alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
“ Anak Mami “ Part Of Me ..
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4ed237b840881d781a4d56/anak-mami--part-of-me

“ Anak Mami “ Part Of Me ..

  
“ Anak Mami “
Part Of Me

 

Anak mami ….


Pulang tuh udah di telfon ,
Tuh “ Emak “ udah we a ..
Ntar dicariin “ Emak “ ..
Anak “ Emak “ anak “ Mami “ anak “ Ibu “ …….
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Beberapa hari yang lalu aku genap berusia 26 tahun ,
Tepatnya 31 juli lalu ..
umur yang dibilang sudah tidak muda muda banget ataupun belum tua tua amat ,
Bayu Pangestu ..
Bayi Juli yang dilahirkan dari pasangan Dilan dan Milea ....
*becanda*

Sedikit cerita kebelakang ,
Aku lahir dari orang tua yang notaben ny bersuku jawa , walaupun ibu lahir dan dibesarkan dikota Jambi ,
Tapi kakek dan nenek nenekku berlatar belakang suku jawa ,
sementara aku lahir dan dibesarkan di kota ini ..
Ya .. Jambi adalah kota kelahiranku .
Ibuku berprofesi sebagai ibu rumah tangga biasa , walaupun dulunya pernah mencicipi kerja di kantoran dan juru masak disebuah restoran ber tema kan lesehan ,
Sementara Bapakku lahir dari keluarga petani dan berpofesi sebagai buruh disebuah perusahaan swasta .

Tidak asing bagiku penisbatan “ Anak Mami “ yang dinisbatkan terhadap diriku sedari dulu .
Bentar ..
Sabar dulu ..

Masa kecilku terbiasa tinggal dengan nenek kakek dari Ibuku ,
Beberapa kali harus membiasakan berjaga jarak dengan ibu dan bapakku ,
Bukan tanpa alasan ..
Karena mereka harus bekerja diluar kota .
Walau sering terbiasa jauh dari orang tua , Aku lahir sebagai anak laki laki yang bisa dikatakan manja .
Terutama dengan Ibuku ,

Aku ingat ketika kakek dan neneku mengabarkan akan kepulangan Ibu ,
Hari itupun aku rela menunggu berjam-jam di halaman depan rumah , Menanti kepulangan Ibu .
Hal pertama yang dilakukan anak berusia 7-9 tahun pada saat melihat Ibunya yang lama tidak dijumpai adalah Menangis . Ya ..  air mata yang keluar dari mataku pada saat itu , mungkin sedikit pelukan juga ataupun “ rengekkan “ yang khas dari anak kepada orang tuanya .
Selang berapa lama setelah kepulangan Ibu , Biasanya bapak juga menyusul untuk pulang.
Selama menunggu kepulangan Bapak , Biasanya aku dimanjakan oleh Ibu dengan mengajak aku jalan kesebuah Mall , eh dulu bukan Mall sih , mungkin lebih tepatnya ke sebuah tempat perbelanjaan .
Di tempat tersebut , Surga bagi bayu kecil untuk menyomotin “ Jajanan “ ataupun “ Mainan “ .
Oh iya .. masih ingat beberapa tempat Bak Surga dulu seperti “ Mandal* “ , “ Matah*ri “ , maupun Food Court milik asing seperti  “ CF* “ .
Kalau Ibu sih lebih cenderung mengajak aku ke tempat perbelanjaan , membelikan aku makan-makanan seperti “ Chiki “-an atau membelikan aku Mainan , sementara Bapak …
Lebih cenderung mengajak aku ke tempat permainan seperti “ TimeZon*” dan sehabis bermain dilanjutkan untuk ber-makan ria .
Pola yang selalu sama ketika mereka pulang kerumah .
Dan berangsur selama bertahun tahun..
Butuh strategi bagi kakek dan nenekku ,
ketika harus memisahkan aku dengan orang tuaku ,
Ya ..
Mereka harus berangkat kembali untuk bekerja .
Biasanya dengan cara menipuku dengan kata kata manis seperti ..
“ Bentar ibu ke warung “
“ Bentar Ibu dan Bapak kedepan kerumah “ Pakde “ ( Kakak dari Ibuku ) “.
Atau kakek mengajakku untuk membersihkan kebun dan nangkepin (capung) di wilayah rumahku .
Dan ketika merasa tertipu dengan semua itu ,
Biasanya ya aku menangis …
tapi tenang .. tidak berlangsung lama .

Sedikit cerita tentang Kakek dan Neneku ( orang tua Ibu )
Kakek berprofesi sebagai pensiunan Telk*m sementara Neneku ya hanya Nenek nenek biasa ,
Maksudnya ya hanya Nenek Rumah Tangga .
Aku dan Kakek sama sama menyukai sepak bola dan catur ,
Biasanya untuk menghabiskan malam aku dan kakek bermain catur ataupun nobar sepakbola di stasiun televisi TVR* ..

Pada saat itu Kakek mengidolakan tim Juventus sementara tim favorit ku adalah Intermilan .
Walau sering kali terdengar omelan omelan kecil  yang dilontarkan oleh neneku , lantaran aku bermain catur atau menonton sepakbola hingga larut malam .
* Mungkin kode mau Wik-Wik an * BECANDAAAA !!!“ Anak Mami “ Part Of Me ..

Typical kakek adalah typical laki laki keras , tapi aku sendiri meyakini  walau bertypical keras ia adalah  laki laki yang menyayangi Istri , anak dan cucung-cucungnya .
Itu terlihat dari kesehariannya memperlakukan “ Kami “ .
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain Manja ,
Aku memiliki sifat pemalu dan senang dengan kesendirian * bukan jomblo * bukan juga * Homo * !!
Maksudnya seneng dengan keadaan sendiri , anti sosial , dan pendiem .
kalau di istilahkan dengan bahasa kekinian itu ya … Introvert2 gitu lah .

Mungkin anak anak seumuran aku pada masa sekolah dasar memiliki teman teman bermain yang banyak ,
teman bermain robot-robotan ataupun teman untuk saling berbagi khayalan .
Nyatanya..  aku lebih senang berkhayal dengan robot dan mobil mainan milikku  sendiri .

Aku bersekolah dasar disalah satu sekolah swasta di kota jambi ,
ini bersebrangan dengan keinginan kakek dan nenekku yang menginginkan aku bersekolah di Madrasah seperti cucung cucungnya yang lain .
Bukan tidak ada alasan ibu dan bapak menyekolahkanku di sekolah ini ,
karena dulu daya jelajah study yang ingin di tempa oleh orangtua ku terhadap aku cenderung lamban ,
harusnya aku diusia sekian diharapkan mampu membaca , menulis atau berhitung ..
tapi kedodoran atau sedikit terlambat dari anak anak pada umumnya ,
untuk itu orang tua ku mempunyai referensi sekolah swasta dengan ya … mungkin asumsinya
mengeluarkan sedikit biaya Mahal = cepat nangkep* .

Aku bukan anak yang memiliki track record pendidikan yang sangat baik ,
Yaa aku hanya anak anak biasa dengan kualitas track record pendidikan yang Standar-Standar saja ,
Sekolah dasar dari 33 siswa yaa mungkin prestasi dari hasil pencapaian nilai belajarku berada di peringkat 16 , 24 atau 26 .. oh ya pernah sesekali berada di peringkat 9 dan 10 .
* Untuk study sendiri aku punya BAB di lain cerita *
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Balik ke pembahasan awal ,
Aku bukan anak yang bisa di anggap seperi anak yang terlalu sayang terhadap orangtuanya .
Karena beberapa kali aku menggoreskan luka luka kecil terhadap hati Mereka .
Baik itu perkataan maupun perbuatan dari anak terhadap orang tuanya ,
Beberapa kali yang tak terhitung ..

Terkadang aku sebagai anak tega bersikap “ Bantah “ terhadap orang yang telah membesarkan aku.
Terkadang pula aku rela berbohong demi  suatu keinginan pribadi .
Seandainya mampu diputar kembali ..
Tapi ah sudahlah ..
Waktu tidak dapat kembali untuk memperbaiki ,
Tapi waktu tersedia untuk tidak mengulangi ..

Suapan tangan dari Ibu , adalah Suapan kasih sayang yang tidak mampu ditandingi oleh hal lain .
Gendongan , Nyanyian untuk tidur , dan Bimbingan doa sebelum tidur yang ia sajikan terhadap anaknya tidak mampu dibeli dengan mata uang manapun .
Sesekali bentakan kasih sayang yang dilontarkan Beliau ,
dimaksudkan agar anaknya paham dan menjadi Study tersendiri yang diberikan orangtua untuk anaknya.

Maupun ..
Senyuman Bapak ,
Dorongan ayunan lembut sepulang mencari nafkah , diayunkan untuk menghibur anaknya yang lelap tertidur seharian .
Tidak lupa beberapa kali kejutan kejutan dihadirkan untuk menyenangkan hati anaknya ,
Tas baru , Sepatu baru , ataupun Mobil Mobilan yang di rahasiakan sampai aku pulang dari masjid pada saat mengaji ..
Ya ingat betul momen itu ..
Melompat kegirangan tanpa mengucapkan terima kasih kepada Beliau .


Keringatmu ..
Jika harus dikumpulkan , tak mampu aku menyediakan tempatnya .
Anak Mami ..
Sering terdengar dari nenekku maupun keluargaku sendiri ,
dilontarkan bukan tanpa sebab ..
Melainkan ciriku yang menggambarkan kedekatanku dengan Ibuku .

Apa apa ibu ..
Apa apa ibu ..

Bu .. “Cebokin” …
Bu .. “Minta jajan” ..
Bu .. “Aku tadi begini dan begitu” ..
Bu .. “Makan” ..
Bu ..
Bu ..
Bu ..
Ya benar ..
Apa apa ibu ..

Hingga akhirnya aku tumbuh belasan maupun puluhan tahun saat ini ..
Perlakuan bayu kecilpun membuntuti hingga bayu besar .

Kemana ..
Jangan pulang malem malem ..
Dimana ..
Mau ngapain ..
Udah jam berapa ..

Ibu sendirian dirumah pulang dulu ..

Dari SMS , Panggilan tak terjawab , hingga ter-upgrade Pesan singkat WhatsUpp ….

Ada waktu dimana aku mempertanyakan sikap Ibu terhadapku ,
“ Ibu .. jangan nelfon nelfon , sms , kalo adek lagi diluar atau main sama temen .. malu lah “.

Dan jawaban ibu ketika itu , hingga membuatku menghentikan pertanyaan tersebut adalah ..
“ Beruntung kamu punya Ibu yang perhatian sama anakny , coba liat temen kamu ..
Diluar sana apa Orang tuanya masih merhatiinya ? , Ibu nanya hanya sekedar memastikan keadaan kamu diluar sana , bahwa kamu baik baik saja , bukan apa apa “.

Mendengar jawaban tersebut , berhentilah tanyaku sampai saat ini .

“ Kamu anter pulang .. jangan malem malem nganternya nanti orang tuanya marah”.
Pesan ketika anaknya dekat dengan perempuan .

“ Main jangan sampe malem , inget nanti ada apa apa “.
“ Aku kan cowo bu , ga mungkin bisa “Hamil” atau “Bunting” .

“Kamu cowo ga bisa bunting, tapi bisa khilaf “Bunting-in” anak perempuan orang”.
* Guyon ibu ketika terjadi debat dengan anaknya …

Ya terima kasih untuk semuanya .. Bu .. pak ..

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ya ..
Gambaran Kejadian diatas yang saya peragakan ulang dalam bentuk tulisan , hanyalah beberapa kisah yang ingin saya sampaikan , masih banyak keadaan ataupun kejadian yang menggambarkan saya sebagai anak dari orang tua saya .

Saya hanya membagikan sedikit kisah ,
dengan harapan mampu menjawab pertanyaan ataupun keresahan saya sendiri , ketika tidak mampu mendefinisikan perhatian orang tua saya terhadap saya anaknya,  yang mungkin terlihat oleh kalian teman , sahabat maupun rekan kerja saya . Maupun mungkin dari temen temen yang mempunyai keresahan yang sama dengan saya .

Menurut saya,
Anak mami dalam kehidupan saya adalah ketika saya mencoba berbakti dengan orang tua saya , dengan cara mengikuti nasihat nasihat yang mereka berikan kepada saya anaknya , ataupun berlaku sopan dan tidak membantah segala ucapan Baik yang di Niatkan baik pula dari mereka untuk saya .
Mungkin juga ada versi Anak mami lainnya entah itu apapun ….

Anak mami = tidak mandiri .
Tentu saya sangat tidak sepakat dengan anggapan seperti itu ,
Karena 2 hal tersebut adalah 2 hal yang berbeda
Tidak Apple To Apple .

Saya tidak selamanya bergantung dengan mereka ,
meskipun secara batin saya masih sangat ingin dekat dengan mereka sampai kapan pun .
Tapi Lahir ,…

ketika saya telah menyelesaikan 12 tahun pendidikan wajib ,
saya mampu bekerja sendiri dan mencari penghasilan sendiri ,
dan dari penghasilan tersebut walau tidak banyak saya melepaskan diri dari kebutuhan material yang disuguhin oleh orang tua saya ,
Alhamdulillah saya melanjutkan study dengan biaya yang saya cukupkan dari hasil keringat saya sendiri .
Ataupun lainnya …

Untuk itu Mandiri Vs Anak Mami itu kurang tepat ,
karena 2 hal tersebut mampu bersanding secara bersamaan .

Keberedaan peran orang tua menurut saya sangat vital , terutama untuk membentuk karakter kita sebagai anaknya ..
Diusia 6 – sekian tahun mungkin kita butuh orang tua untuk membimbing sekaligus menjadi guru dari Study Study formal yang kita jalani ,
Dan di usia 20 – kita anaknya akan menikah ,
Peran orang tua sangat penting menurut saya ,
Terutama sebagai penengah ketika kita telah menikah ,
Penengah ketika terjadi bentrok dengan suami/istri kita nantinya ,
Menjadi sahabat untuk mencurahkan hati ataupun sekedar ngobrol basa basi yang baik .

Terima kasih juga kepada temen temen saya yang kedekatan dengan orang tuanya mengalami sedikit masalah atau keadaan yang kurang baik ,
karena dari kalian lah saya mampu menerima dan semakin ingin berbakti dengan orang tua saya .


Bagi temen temen yang mempunyai masalah dengan orangtua nya ,
segera perbaiki lah ,
Manfaatkan waktu berbakti ,
karena tidak selamanya mata kita mampu menjumpai mereka didunia ,
ada masanya ketika kita merasa kehilangan,  disitu juga perasaan ingin mengulang kembali tiba.

Dan doakan saya ,..
Ada 1 keinginan besar yang belum mampu saya tunaikan

Ketika tulisan ini berumur 1 ,2 atau berapa tahun ..
Mudah Mudahan Tabungan saya telah cukup agar dapat memberikan kado untuk memberangkatkan Ibu dan Bapak saya ke Tanah Suci Insha Allah.

Mari saling ber-japri buat temen temen yang ingin berdiskusi .

Jazzakumullah khairan katsiran .
Tulisan ini belum sempurna.

Bayu Pangestu.



 






 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


profile-picture
profile-picture
profile-picture
ecolux dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Up Gan



GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di