alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d5090d47e3a724523569902/main-film-bumi-manusia-iqbaal-ini-jembatan-generasi-saya--pak-pram

Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram

Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram

Bakal tayang tanggal 15 Agustus 2019 di seluruh bioskop di Indonesia, film "Bumi Manusia" diangkat dari buku berjudul sama karya sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Buku tersebut merupakan buku pertama dari tetralogi Buru yang ditulis Pram di dalam penjara pada tahun 1980. "Bumi Manusia" awalnya sempat ditawar dengan harga yang cukup tinggi oleh penulis internasional, Oliver Stone. Namun, akhirnya jatuh ke tangan Falcon Pictures dan digarap oleh sutradara Tanah Air Hanung Bramantyo.

Tokoh utamanya, penggerak cerita "Bumi Manusia", akan diperankan oleh Iqbaal Ramadhan. IDN Times mendapat kesempatan untuk mewawancarai langsung artis muda pujaan para remaja ini pada Jumat (9/11/2019) di Hotel Majapahit Surabaya.


1. Iqbaal mengaku proses riset sebelum perankan "Bumi Manusia" sangat terbatas
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Ditanya soal persiapannya memerankan Minke, Iqbaal mengaku proses riset yang dijalaninya cukup terbatas. Hal ini karena dia dituntut memerankan tokoh yang ada di masa lampau. Sehingga, tokoh yang diperankan itu ada sebelum dia lahir. Sehingga dia tidak melihat sendiri bagaimana kehidupan sosial, bahasa, dan budayanya. 

Quote:

2. Tidak berhasil tumbuhkan kumis, Iqbaal harus gunakan kumis buatan
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Demi sedekat mungkin dengan sosok Minke dari segi fisik maupun karakter, Iqbaal harus berperan secara maksimal. Demi mewujudkan itu, dirinya harus menaikkan berat badan sebanyak 10 kg dan menumbuhkan kumis. 

Quote:

3. Akan memainkan film yang cukup berbeda dari film-film sebelumnya, bahasa merupakan salah satu aspek paling penting yang paling berkesan menurut Iqbaal
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Biasanya main film yang bersetting masa kini, kali ini Iqbaal harus memenuhi tantangan main film bersetting tahun 1890-1918. Dari segala aspek, "Bumi Manusia" ini pastinya akan sangat berbeda dari film-film sebelumnya. Iqbaal mengaku bahasa menjadi salah satu hal yang paling berkesan dalam memainkan film ini.

Quote:

4. “Ini tanggung jawab yang besar, amanah yang besar"
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Seperti yang sudah kita semua tahu bahwa buku "Bumi Manusia" merupakan buku sastra Indonesia yang cukup 'berat' dari segi pembahasan dan cerita yang diangkat. Apalagi dengan jumlah 500 lebih halaman yang tidak mungkin diakomodasi semuanya ke dalam media film. Menurut Iqbaal memainkan peran yang ceritanya diambil dari buku yang telah diterbitkan ke dalam lebih dari 43 bahasa di dunia adalah tanggung jawab besar.

Quote:

5. Iqbaal optimis film "Bumi Manusia" bisa diterima dengan baik oleh masyarakat
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Iqbaal berharap jika "Bumi Manusia" meraih kesuksesan sama seperti film-film yang telah dimainkannya. Dia mengaku optimis film "Bumi Manusia" bisa diterima oleh masyarakat. 

Quote:

6. “Saya ingin film ini punya impact bagi penonton”
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Iqbaal yang tidak bisa mendeskripsikan sendiri barometer kesuksesan film itu seperti apa mengaku hanya ingin film yang dimainkannya ini bisa membawa impact bagi penonton. Dirinya yang sudah berusaha selama 3 bulan workshop dan 2 bulan syuting ini bekerja keras bersama dengan pemain dan kru lainnya. Kerja keras yang dilakukan untuk memvisualisasikan maksud dan keinginan Pak Pram dalam bukunya.


7. Adegan terakhir "Bumi Manusia", merupakan adegan yang diakui Iqbaal paling menguras tenaganya
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Selama proses syuting berlangsung, Iqbaal mengaku bahwa scene terakhir dari "Bumi Manusia" adalah adegan yang paling sulit. Adegan itu membuat Iqbaal harus mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya.

Quote:

8. Sempat merasa sangat capek, Iqbaal minta Hanung menyakitinya secara fisik supaya bisa perankan adegan terakhir
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Scene terakhir yang dibahasnya tadi ternyata membutuhkan usaha super ekstra dari seorang Iqbaal. Saking sulitnya, dirinya sampai butuh bantuan khusus dari Hanung Bramantyo.

Quote:

9. Memvisualisasikan sebuah karya besar bukanlah hal yang mudah
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Iqbaal dan crew film menyadari bahwa memvisualisasikan sebuah karya besar dan mendunia milik seorang Pramudya Ananta Toer bukanlah hal yang mudah. Dia sadar dengan difilmkannya buku ini akan ada ahli bahasa, literasi yang akan turut mengomentari. Tak hanya itu saja, bisa-bisa penikmat film yang akan menemukan satu sampai dua kesalahan dari detail yang disampaikan. Namun, pria kelahiran Surabaya ini telah melakukan segala usaha yang terbaik yang dia bisa untuk membuat "Bumi Manusia" cukup representatif.

Quote:

10. Anjurkan penonton untuk saksikan film "Bumi Manusia". Bagi Iqbaal film ini adalah jembatan antara generasinya dengan generasi Pak Pram
Main Film Bumi Manusia, Iqbaal: Ini Jembatan Generasi Saya & Pak Pram
Iqbaal mengaku, lahirnya film "Bumi Manusia" ini bisa menjembatani antara generasi Z dengan berbagai karya sastra milik Pramoedya Ananta Toer. Dirinya menyadari bahwa karya Pram yang impactful memang pantas dikenal bahkan untuk penonton dan pembaca yang tidak lahir pada zamannya.

Quote:
Hampir seperti deja vu, pemilihan Iqbaal sebagai Minke mirip-mirip dengan pemilihan Iqbaal sebagai Dilan. Pemilihan Iqbaal sebagai Minke memang pada awalnya tuai pro dan kontra. Banyak netizen yang tidak terima dengan keputusan pemilihan peran tersebut bahkan tidak sedikit masyarakat yang kontra dan tidak setuju.

Lalu pertanyaannya, apakah hal yang sama akan terulang kembali di Bumi Manusia?

Tidak ada yang tahu. Yang jelas, Dilan dan Bumi Manusia lahir pada zaman, niat, pemikiran dan tujuan yang berbeda jadi tentu tak bisa disamakan. Dan sekali lagi, tidak ada salahnya mengapresiasi dulu perfilman Indonesia dengan menonton visualisasi salah satu karya sastra besar Indonesia "Bumi Manusia" dengan menonton langsung di bioskop.

Jangan lupa saksikan filmnya langsung tanggal 15 Agustus 2019 dan berikan tanggapan pribadimu soal film ini ya!


Sumber : https://www.idntimes.com/hype/entert...mpaign=network

---

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di