alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kisah Tragis Pengabdian Taruna Akmil Blasteran Enzo Allie
3.75 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4f2fb7b8408878aa23bdcb/kisah-tragis-pengabdian-taruna-akmil-blasteran-enzo-allie

Kisah Tragis Pengabdian Taruna Akmil Blasteran Enzo Allie

Kisah Tragis Pengabdian Taruna Akmil Blasteran Enzo Allie

Liputan6.com, Jakarta - Ingin menjadi prajurit TNI yang saleh, keinginan seorang pemuda bernama Enzo Zenz Allie jauh sebelum menjadi Taruna Akmil.

Hal itu diutarakannya kepada guru kimianya saat duduk di bangku sekolah menengah atas, Deden Ramdani. Masjid Nurul Mahmudah, Al Bayan, menjadi saksi ucapan Enzo seusai salat asar.

"Enzo pernah menyampaikan ke saya kalau dia ingin menjadi prajurit TNI saleh. Itu saya merinding dengernya," kata Deden Ramdani, guru kelas Enzo, saat ditemui di ruangannya, Rabu 7 Agustus 2019.

Al Bayan berlokasi di Desa Bandulu, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Banten. Bila dari arah Kota Cilegon menuju Pantai Pasir Putih Anyer, maka sekolah SMA sekaligus pondok pesantren (ponpes) itu berada di sebelah kiri jalan.

Enzo merupakan putra dari pasangan almarhum Jean Paul Francois, warga negara Prancis, dan ibu seorang warga negara Indonesia bernama Siti Hajah Tilaria.

"Enzo selama di pesantren memang lebih tekun, lebih giat, lebih rajin dari siswa pada umumnya guna mengejar cita-citanya yang ingin menjadi militer," terangnya.

Sejak kelas 10 SMA di Al Bayan, Enzo Zenz Allie menang dikenal giat melatih kemampuan fisiknya, agar lolos menjadi Taruna Akmil. Bahkan, dia mampu push up 100 kali dalam sehari. Enzo juga kerap berlari di pantai Anyer saat sore hari.

"Tidak jarang saya melihat dia lari sendirian gitu yah. Bahkan, sebelum subuh pernah saya lihat (lari) sendirian. Karena dia menyadari akan ke Akmil," jelasnya.

Enzo memang terkenal gigih. Saat masuk ke SMA Boarding School Al Bayan, Enzo masih kesulitan berbahasa Indonesia. Mau tak mau, dia harus mendalami mata pelajaran tersebut kepada seorang guru bernama Yudi.

Bahkan, saat malam hari, Enzo mendatangi mess gurunya dan belajar di masjid sekolah untuk memperdalam Bahasa Indonesia.

"Ketika ada kesulitan biasanya curhat ke (guru bagian) kurikulum. Dia sampai minta tambahan waktu untuk privat Bahasa Indonesia. Saya persilakan silaturahim, baik ke rumahnya (guru) maupun di masjid," kata Deden Ramdani.

Di lain sisi, pihak sekolah meminta Enzo menularkan kemampuan Bahasa Prancis ke siswa lainnya.

Enzo lalu diangkat menjadi guru bagi teman-temannya untuk belajar Bahasa Prancis saat malam hari.

"Ada pekan bahasa namanya. Bahasa Prancis, dulu Enzo yang suka ngisi (mengajarkan). Kemudian Bahasa Inggris. Ada malam kebahasaan, bakda Magrib biasa dilaksanakan," terangnya.

Kini, Enzo Zenz Allie telah meraih mimpinya, menjadi Taruna Akmil.

Sosoknya mendadak viral setelah dirinya berbincang dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan Bahasa Prancis.

Namun, dari sinilah, masalah itu terjadi....

Tak lama setelah video percakapan Enzo dengan Panglima TNI viral, beredar isu bahwa pemuda blasteran Prancis bernama itu terpapar radikalisme. Isu ini berawal dari foto dalam akun Facebook Enzo Allié.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi menyampaikan, pihaknya sudah sangat selektif dalam menyaring para taruna Akmil. Termasuk kepada Enzo Zenz Ellie.

"Tidak (radikal). Kita kan ada sistem seleksi yang berbeda dengan seleksi orang mau kerja sif siang, sif malam. Ini untuk megang senjata dia. Jadi sudah selektif," tutur Sisriadi saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, TNI memiliki sistem seleksi mental ideologi. Mulai dari tes tertulis, wawancara, hingga penelusuran media sosial milik calon taruna akmil.

"Jadi itu sudah kita lakukan semua. Kalau masalah terpapar itu banyak orang terpapar. Mungkin mereka memberikan pendapat-pendapat tentang apa gitu," jelas dia soal Enzo Zensi Ellie.

Terlebih, selama masa pendidikan tiga bulan pun seluruh taruna akan menjalani pelatihan yang dapat membuatnya bersih dari berbagai pola pikir.

"Kemudian tiga bulan ini dia kan jadi nol lagi. Menjadi manusia biasa, bukan dengan segala ininya, mungkin bahasanya yang dia ahli itu bisa lupa itu. Pak Prabowo waktu masuk TNI kan dia tidak bisa bahasa Indonesia, bisa patah-patah. Wong sekolahnya dari kecil sampai SMA di Amerika kan. Zaman itu kita anti Amerika juga kan. Tapi enggak ada masalah. Sistem di TNI kita punya sistem untuk menyaring, namanya sistem seleksi dan klasifikasi. Jadi alat saringnya itu ketat sekali," kata Sisriadi.

"Kemudian potensi ekstremnya kita bisa baca di hasil psikotes, di hasil kepribadiannya. Kebaca di situ ini anak begini begitu. Kalau enggak lolos, dia kecoret di situ," Sisriadi menandaskan.

Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Hari Purwanto angkat bicara mengenai taruna Akademi Militer (Akmil) TNI, Enzo Zenz Allie yang diisukan terafiliasi organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Wawan menegaskan, mental ideologi TNI tak boleh melenceng dari Pancasila.

"Seorang perwira tak boleh cacat ideologi atau mengimani ideologi yang berbeda dengan Pancasila," kata Wawan dalam diskusi Enzo, Pemuda dan Kemerdekaan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Namun, lanjut dia, tudingan itu harus objektif.

Menurut dia, BIN sendiri tidak mau terjerumus dalam sebuah fitnah yang menuding taruna berbakat itu sebagai kelompok ekstremis.

"Karena kita juga tidak ingin terjebak di dalam sebuah asumsi saja, apalagi fitnah. Jadi semua ini harus objektif dan harus juga mendekati (menggali) dari semua pihak," ucap Wawan.

Keterangan terkait Enzo bisa digali melalui pihak keluarga dan orang terdekatnya. Di samping juga komunitas-komunitas yang pernah ia ikuti.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) siap membantu TNI jika diminta menelusuri jejak digital Enzo Zenz Allie, taruna akademi militer yang diisukan terafiliasi organisasi terlarang. Kominfo hingga kini belum mendapatkan permintaan dari TNI.

"Kami belum diminta untuk verifikasi, kalau diminta untuk pihak TNI , kami baru akan lakukan itu," kata Plt Kabiro Humas Kominfo, Ferdinandus Setu di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko percaya, TNI pasti akan melakukan penelitian personel secara ketat untuk mengetahui detail tiap taruna, termasuk Enzo.

"TNI itu mengenal namanya penelitian personel yang bertahap dan berlanjut. Jadi itu nanti akan terlihat dan diikuti dari waktu ke waktu. Apalagi dalam pendidikan itu akan diikuti dengan baik," kata Moeldoko di Unair, Surabaya, Sabtu (10/8/2019).

Dengan adanya penelitian yang bertahap dan ketat tersebut, Moeldoko yakin tiap taruna yang "melenceng" pasti akan ketahuan dan diberhentikan.

"Suatu saat orang-orang yang yang memiliki catatan-catatan itu pasti ketahuan. Kalau itu nyata-nyata pasti akan dikeluarkan. Apalagi di pendidikan. Itu pasti," kata Moeldoko.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 4
Indonesia memiliki banyak parpol yang sangat ketat dalam menyeleksi anggota sehingga semua nya sangat peduli pada rakyat, tidak mungkin tidur saat rapat, apalagi korupsi...

TNI juga sudah cukup memiliki sistem seleksi yang sangat ketat dalam perekrutan anggota nya...

Sistem yang sudah di miliki sejak sebelum September tahun 1965...

Capee ah...

Terserah ente aja deh mao di bikin apaan negara ini...

emoticon-Bingung
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sukakuda dan 6 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Cuma gegara kata saleh, merinding doi emoticon-Big Grin

bata only
profile-picture
profile-picture
profile-picture
claraclarachan dan 10 lainnya memberi reputasi
Nyatanya prajurit aktif juga bisa terpapar radikalisme.
Anggota polisi? Banyak juga!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan 7 lainnya memberi reputasi
Jadi satpam aja ente cuk .. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
red.putation dan 2 lainnya memberi reputasi
Hanya karena satu foto itu dan HTIdan sobat gurun lainnya....

Tapi ingat, orang mempertanyakan nasionalismenya itu, itu reaksi self defense yang alamiah juga.


Sekarang malah khawatir, dia kalau benar2 dipecat, bakalan lari full speed ke HTI beneran....
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nozomi.tojo dan 3 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Dipecat sih enggak deh kayaknya. Kan baru catar akmil.

Lagi juga masih ada tes psikologi dan sebagainya kok. Seiring berjalan waktu juga bakal ketawan nih anak terpapar atau gak.

Justru, kalau dia dipecat dan lari ke HTI malah semakin menguatkan asumsi pihak2 terkait yang menentang tuh bocah dari awal.

bata only
Diubah oleh red.putation
Lihat 1 balasan
ini kek "hikayat orang kalah" ae pakek judul "Kisah Tragis" emoticon-Big Grin

rame krn maknya, vs netizen tidak senang dgn hatespeech n overdosis-isme.
kalok tragis mah banyak atuh yg gagal bisa masuk atau gugur di tengah jalan emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

ambil hikmahnya ajah yak

emoticon-Salaman
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan luna8899 memberi reputasi
kalo memang terpapar kan tinggal bedil jidatnya ajaemoticon-Big Grin
profile-picture
luna8899 memberi reputasi
Buapaknya asli perancis gak? Ntar imigran afrika utaraemoticon-Ngacir
profile-picture
profile-picture
forbidenfive dan luna8899 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
banyak yang bahas ezo
profile-picture
profile-picture
trimusketeers dan luna8899 memberi reputasi
Ya udah, terlanjur masuk TNI. Sekarang dengan pendidikan TNI bikin dia 101% pancasila NKRI kalo dulu beneran ngikut2 hti.

Kalo dipecat, nanti malah jadi bahan buzzer organisasi laknat 212 dan semacamnya. Enzo malah bisa jadi agen hti beneran.
profile-picture
profile-picture
shotgunBlues dan luna8899 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Tragis emoticon-Najis
profile-picture
luna8899 memberi reputasi
Judul pake kata"tragis" mengiring opini pembaca kalau si enzo itu pihak yg benar dan sedang dizolimi...
emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)emoticon-Cape d... (S)

Masih diselidiki berarti masih pipty-pipty
profile-picture
profile-picture
profile-picture
killergodnana dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh bimo77
Lihat 2 balasan
Coba suruh baca Pancasila 10x pasti gerah kelojotan.
profile-picture
luna8899 memberi reputasi
Quote:


Yoi gan emoticon-Cool

Padahal cita cita dari kecil doi
profile-picture
luna8899 memberi reputasi
Quote:


Lu gak tidur brayemoticon-Kagets
profile-picture
luna8899 memberi reputasi
Balasan post bimo77
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kingoftki dan 2 lainnya memberi reputasi
Jangan biarkan arab jadi tni emoticon-Blue Guy Bata (L)

Bahaya arab radikal
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dalamuka dan 3 lainnya memberi reputasi
Khilafah khilafah banyak membuat orang jadi gila
profile-picture
profile-picture
masfuad2015 dan luna8899 memberi reputasi
Ngak ada usaha yang sia-sia
profile-picture
profile-picture
velocairaptor dan luna8899 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di