alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4e9ff888b3cb680a35f97b/status-korporasi-tersangka-pembakar-hutan-perlu-diseriusi

Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi

Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi
Ilustrasi petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dengan cara memukul bara api yang membakar lahan gambut di Kawasan Desa Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Aceh Barat, Sabtu (13/7/2019).
Kepolisian Daerah Riau menetapkan 1 perusahaan sebagai tersangka kebakaran hutan dan lahan di Riau, Jumat (9/8/2019). Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menyatakan, dari penyidikan dan alat bukti mereka menetapkan PT SSS sebagai tersangka karena dinilai lalai dalam menjaga lahan gambut mereka dari kebakaran.

"Luas lahan perusahaan yang terbakar 150 hektare. Mereka (perusahaan) lalai dalam mengelola hutan lahannya, sehingga timbul kebakaran," kata Widodo, Jumat (9/8/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Direktur PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) Eben Ezer menyatakan akan bersikap kooperatif dengan status tersangka ini. Perusahaan bersedia membantu penyidikan polisi agar permasalahan ini terang dan jelas duduk perkaranya. "Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya seperti dikutip dari riauonline.co.id, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Eben, mereka tidak menyulut api di lahan konsesinya. "Kami tidak ada niat dan tujuan, baik sengaja ataupun tidak yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran," ucapnya.

Polisi bereaksi keras menangani kebakaran hutan setelah ada tekanan dari Presiden Joko 'Jokowi' Widodo. Selasa lalu, Presiden menekan, jika ada pejabat yang tak bisa mengatasi masalah ini akan dicopot.

Ancaman dari Presiden ini menjadi setitik harapan dan perlu diseriusi. Empat tahun lalu, Polda Riau menetapkan 18 perusahaan sebagai tersangka pembakar hutan. Setahun kemudian, mereka menghentikan status tersangka atas 15 perusahaan. Alasannya, tak cukup bukti. Oleh banyak pihak, penghentian status ini dinilai janggal.

Padahal tahun itu kebakaran hutan begitu luas dan parah-parahnya. Menurut Bank Dunia, kerugian yang ditimbulkan dari kebakaran hutan tersebut mencapai US$16,1 miliar, atau setara Rp225,4 triliun.

Tahun ini Riau menjadi provinsi juara dengan luas hutan yang terbakar.

Tak hanya membakar, asapnya juga meracuni warga Riau dan mampir ke negara tetangga. Asap ini pula yang bisa mempermalukan Presiden Jokowi di hadapan pemimpin negeri tetangga.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), wilayah sebaran asap makin meluas. Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyatakan, Sabtu (10/8/2019) pukul 10.00 WIB, asap terdeteksi di wilayah Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah dan mengarah ke Tenggara dan Utara.

"Tidak terdeteksi transboundary haze atau asap tidak masuk ke negeri tetangga yaitu Singapura dan Malaysia," ujarnya seperti dinukil dari detikcom.

Menurut pantauan BNPB, sebaran asap bertambah dan makin meluas di wilayah Riau atau Kalimantan Tengah. Sehingga kualitas udara di Kota Pekanbaru menurun pada tingkat kurang sehat (Konsentrasi PM10 sebesar 173). Sementara di Kota Palangkaraya kualitas udara pada tingkat sedang (konsentrasi PM10 senilai 126).
Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...erlu-diseriusi

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi Dana cadangan bencana bakal dikelola badan khusus

- Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi Kurban Iduladha hasil masakan chef hotel berbintang

- Status korporasi tersangka pembakar hutan perlu diseriusi Gerindra sebut "penumpang gelap" hasut Prabowo di Pilpres 2019

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
jangan kasih kendor


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di