alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Kenapa konten edukasi kurang populer?
4.89 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d50f512337f932e9b51e170/kenapa-konten-edukasi-kurang-populer

Kenapa konten edukasi kurang populer?


Kenapa konten edukasi kurang populer?

Pendidikan adalah sesuatu yang penting. Pendidikan anak sejak usia dini akan membantu sang anak dalam kehidupannya kelak. Bukan hanya pada anak tapi pendidikan itu penting bagi seluruh manusia.

Namun nyatanya, berpacu pada konten konten populer di internet, konten yang berbau edukasi kurang diminati atau peminatnya sedikit dibandingkan konten konten yang (jujur saja) tidak penting.

Coba saja lihat youtube, coba bandingkan video yang isinya seorang bayi makan bakso dengan video yang mengandung info info penting. Mayoritas video pendidikan memiliki jumlah view yang lebih sedikit dibandingkan video video unfaedah tersebut.

Kenapa hal ini bisa terjadi?

KESADARAN MASYARAKAT AKAN PENDIDIKAN MASIH TERGOLONG RENDAH

Alasan ini bisa dibilang hal paling penting. Bagaimana bisa seseorang memiliki minat untuk mencari tahu lebih jauh jika dia menganggap hal hal seperti itu tidak penting.

Jika seseorang merasa pengetahuan itu tidak penting maka untuk apa menghabiskan waktu dan kuota untuk itu? Lebih baik menghabiskannya untuk konten 18+ yang dapat memberikan kepuasan sesaat.

MERASA MAHATAU

Ini adalah sebuah penyakit yang mematikan, merasa bahwa kita mengetahui segalanya sehingga enggan untuk menghabiskan waktu pada sesuatu yang dapat merusak harga diri kita.

Orang orang seperti ini biasanya akan memikirkan segala sesuatu yang tidak mereka ketahui sendirian dan menganggap pemikiran mereka benar tanpa perlu melihat kebenarannya.

MEMANG SUDAH TAU

Kalo yang ini memang tipe orang yang cerdas beneran. Yang namanya sebuah pengetahuan itu jika sudah lengket maka tidak perlu di lihat lagi. Berbeda dengan hiburan yang bisa dilihat kapanpun jika merasa bosan.

Cobalah ambil contoh seperti video video lucu atau video musik. Wajar saja jika menontonnya berulang kali. Tapi wajarkah jika menonton video edukasi berulang kali jika kita sudah hafal isinya?

KONTEN EDUKASI TIDAK BEGITU BANYAK DAN CUKUP SULIT DIBUAT

Lihatlah kenyataan, penyedia konten edukasi membutuhkan dana. Untuk apa susah payah membuat konten edukasi tapi tidak ada yang melihat?

Karna tidak adanya income yang memadai maka para kreator mulai beralih haluan dengan membuat konten konten yang digemari masyarakat dan jadilah seperti sekarang.

KENYATAANNYA KONTEN EDUKASI MEMANG TIDAK MENARIK

Sad but truth.

Ngaku ayo, siapa yang sering ngantuk pas di sekolah?

Konten pendidikan di indonesia memang masih belum bisa menarik masyarakat agar tertarik dalam menontonnya karna cara penyampaiannya yang rumit dan yang namanya pengetahuan butuh dasar pengetahuan yang cukup.

Akibatnya masyarakat cenderung memilih tontonan yang sesuai dengan level mereka yakni tontonan tontonan *****

***

Pada akhirnya yang paling penting adalah edukasi sejak dini. Ajarkanlah anak anda (kalau punya) untuk rajin membaca dan jauhkan dia dari segala kebusukan yang ada di dunia maya dan mari kita support kreator konten edukasi untuk terus berkarya.

Sekian dari saya mari bertemu di thrad saya yang lainnya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jonwongndeso dan 32 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 8
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 7 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh ih.sul
berat mengakuinya tapi saya memang suka tidur di kelas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
triwinarti dan 8 lainnya memberi reputasi
konten edukasi biasanya dibaca saat diperlukan saja gan,
kalo cuma lagi nyantai, terus liat artikel/video edukasi lewat, males baca atau nontonin

nah pas butuh baru dicari, itupun via google

pengalaman pribadiemoticon-Hammer2
profile-picture
profile-picture
profile-picture
diandraps dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh mainanuang
Lihat 1 balasan
kalo edukasi mah sekali tonton cukup
profile-picture
profile-picture
profile-picture
bnoorraini dan 6 lainnya memberi reputasi
mending buka yg 18+ emoticon-Ngakak
profile-picture
profile-picture
adhelf dan gargantuar89 memberi reputasi
Quote:


Tidur bukanlah dosa
kenapa kita ngantuk
Diubah oleh ih.sul
edukasi edukasi yang isinya tips and trik yg judulnya rada klik bait biasanya mampu menarik pengunjung..

contoh : CARA CEPAT KAYA DALAM 1O MENIT SAJA !!

padahal setelah di klik cuma cas cis cus doank emoticon-Bingung (S)
Quote:


Emangnya siapa yang nggak mau kaya ganemoticon-Big Grin
Lihat tuh videonya kimi hime judulnya clikbait semua emoticon-Big Grin
Tapi klik bait nggak terlalu bagus gan.biasanya malah buat eneg
klo dari ane pribadi sih jarang merhatiin judul sih..

lebih ke arah topik yang dicari relevan gak.

contoh klo lagi ke youtube cari trailer film avengers. ya yang dilihat yang sekiranya isinya trailer..

klo ada judul klik bait tp isinya malah review atau parahnya spoiler, tak singkirkan emoticon-Ngakak (S)

---

kesimpulannya : yang bikin menarik sebenernya sesuatu yang dapat dilakukan / diraih secara instan...
memang miris , tp kalau kritik dikira hater
mbuh lah emoticon-Ngakak emoticon-Traveller
profile-picture
adhelf memberi reputasi
Quote:


Seperti cara langsing dalam satu malam?
Judul memang penting sih.kalo judulnya ngebosenin orang langsung malas baca. Makanya judul video kimi hime populer semua
kemasanya kurang menarik kali
Quote:


Klikbait itu nggak bagus gan
Quote:


Yang baik gimana
Balasan post mainanuang
setujuh ama nyang inih
emoticon-Kaskus Banget konten porno yng populer
karena materi edukasi sudah disampaikan di sekolah2 dan lembaga pendidikan formal/non formal. otomatis di luar itu masyarakat cari konten hiburan sebagai penyeimbang.
Quote:


Mungkin moto mereka : belajar itu di sekolah,main hp itu buat senang senang
Quote:


Uhhh, sebentar saya pikir pikir dulu
Quote:


Lama juga tak apa
Halaman 1 dari 8


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di