alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4f908d8d9b177412349cc1/senyawa-yang-hilang

Senyawa yang Hilang

Senyawa yang Hilang, Januari 2019

Senyawa yang Hilang


Dingin menyambut malamnya kota Malang. Cuaca sedang tidak bersahabat. Awan hitam telah menyelimuti sore yang menyambut datangnya malam. Terlihat dalam kamar sosok lelaki kumal berambut pendek sedang asik bermain dengan jemarinya. Di pegang ponsel berukuran 5,5 inci sedang memanjakan dirinya dengan sebuah game online . "Alah, pada noob semua nih. Nggak ada yang bisa ngalahin kecepatanku" gerutu sombongnya mulai mengisi kekosongan dalam kamar. Tak heran jika dia begitu mahir bermain game tersebut, karena hampir paruh waktunya di buat untuk memainkan game itu untuk mengisi kesendiriannya.

Malam itu banyak lawan yang telah ia menangkannya dengan mudah, hingga pada suatu ketika di pertemukan oleh lawan yang hampir seimbang dengannya. "Devi" di bacanya lirih sambil fokus memainkan game itu. Pada babak pertama dia kalah telak dengannya. Sampai pada 3 babak berikutnya wanita itu tetap unggul darinya. Dari posisi yang sebelumnya berbaring karena begitu meremehkan lawan-lawan sebelumnya, kali ini dia langsung duduk dengan posisi siap melanjutkan babak selanjutnya.

"Ahaha, akhirnya kena kamu" tertawa kecil lega bisa mengalahkannya.
Begitu juga dalam 3 babak selanjutnya, dia bisa mengimbangi permainan wanita itu.

Pertempuran itu begitu seru dan tak ada habisnya bak perang dunia shinobi dalam episode terakhir Naruto Shippuden. Mereka saling beradu tak mau kalah. Hingga adzan isya' menghentikan peperangan mereka sejenak.

Sembari menunggu adzan isya' selesai berkumandang ia penasaran untuk melihat wajah jelas dari sosok wanita itu. Di lihatlah foto dari wanita tersebut pada profil dalam game, begitu menggemaskan melihat wajah mungilnya itu sampai ia tak sadar menekan tombol love pada profilnya. Tak lama kemudian di dapatinnya juga tap love back dari wanita itu.

Dengan sedikit malu, ia memberanikan diri untuk bertanya pada wanita itu
"lumajang mana mbak?"
Dengan cepat pesan itu terbalas "sukodono"
"Iyasudah, mau lanjut mainnya?" Lanjutnya.
"Terserah, invite aja" Balasnya.
Berlanjutlah pertarungan itu sampai beberapa babak.

Beberapa waktu kemudian wanita mungil itu berpamit sejenak. Di tunggulah dia yang menurut pria kumal ini dapat membuatnya tertarik untuk menantangnya bermain lebih lama.

Beberapa menit telah berlalu, wanita itu tak kunjung kembali. Besar harapan darinya untuk bisa bermain kembali bersama si mungil itu. Namun, harapannya telah pupus termakan waktu. Ia tak lagi kembali dalam obrolan hangat.

Ada dua kemungkingan. Pertama, wanita itu memang sengaja tak kembali padanya. Kedua, hari sudah larut malam. Mungkin ia sudah tertidur lelap diatas ranjangnya.
"Ah sudah lah, lanjut main lagi saja sama orang lain" gerutunya sambil kecewa.

Beberapa lawan telah di adu dengannya, namun terasa hening pasca wanita mungil itu menghilang. Ia begitu tak bersemangat mengalahkan lawan-lawannya.
"Devi, kamu dimana? Ayo bermain lagi" Bisikan hatinya yang sedari tadi mengulik-ulik perasaannya.

Malam itu adalah anugerah terindah yang telah di turunkan oleh tuhan padanya. Hujan lebatpun terasa hangat baginya karena hadir sosok permaisuri di balik jendela. Walaupun tak bertatap muka secara langsung. Baginya begitu dekat akan kehadiran dirinya.

Pertemuan pertama itu, membuatnya semakin ingin sekali lagi untuk terjun kembali dalam dunia perasaan yang ditaburi dengan cinta. Ia ingin berbagi perasaan dengannya dan ingin mengenalnya lebih jauh dari hari ini. Semoga, esok kau kembali.

*Senyawa yang Hilang*

Bersama hujan, tuhan memberiku hadiah
Yaitu kamu, kamu yang tiba-tiba hadir
Secara cepat kau menguasai perasaan yang dulunya membeku
Hati yang sebelumnya membisu tak berucap walau banyak wanita yang berlalu lalang melewatiku
Mungkin kau saat itu tidak sedang ingin mencuri hatiku, tapi hatiku dengan relanya kuberikan untukmu
Kau begitu unik, wajahmu begitu asik untukku pandang, walau kau sedang tak memakai pernak pernik
Hujan telah menggenangi pemukiman
Aku jadi teringat kata-kata "hujan adalah anugerah dari Tuhan"
Kini telah ku terima
Walau ada banyak yang tak ku sadari anugerah itu
Tapi kaulah mungkin satu satunya yang di berikan oleh tuhan kepadaku
Datanglah kembali bidadari mungilku
Kau bagai senyawa yang telah menghilang beberapa pekan
Bertanggung jawablah karena kau telah menghidupkan kembali perasaanku
Jangan pergi dariku, jangan pernah
Berjanjilah kita akan bertemu kembali
Berjanjilah untuk menemaniku lagi

emoticon-Kimpoi



Quote:
profile-picture
Dejavu15 memberi reputasi
Diubah oleh tuffinks
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Diubah oleh tuffinks
Numpang nyanyi yak
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
Aku bukanlah pengemis cinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
yang selalu saja mengalah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
Bila di putuskan cinta
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
dari sang kekasih
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
emoticon-Mewek
profile-picture
s.i.n.y.o memberi reputasi
Quote:


Cendolnya dong emoticon-Mewek
profile-picture
s.i.n.y.o memberi reputasi
mamam tuh cendol,
udah gw kasih sianida
Selamat innalillahi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
eghy dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post s.i.n.y.o
Quote:


emoticon-Baby Boy 1
profile-picture
s.i.n.y.o memberi reputasi
Quote:


emoticon-Sundul


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di