alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4f75b8b840886c2f017593/nyoman-dhamantra-gagal-hattrick-di-parlemen-malah-diciduk-kpk

Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK

Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK
Pemilik PT Cahaya Sakti Agro (PT CSA) Chandry Suanda (Afung) memasuki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (9/8/2019).
Anggota DPR lagi-lagi kembali terjerat dalam kasus dugaan suap. Kali ini, terkait kuota impor bawang putih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menciduk seorang anggota DPR RI Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra, Kamis (9/8/2019).

KPK menahan Dhamantra karena ia diduga memiliki peran mengurus kuota impor bawang putih sebanyak 20.000 ton. Nyoman diduga membantu proses perizinan importir bawang Chandry Suanda alias Afung, dengan komitmen fee sekitar Rp3,6 miliar.

Status Dhamantra sebagai anggota dewan membuat pemberi fee menganggap iamemiliki relasi dengan pemerintah yang memiliki kewenangan menentukan kuota impor.

Dhamantra saat ini duduk sebagai anggota Komisi VI DPR RI. Komisi VI selama ini memiliki lingkup tugas di bidang perdagangan, industri, investasi, dan persaingan usaha.

Sudah dua periode ia dipercaya oleh PDIP mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Pada periode 2014-2019 ia melenggang ke Senayan dengan perolehan hingga 70,5 ribu suara.

Namun pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu, politisi kelahiran Jakarta, 20 Desember 1960, tersebut bahkan tak masuk dalam daftar calon legislatif (caleg). Diapun gagal mencetak hattrick.

Dhamantra tak termasuk dalam empat petahana di dapil Bali yang dipercaya PDIP untuk kembali berebut kursi DPR. Menurut Nusabali.com, tidak dimajukannya Dhamantra diduga karena ia kurang berkontribusi dalam memenangkan PDIP dalam Pilgub Bali 2018.

Ia juga mencatat rekam jejak buruk saat menjabat anggota DPR periode 2010-2014. Tercatat pada masa sidang I tahun 2012-2013 (16 Agustus-25 Oktober 2012) persentase kehadirannya hanya 44 persen dengan tingkat izin 56 persen.

Mengutip data biografi anggota DPR, Dhamantra adalah sarjana ekonomi yang memiliki beragam bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Rims Energy Oil Company, yang bergerak dalam bidang perminyakan, menjadi komisaris PT Baruna Bahari Indonesia, yang bergerak dalam bidang perkapalan.
Harta berlimpah
Melihat usaha yang digelutinya, sebenarnya tak mengherankan jika ia memiliki harta yang relatif berlimpah. Bahkan mungkin banyak yang heran mengapa ia masih tergiur untuk korupsi.

Sebagai anggota DPR, Dhamantra terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 30 Juni 2016. Berdasarkan situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, kekayaan Dhamantra mencapai Rp25,18 miliar.

Rinciannya, ia memiliki harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp20,86 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Purwakarta, dan Tangerang Selatan. Sementara harta bergeraknya bernilai Rp1,31 miliar, terdiri dari lima mobil, yaitu Mercedes-benz Viano tahun 2001, Toyota Kijang tahun 2009, Daihatsu Xenia tahun 2006, Nissan Teana tahun 2010, dan Toyota Avanza tahun 2014.

Selain itu, ia juga memiliki barang-barang seni dan antik senilai Rp3 miliar, serta benda bergerak lainnya senilai Rp11 juta. Dhamantra melaporkan memiliki giro dan setara kas yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp5,67 juta. Ia tercatat tak punya utang.

Dhamantra ditahan oleh KPK bersama orang keperecayaannya, Mirawati Basri. Perempuan itu juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap impor bawang putih ini.

Ketua KPK, Agus Rahardjo, menyatakan tersangka Dhamantra dan Mirawati Basri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penangkapan oleh KPK tersebut bisa dibilang mengakhiri karier politik Dhamantra. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, PDIP langsung memecatnya.

Berawal dari pebisnis yang kaya, anggota DPR yang terhormat, Dhamantra kini mengenakan rompi kuning dan bakal meringkuk di sel Rutal Klas 1 Cabang KPK, Jakarta, selama 20 hari untuk menjalani pemeriksaan.

Jika nanti terbukti bersalah, dan nyaris tak ada tahanan KPK yang tak terbukti bersalah, Dhamantra bakal lebih lama merenungi nasib di dalam bui.
Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ah-diciduk-kpk

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK BMKG catat gempa guncang Pariaman berkekuatan M 5,3

- Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK Mega masukkan Risma ke DPP PDIP

- Nyoman Dhamantra, gagal hattrick di parlemen, malah diciduk KPK BMKG: Gempa guncang Bantul berkekuatan M 5,1

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di