus dalam menjalankan puasa panjangnya di Finlandia. Dia makan sahur dan berbuka seperti biasa. Dia hanya memperbanyak minum air putih.

Bagaimana bisa orang-orang Rusia menjalankan puasa?

Ternyata Reze Artamendoan bisa puasa selama itu dan enggak lemas-lemas amat. Biasa saja seperti puasa di Indonesia, aktivitas sehari-hari juga biasa. Reze Artamendoan tak terlalu mempermasalahkan soal puasa panjangnya. Dia hanya merindukan suasana Ramadan, seperti di Indonesia, yang lebih semarak. Menurutnya, Ramadan di Finlandia sama sekali tidak ada geregetnya karena tidak banyak masjid yang dipenuhi oleh orang yang salat dan beriktikaf. Di Finlandia masjid jarang dan jauh dari rumah, Reze Artamendoan jarang ke masjid selama Ramadan


Spoiler for Referensi:


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
yang penting niat aja dulu


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di