alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
ICOR Indonesia masih tinggi, Menkeu: Kualitas pendidikan dan birokrasi jadi penyebab
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4e2ef5a727681f352b5e5b/icor-indonesia-masih-tinggi-menkeu-kualitas-pendidikan-dan-birokrasi-jadi-penyebab

ICOR Indonesia masih tinggi, Menkeu: Kualitas pendidikan dan birokrasi jadi penyebab

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rendahnya efisiensi dalam perekonomian Indonesia menjadi salah satu penghambat utama mencapai pertumbuhan ekonomi secara optimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan i ncremental capital-output ratio alias ICOR Indonesia yang masih cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain, yaitu di atas 6. Padahal, rata-rata negara Asia Tenggara memiliki ICOR di kisaran 3-4.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berpendapat, pertumbuhan Indonesia sulit terpacu tinggi lantaran produktivitas sumber daya manusia (SDM) masih rendah. Rendahnya pendidikan dan terbatasnya kemampuan SDM membuat biaya investasi untuk mendorong pertumbuhan semakin mahal.

"Sudah hampir 10 tahun kita berkomitmen menganggarkan 20% APBN untuk pendidikan tapi hasilnya belum juga maksimal. Ini terlihat dari skor Program for International Student Assessment (PISA) yang belum setinggi negara-negara lain,” kata Sri Mulyani, Jumat (9/8).

Bappenas pernah mencatat, jika Indonesia mampu meningkatkan skor PISA setara Thailand ke level 420, itu akan meningkatkan 0,6% pertumbuhan ekonomi tahunan Indonesia selama 2020-2060 dari baseline.

Sri Mulyani mengakui, optimalisasi pemanfaatan anggaran pendidikan yang sangat tinggi itu menjadi tantangan. Isu seperti desentralisasi atau delegasi kewenangan di daerah, misalnya, menjadi salah satu yang peling krusial lantaran pemerintah perlu bersinergi dan saling sinkron dalam mencapai kualitas pendidikan yang seragam di seluruh Indonesia.

"Belum lagi sepertiga pendidikan kita ada di bawah Kementerian Agama, dalam bentuk Madrasah dan sebagainya," kata Menkeu.

Selain kualitas SDM, menurut Sri Mulyani, tingginya biaya investasi juga disebabkan rumitnya birokrasi di Indonesia. Meski kebijakan reformasi birokrasi telah dijalankan, desain sistem yang efisien belum juga terwujud sepenuhnya sehingga justru menjadi beban ekonomi yang tinggi.

"Di republik ini, terrlalu banyak pembahasan daripada yang dikerjakan. Hal-hal yang sifatnya hanya penunjang justru mendapat porsi besar, sementara substansinya tidak," pungkasnya.

Bappenas sebelumnya mengutip laporan World Economic Forum Executive Opinion Survey 2017, menunjukkan, korupsi dan birokrasi yang tidak efisien dianggap sebagai faktor paling bermasalah dalam berbisnis di Indonesia.

https://m.kontan.co.id/news/icor-ind...-jadi-penyebab
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
"Di republik ini, terrlalu banyak pembahasan daripada yang dikerjakan. Hal-hal yang sifatnya hanya penunjang justru mendapat porsi besar, sementara substansinya tidak," pungkasnya.

TGUPP itu contohnya
gimana kualitas mau rendah kalo manusianya sibuk mikirin ibadah n agama mulu, sebagai dalih atas kemalasan dan ketidakmampuan utk berpikir logis dan bersaing sehat, ga punya passion utk meningkatkan standar, memperbaiki dan tampil ditingkat dunia, benchmarknya selalu agama dan negeri para ontak, ghiroh agamanya tinggi, dikit2 sensi, giliran disuruh kerja males2an dan ga punya daya inovasi/kreasi yg efektif/efisien, males berubah, pengen duit cepat dan banyak sambil ongkang-ongkang kaki, akhirnya memilih jadi ormas tukang palak, atau jadi ASN yg terjamin tunjangan pensiun sambil ngarep duit proyek, duit perijinan KTP dll, sambil berbalut agama merasa diri paling suci, hidupnya makan, tidur, berak, kerja seadanya, menghasut dan urusin agama ibadah orang dan berharap mati masuk surga, begitulah siklus hidupnya tiap hari emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4nt1.sup3r dan 6 lainnya memberi reputasi
Tantangan bagi pemerintahan Jokowi di periode ke dua nantinya bagaimana meningkatkan kwalitas pendidikan
Semua butuh investasi namun Indonesia investasi kebanyakan buat akhirat coba kalau tuh duit buat upeti ke Padang pasir dipakai buat investasi apapun hasilnya bakalan massive dan perkembangan bakal luar biasa.
Sepengetahuan gw indon tuh butuh saingan buat maju, kalo dulu krja rodi dan romusha harus dipecutin dulu sama penjajah biar mau jalan, sekarang kalau mau maju pakai persaingan dengan tenaga dari luar negeri. Trust me it works.
profile-picture
4nt1.sup3r memberi reputasi
Lihat 5 balasan
Masalah utama dipendidikan jelas terlalu banyak pelajaran nggak penting makanya ilmunya dangkal. Dari sd sampai universitas belajar pendidikan agama. Gimana nggak penuh pikirannya. Materi di dunia yang dipelajari itu tidak pernah dan tak akan pernah semakin sedikit namun pasti dan pasti setiap detiknya semakin banyak dan luas.
Balasan post jeffrey.maulana
Secara teori nggak kaya begitu karena namanya pekerja luar negeri itu duitnya ngalir keluar negeri artinya tambah miskin Indonesia. Dalam rumus lingkaran setan atau vicious cycle maka kemiskinan itu selalu membuat kemiskinan tambah banyak tidak pernah tambah sedikit. Solusi hutang namun hutang kalau gagal jelas memperparah kemiskinan jua
Revolusi mental masih jadi sorotan nih
Gimana nih progresnya? emoticon-Big Grin
Lihat 1 balasan
Balasan post RivzGowtama
Tidak akan memecahkan masalah karena sudah terlalu banyak pelajaran tentang moral di indon ibarat otak tuh sudah penuh dipaksa bisa bisa otaknya meledak.
profile-picture
RivzGowtama memberi reputasi
Susah....

Kalau lihat negara2 seperti Jepang dan Jerman... Jepang itu mentalnya dari sananya perlu pendidikan. Jerman menggratiskan sekolah. Mereka tahu betul pendidikan itu penting.

Di sini? Yang ortunya sudah bayar saja, anaknya masih suka molor nggak jelas entah ke mana. Sampai saya sendiri pun, nggak pernah bolos hanya karena saya tahu itu salah, tapi nggak mikir mengapa itu penting.
Celakanya kebiasaan ini kebawa ke jenjang yang lebih tinggi. Dari bawah sampai pejabat pun banyak yang molor.


Harus bisa meningkatkan mutu pendidikan. Gratiskan sekolah lebih luas lagi. Tanamkan pentingnya pendidikan bagi anak2.
Diubah oleh lupineprince
Lihat 1 balasan
Balasan post lupineprince
Quote:


yang digratiskan malah disia-siakan emoticon-Entahlah
Quote:


maksudnya kebanyakan fgd focused group discussion tanpa implementasi itu gan.

banyak acara fgd di birokrasi itu lepas dari fgd hasil fgd yah gitu dah.
Balasan post slider88
@slider88 fakta di lapangan setelah banyak saingan dari luar bumn model pertamina dan lainnya mau berbenah menjadi lebih baik, hal yang sama juga bisa diterapkan buat tenaga kerja mulai dari yang kasar sampai yang tenaga ahli, persaingan bisa meningkatkan performa kerja dan kemajuan bangsa, itu adalah pecut modern ketimbang pecut model kuno macam rodi atau romusha yang gak produktif
Diubah oleh jeffrey.maulana
20% dari APBN habis untuk gaji dan pendidiknya.
biaya sekolah ditanggung pemda setempat jadi masih ada yang putus sekolah
Balasan post jeffrey.maulana
@jeffrey.maulana fakta di lapangan mbahmu pertamina aja sampai sering jual jual aset ke asinv karena tekor. Berbenah dan hebat darimananya. Loe denger Pertamina kian hari teriak teriak rugi juga kayak mau tewas. Padahal statusnya nggak penuh milik pemerintah tetapi mewek terus ke pemerintah.


Percuma dipimpin asing sekalipun kalau aturan Indonesia tidak seperti asing.
Diubah oleh slider88
Balasan post slider88
@slider88 rugi jelas tapi pelayanan di spbu jadi lebih baik dr sebelumnya, lo belum tau aja spbu jaman harto gimana
Balasan post jeffrey.maulana
@jeffrey.maulana pelayanan mah gak ngaruh ma kekayaan. Disini kita fokus keuntungan kerugian pelayanan jelas Indonesia makin jago makanya Indonesia exportir babu apa itu membuat loe bangga?


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di