alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Krisis Blangko e-KTP, 15.401 Warga Sragen Terpaksa Kantongi Suket
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4e77d09a972e16bb18b752/krisis-blangko-e-ktp-15401-warga-sragen-terpaksa-kantongi-suket

Krisis Blangko e-KTP, 15.401 Warga Sragen Terpaksa Kantongi Suket

Selasa 06 Agustus 2019, 14:51 WIB
Andika Tarmy - detikNews
Krisis Blangko e-KTP, 15.401 Warga Sragen Terpaksa Kantongi Suket
Petugas melakukan pencetakan surat keterangan pengganti KTP elektronik di Sragen. Foto: Andika Tarmy/detikcom
Sragen - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sragen tidak bisa melakukan pencetakan keping KTP elektronik, menyusul kekosongan blangko. Tercatat masih ada 15.401 warga Sragen yang belum mendapatkan fisik e-KTP hingga hari ini.

"Warga yang sudah melakukan rekam data, terpaksa kami buatkan suket (surat keterangan) pengganti KTP elektronik," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sragen, Haryatno Wahyu L Wiyatno, kepada detikcom di kantornya, Selasa (6/8/2019).

Kekurangan ini, lanjutnya, disebabkan karena kiriman blangko dari pusat nyaris tidak ada. Beberapa kali pihaknya meminta kiriman blangko ke pusat, namun yang dikirimkan jumlahnya tak mencukupi.

"Pekan lalu kita ke Jakarta untuk minta blangko, tapi hanya turun 500 buah. Tidak lama langsung habis karena permohonan perekaman baru mencapai 70 hingga 100 perhari. Dengan kondisi ini, jumlah warga pemegang suket akan terus bertambah," ujar pria yang akrab disapa Wahyu ini.

Untuk mengatasi permasalahan ini, Dinas Kependudukan melalui Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, telah melayangkan surat ke Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri. Isinya antara lain mengusulkan proses pengadaan blangko dengan model cost sharing pemerintah pusat dan daerah.

"Usulan ini untuk menghindari adanya kekurangan blangko, demi memenuhi hak warga masyarakat menuju Sragen tertib administrasi kependudukan," terang Wahyu.

Jika usulan ini disetujui, maka akan ada revisi Undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

"Dengan model cost sharing ini, ibu bupati menegaskan APBD Sragen sanggup dan siap," kata Wahyu.

Model cost sharing ini, lanjut Wahyu, sudah dilakukan dalam proses pengadaan blangko akte kelahiran dan kartu keluarga.

"Barusan kami mendapat kabar, usulan ini sedang dibahas oleh dirjen," pungkasnya.

(sip/sip)
https://www.detik.com/news/berita-ja...kantongi-suket
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Edited

PERTAMAX




Kalo bisa di persulit ngapai di permudah,anehnya blangko untuk kartu identitas anak itu ada,padahal saya yakin blangko nya sama,itu pengalaman di kota saya emoticon-Hammer
Diubah oleh banned.maniak
biasa aja

gue '2 taon pakai suket ga ada masalah.

buka rek ampe ngurus pasport ga ada masalah.

kalau bisa dilipat trus masukin mika utk STNK, Munculin yg ada fotonya
punya ku belom dapet dri 2017
Ya seng sabar, semoga blangko e-ktp lekas tersedia
Ane pun kemarin kehabisan blanko.ane penasaran apa disembunyikan,coba tes lewat orang dalam ,ternyata dah berbulan sudah kosong belum dapat kiriman blanko emoticon-Cape deeehh
lah ane ampir setahun setengah pegangannya cuma suket, mana udah pernah kecuci lagi
Dari zaman ane mulai ngurus KTP dulu, selalu alasan klasik 'blangko kosong'
alasan. di Kab Tangerang di permainkan setiap pengambilan di batasi 50 KTP.

sehari yang datang sampe 200-300an.

gak pernah dapet mau datang jam 4, subuh atau jam 2 dini hari buat pasang antrian.

setelah update di fb ada yang coba bantu, katanya punya temen di lantai sekian.

dia minta 150/KTP. gak sampe seminggu udah jadi.

urus sendiri capek bolak balik habis Waktu, Ongkos/Bensin tapi pelayanan kaya asu.

moga di baca nih sama pemda Tangerang yang main kaskus wkwkw
Quote:


hmm,,,
ya emg blangkonya kagak ada apa yang mau dicetak..


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di