alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Calon Ibukota Baru, Properti Kaltim Masih Stagnan
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4e73cee83c722e9c3400f1/calon-ibukota-baru-properti-kaltim-masih-stagnan

Calon Ibukota Baru, Properti Kaltim Masih Stagnan

Isu terkait dengan pemindahan ibukota baru pun diharapkan bisa menjadi salah satu pendorong tingkat permintaan properti untuk kurun waktu jangka panjang.
Ketua DPD Real Estate Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Bagus Susetyo mengatakan, tingginya harga komoditas selama periode tersebut menjadi momentum pengembang nasional untuk masuk ke wilayah yang berjuluk Bumi Etam ini. Sebut saja, Sinar Mas Land, Agung Podomoro Land hingga Ciputra Group.
Selama ini, Balikpapan dan Samarinda mengalami booming properti pada 2010–2015 dengan membidik kalangan induk usaha yang berkaitan dengan perusahaan minyak dan gas bumi serta batubara.
Dapatkan ulasan lebih mendalam tentang Rumah.com Property Outlook 2019 di sini (https://www.rumah.com/insights/rumah...tlook-2019-326)
Namun realisasinya saat ini, harga komoditas masih mengalami perlambatan membuat target penjualan para pengembang belum sesuai dengan yang diharapkan pada awal tahun ini.
Berdasarkan data Bank Indonesia, Indeks Harga Properti di Balikpapan dan Samarinda belum banyak berubah selama 3 bulan pertama tahun ini.
IHP di Balikpapan bertengger pada level 118,75 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya pada 118,72. sedangkan IHP di Samarinda sudah mengalami stagnasi sejak kuartal II/2018 dan masih bertengger di level yang sama yakni 103,30 selama kuartal I/2019.
“Sekarang sudah nggak bagus sejak 2015, penjualan hunian menengah atas turun 80%. Menjual satu unit dua unit saja sudah bagus. Kondisi sekarang ini aset masih banyak, konsumen terbatas, daya beli masyarakat turun. Ini problem-nya ekonomi melambat pertumbuhan nggak besar hanya 3,1%,”jelas Bagus.
Bagus mengungkapkan tidak banyak lagi ceruk pasar dari ekspatriat yang bisa disasar, akibat rasionalisasi karyawan besar-besaran oleh perusahaan minyak sawit dan batubara global sejak jatuhnya harga kedua komoditas tersebut. Penjualan untuk lot komerisal dan ruko juga menunjukkan hal serupa.
Dengan demikian, para pengembang pun mulai menyasar ceruk lain yakni masyarakat lokal Kalimantan di segmen menengah. Terutama, lanjutnya, saat ini banyak masyarakat yang membeli rumah untuk ditinggali (end user) ketimbang untuk berinvestasi. Sehingga harga hunian di atas Rp1 miliar kurang menjual.


Pengembang lokal juga mulai berpaling membangun rumah subsidi dan rumah tipe kecil sederhana di kisaran Rp300 juta ke bawah untuk bisa bertahan. Namun tentu saja, untuk rumah sederhana tersebut mendapat tantangan dari belum siapnya infrastruktur yang memadai.
“Selain itu sekarang blok-blok migas dari perusahaan naturalisasi juga sudah pasti memiliki rumah. Jadi yang bisa disasar keluarga baru milenial,”imbuhnya.
Di sisi lain, kondisi ini menjadi hal baik bagi konsumen yang ingin membeli properti. Sebab membeli properti selama periode ini, harganya akan jauh lebih murah dikarenakan fokus pengembang lebih untuk bertahan dalam ekonomi yang kurang baik,  tanpa melihat keuntungan besar dengan menawarkan gimmick yang lebih menarik. 
Sales & Promotion Kalimantan Section Head Sinar Mas Land, Budi Widiyanto mengatakan, pihaknya tidak memungkiri bahwa saat ini pasar properti kawasan ini memang belum pulih seperti 5 tahun sebelumnya.
Apalagi selama ini, perusahaan banyak menyasar segmen menengah atas untuk proyek propertinya seperti dari kalangan pengusaha, karyawan oil & gas, PNS, karyawan swasta.
Tahun politik, kata Budi, memang telah meredam investasi konsumen. Dimana sebelumnya banyak masyarakat kaya lokal Balikpapan yang membeli hunian lebih dari satu unit baik untuk dijual kembali ataupun sebagai aset.
“Tahun ini justru tidak lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Dari penjualan tahun ini selama semester I/2019, sulit bagi kami untuk mencapai target. Tapi revisi target memang belum dilakukan, karena penyesuaian biasa dilakukan pada Sepetember, sekaligus untuk menyusun rencana tahun depan,” ungkapnya.
Sebagai alternatifnya, Sinar Mas Land mulai memasarkan tipe rumah dua lantai dengan luasan mulai 47m2 untuk segmen keluarga muda dan kaum milenial.
Program ini ditunjang oleh kerjasama dengan perbankan program pemberian KPR milenial. Hal itu membuat tenor panjang, dan angsuran yang ringan pada awal tahun disesuaikan dengan tingkat penghasilan dan kemampuan kaum milenial.
“Yang terbaru kita membidik pasar kaum millennial. Harga yang ditawwarkan mulai Rp700 juta dengan DP 10% dan bisa dicicil 24 kali. Kami mencoba membangun kaum milenial untuk lebih bijak membelanjakan hasil dari kerja mereka, salah satunya dengan bangga menjadi kaum muda bisa memiliki rumah sendiri,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Independen Ciputra Grup, Tulus Santoso menjelaskan, pihaknya sendiri sudah memulai pengembangan properti di Kalimantan sejak 2011. Ia masih optimistis potensi pasar yang masih membaik secara jangka panjang, karena karakteristik Kalimantan sebagai penghasil komoditas yang utama.
Temukan beragam tips, panduan, dan informasi mengenai pembelian rumah, kpr, pajak, hingga legalitas properti



[url]https://www.rumah.com/berita-properti/2019/8/182264/calon-ibukota-baru-properti-kaltim-masih-stagnan [/url]

ayo diborong gan
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
masih wait n see
tar klo dah ada gerakan yg signifikan pasti akan naek tuh jual belinya
Nanti kalau sudah pindah juga bakalan booming lagi
Lihat 4 balasan
Balasan post 54m5u4d183
Quote:


mo ngincer apa, yg pindah, Ibukota ?
IKN/DKI Baru juga kalau jadi pindah kesana posisinya SAMA aja kaya ini

Quote:


nanti di DKI baru, 100% tanahnya d kuasai negara, jadi gak kaya Jakarta yg bisa seenaknya dan semua punya SHM, di DKI baru dr AWAL sudah d kuasai duluan oleh negara dan memang di rancang tak ada yg d lepas untuk di SHM kan. Kelak selain gedung2, para Pegawai/PNS - TNI - Polisi yg bertugas disana sudah disediakan Rumah Dinas untuk semua level tingkatan, tapi gak tau apakah berbentuk landed house atau apartement ?.

Kalau para PNS itu mo beli rumah sendiri yg pribadi, ya kudu keluar dr DKI/IKN baru memang, kaya ke Balikpapan atau Samarinda emoticon-Big Grin
tapi jaraknya bisa 40 - 80km dr DKI baru (setara kantor di Kemenhub pusat depan Monas, rumah di Deltamas CIkarang atau bahkan Puncak-Cianjur PP emoticon-Hammer ) emoticon-Ngacir
profile-picture
54m5u4d183 memberi reputasi
kalau cuma kantor pemerintahan ya lama lah merengek nya
Balasan post Uthe18
@Uthe18
berarti positifnya ke Kaltim ya om? bukan Kalteng? tq
Quote:


Yang pasti ibu kota negara yang baru pindah ke Kalimantan, soal lokasi sampai saat ini baru dirahasiakan.

Setidaknya efek dari kepindahan ibu kota negara bisa membuat geliat perekonomian di Kalimantan bisa lebih baik dari Jawa, termasuk sektor properti.
Masih nunggu kepastian.
Balasan post atrox
Quote:


kemungkinan besar ke Kaltim emoticon-Big Grin

Kalteng itu menang di luas wilayah dan relatif bebas dari penguasaan pihak lain emoticon-Smilie
tapi emang repotnya, di kota itu beneran kudu bangun dari "0" semua, pelabuhan terdekat hampir 300km, kota terdekat 149km (Palangkaraya), jalan hanyalah Trans Kalimantan selebar 7m doang, infrastruktur benar2 hampir 0 kalau di Kalteng emoticon-Smilie

Kaltim, udah diapit 2 kota besar (Bpn - Smd), udah ada jalan tol, Infrast relatif tersedia, Pelabuhan dan Bandara Internasional
Cuma jeleknya di Kaltim, masih ada lahan yg d kuasai pihak lain dan d sediakan dana Rp8 triliun untuk membebaskannya. Seperti gw bilang d awal, nanti DKI baru kan 100% tanahnya d kuasai negara, gak boleh pihak lain untuk menghindarai spekulasi
profile-picture
profile-picture
ryukaiser dan atrox memberi reputasi
bukit Suharto masih hutan


emoticon-Malu
Quote:


Statemen dr yg setara menteri nih
Balasan post 54m5u4d183
@Uthe18 gw sampe kebawa mimpi ibukota pindah ka Kalteng, deket dari tempat gw di pelosok Kalbar yg berbatasan dg Kalteng.
Tapi ya gpp, jelas Ibukota baru harus memikirkan infrastruktr pendukungnya seperti pelabuhan dan bandara, lagian Kalteng juga mayoritas lahannya gambut. perlu biaya besar untuk bikin bangunan diarea gambut.. btw makasih banyak infonya om..
Quote:


nggak lah... gw mah apa atuh.... emoticon-Ngacir

Quote:


tapi sebenarnya... dari hasil kajian d tahun kemaren itu 70-80% lebih memilih Kalteng kok hasil laporannya emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Ngacir

tapi ketika rembukan ma pemilik duit, lalu itung2an anggaran, rembug ma PUPR terkait teknis d lapangan kelihatan mana yg lebih gede keluarkan effort nya antara Kalteng - Kaltim emoticon-Malu

Tapi semua kajian sudah d buat, pertimbangan sudah sudah lakukan kini tinggal 20-30% lagi yaitu keputusan MUTLAK sang Decision Maker mana yg mo dipilih emoticon-Cool
profile-picture
atrox memberi reputasi
Quote:


Itu doa dpd pas tanggal 16 agustus 2019, ngeri sedep minta KalTim emoticon-Leh Uga:

https://m.detik.com/news/video/19081...ndah-ke-kaltim


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di