alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Education /
DO (DROP OUT) Bukan Akhir Dari Segalanya!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d51751088b3cb0a047c10d8/do-drop-out-bukan-akhir-dari-segalanya

DO (DROP OUT) Bukan Akhir Dari Segalanya!

Aku ingin bertanya. Apakah masih banyak orang-orang yang sejak sekolah punya cita-cita seperti ini: lulus sma, kuliah, kuliah mulus-mulus aja, wisuda, dan bekerja sesuai bidang yang diambil saat semasa pendidikan? Baik, kurasa kebanyakan dari orang-orang di Indonesia bercita-cita seperti itu.

Begitupun aku. Aku sejak TK, bercita-cita sebagai guru. Sejak kecil aku suka bermain sekolah-sekolahan dan aku pun berperan sebagai gurunya. Aku berdiri di depan papan tulis dan di hadapanku teman-teman sebayaku hingga tetangga-tetanggaku yang usianya di bawah ku. Senang sekali dapat membantu orang lain. Itulah yang ada di benakku saat itu. Berlanjut hingga ke jenjang SD saat ada yang bertanya padaku 'Dek, cita-citamu jadi apa?', aku menjawab 'Guru'.

Dan singkat cerita berlanjut ke SMP dan SMA, minatku sangat tinggi mempelajari bahasa asing. Entah rasanya senang sekali dengan Bahasa Inggris. Akhrinya saat ada pengumuman tentang pendaftaran SNAMPTN Undangan (pada zamanku begitu menyebutnya), nilaiku kebetulan tertinggi se-IPS dan aku diperbolehkan memilih dua perguruan negeri untuk aku ajukan. Akupun mengajukan untuk mendaftarkan diri di U*S, salah satu universitas negeri di Kota Solo.

Tanpa pikir panjang mengikuti arahan orang tua yang tidak ingin anaknya terlalu jauh dari rumah, aku memilih dua jurusan di satu kampus yang sama yaitu Pendidikan Bahasa Inggris dan Sastra Inggris. Alhamdulillah pada saat pengumuman kelulusan, aku mendapat kabar bahwa aku diterima di kampus tersebut sesuai dengan jurusan pertama yang aku pilih yaitu Pendidikan Bahasa Inggris.

Hari demi hari aku lalui. Mulus, nyaman, senang dan seperti tidak ada tantangan. Di semester tujuh aku sudah menyelesaikan semua perkuliahanku. Dan aku selanjutnya mengambil skripsi. Nah, bencana pun datang. Memang benar, sepandai apapun saat kita belajar. Semua ditentukan oleh tugas akhir atau skripsi. Akhirnya masalah datang, dosen pembimbingku sangatlah idealis. Oke, bagus sih. Tapi ternyata mentalku tak cukup kuat. Aku sempat berhenti tidak bimbingan, aku ngambek dan akhirnya aku mencari kebahagiaan dengan bekerja sesuai hobi yang aku suka.

Nah, ini adalah jurang terbesar. Harus aku lewati namun resikonya sangat besar. Aku pada saat itu masuk ke semmester 12. Usahaku sedang ramai-ramainya. Aku membuat usaha di bidang handmade. Aku terlalu asyik dengan diriku. Namun jujur saja aku tak pernah tenang. Setiap hari diliputi rasa takut.

Akhirnya ku kembali lagi ke kampus tuk mengerjakan dan melanjutkan apa yang aku tinggalkan. Disitu lagi kutemui halangan, aku harus berganti topik lagi. Padahal aku sudah penelitian. Ku harus membuat proposal kembali dan itu terus ku alami selama tiga tahun. Lelah. Aku salah sebenarnya, aku simpan semua masalahku dan aku tak bercerita apa yang sedang ku rasa pada orang tua dan keluargaku.

Hingga hari buruk itu datang. Aku harus mundur dari kampus impianku dengan skripsi yang belum diACC, padahal sudah rampung. Disini aku ingin berbagi, inilah hidup yang sebenarnya. Tidak semua rencana bisa terwujud dengan baik. Tidak semua cita-cita bisa diwujudkan dengan tepat waktu. Aku benar-benar hancur, merasa bodoh, dan menyesal. Tapi hidupku harus terus berjalan. Setelah beberapa hari aku menerima keputusan itu, aku mencoba berdamai dengan diriku dan menerima ketetapan ini dengan ikhlas hati. Aku salah. Sistem di kampusku juga kuranv baik, para dosen tidak bisa mengcover seluruh mahasiswanya tuk bimbingan dengan nyaman. Ibarat kata kita bimbingan bawa masalah seharusnya selesai bimbingan dapat solusi. Namun tidak terjadi padaku, ku bimbingan mendapat masalah, bully-an, serta perasaan tidak nyaman, takut, kesal dsb.

Mulai detik ini, untuk teman-teman yang pernah gagal. Jangan bersedih. Kita boleh gagal hari ini namun kita tak tau keberhasilan kita itu datangnya kapan, bisa jadi esok hari atau beberapa waktu mendatang. Jangan pernah berhenti. Mari kita berjuang dan tunjukkan pada orang yang suka merendahkan kita bahwa kesuksesan tidak melulu diukur dengan standarisasi orang-orang kebanyakan. Semangat. Life is not only about this. Let's move on and fight for your life! emoticon-2 Jempol
Diubah oleh florista23
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di