alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil
4.75 stars - based on 4 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d9f34b840882b5801d82c/ketua-regu-putri-itu-bernama-oris-lengkapnya-orisinil

Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil

Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil
Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil


"Cepat turun!" perintahku pada gadis kampung yang duduk di belakang jok motorku.

"Tapi, Kak. Ini masih lumayan jauh ke sekolah."

"Nggak usah protes, emang seneng boncengin cewek kampung macam kamu, malu!"

Oris turun dari motorku, kemudian berjalan menyusuri trotoar, menuju ke sekolah yang jaraknya kira-kira kurang setengah kilo meter. Emang enak, aku kerjain?

"Awas! Kalau berani bilang Mama, tak sumpahin ngejomlo terus seumur hidupmu!" teriakku, setelah itu tancap gas, kabur meninggalkannya.

Begitulah hampir setiap hari gadis itu aku turunkan sebelum sampai Sekolah.
Dengan ancaman yang berbeda-beda setiap harinya.

***

Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil


Aku berlari menjejeri langkah Bu Prita, berharap guru pembina Pramuka itu mau mendengar penjelasanku untuk tidak memilih Oris, sebagai salah satu wakil dari SMA 01 Doro untuk mengikuti kemah dalam rangka memperingati hari Pramuka.

"Alasan apa, Ibu tidak boleh memilih Oris?" tanya Bu Prita menghentikan langkahnya.

"Dia itu kampungan, udik, udah gitu dekil lagi."

"Siapa bilang, dia manis kok," kata Bu Prita selanjutnya, sambil membetulkan letak kacamatanya yang agak miring.

"Percaya deh, Bu Prita bakalan nyesel milih dia."

"Adriyan, kamu ini kenapa? Sejak murid baru itu pindah kemari, bawaannya uring-uringan mulu, ada apa? Cerita sama Ibu kalau ada masalah."

Sebelumnya hidupku tenang dan damai, hampir tak ada masalah berarti yang aku alami, tapi sejak gadis kampung itu tinggal di rumah, banyak masalah menghampiriku.

Namanya Oris, mau tahu nama lengkapnya? Orisinil. Itu yang membuat aku tertawa terbahak-bahak, begitu gadis kampung itu memperkenalkan diri.
Rasanya langsung kebelet kencing.

"Kok, Kakak tertawa, emangnya ada yang lucu?" tanya gadis lugu di hadapanku.

"Lucu aja, kok ya ada nama Orisinil. Sumpah ini lucu! Emang nggak ada nama yang lain yang lebih keren gitu."

"Nama itu pemberian orang tua, Kak. Masa iya kita mau protes, mana bisa. Wong kita masih bayi."

"Adriyan, ngapain juga kamu mempersoalkan nama Oris, menurut Mama, itu keren. Mama juga belum pernah dengar ada nama Orisinil selama ini, berarti Bapaknya, Oris ini hebat."

Terus ma, terus saja puji dia, sampai dia melambung ke langit tujuh. Sejak saat itu, mama sering muji-muji dia, apa saja yang aku lakukan di mata mama selalu salah. Satu yang membuat aku jengkel, setiap ke sekolah harus bareng dengan anak udik kampung itu.

"Haii, kamu melamun?"

"Eng ... enggak Bu, cuma heran saja sama Ibu, anak yang lebih pintar dari Oris 'kan banyak, kenapa tetap pilih dia."

"Keputusan Ibu, nggak bisa diganggu gugat, itu pilihan terbaik. Ibu lihat dia punya potensi."

"Ibu jangan nyesel ya, kalau sekolahan kita nggak jadi juara bertahan lagi."

"Adriyan, sudahlah kamu fokus saja di regumu."

"Akan kubuktikan pada Bu Prita, kalau regu elang bakal meraih juara umum. Kalau sampai regu putri juara satu, ...."

"Kok nggak dilanjutkan?"

"Aku janji bakal nyuci piring lima hari di rumah Bu Prita."

"Beneran?" tanya Bu Prita melebarkan jendela matanya.

"Bener!"

"Kalau nggak juara?"

"Ya, Bu Prita harus konsekuen, suruh Oris pindah dari sekolah ini."

"Oke, deal!"

Menjadi juara umum adalah obsesi terbesar dari regu elang, kami berlatih sungguh-sungguh, dalam mengingat sandi morse, sandi rumput, tali temali dan acara untuk pentas api unggun tentunya.

"Pokoknya kita harus menang!"

Kukobarkan semangat pada teman-teman satu regu, pantang menyerah. Jangan sampai regu elang kalah sama regu melati.

***

"Hati-hati, bumi perkemahan Lingga Asri itu di hutan, masih banyak binatang liar, kalau malam dinginnya minta ampun, bawa jaket, minyak kayu putih, jangan lupa bawa selimut juga, itu Oris dijgain juga, jangan sampai kenapa-kenapa. Tanggung jawab dengan tugasmu."

Pesan dan nasihat mama panjangnya melebihi rel kereta api, harus ini, harus itu, mesti begini, mesti begitu, pokoknya tuh emak-emak rempong banget. Masak iya anak cowoknya yang sudah SMA ini, mau kemah mesti bawa bekal makan setengah karung, yang benar saja.

"Mama, khawatir nanti kamu kelaparan di sana."

"Nggak bakalan, Ma. Kita 'kan udah iuran."

"Biar, Oris yang bawakan, Tante. Nanti di sana biar Oris kasihkan Kak Adriyan."

"Udah nggak usah banyak omong, cepetan entar terlambat!"

"Baik, Kak."

Setelah kami bergantian mencium punggung tangan mama, kami langsung pamit berangkat. Semilir angin pagi mengiringi keberangkatan kami untuk berkemah.

Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil


Udara terasa sejuk, jalanan naik turun, berjejer pohon pinus di kiri kanan jalan, seakan menyambut kedatangan kami regu kontingen dari SMA 01 Doro.
Sesampai di bumi perkemahan Lingga Asri, kami langsung mencari tempat untuk mendirikan tenda.

Upacara pembukaan dimulai pada pukul satu siang, setelah upacara pembukaan selesai kami makan siang bersama.
Makan di perkemahan sungguh rasanya luar biasa nikmat. Makan bersama-sama tentunya membawa berkah.

Ketua Regu Putri Itu Bernama Oris, Lengkapnya Orisinil


Kegiatan sore baru saja selesai, rasanya lelah sekali, kuselonjorkan kaki keluar tenda. Reno dan Robin sibuk dengan barang bawaan yang belum sempat dirapikan, tapi keburu upacara pembukaan

"Adriyan, ada yang nyariin tuh." tunjuk Reno, pada gadis berjilbab yang berjalan ke arah tenda kami. Mau apa gadis itu?

"Kak, aku cari-cari, tenda Kakak, ternyata ada di sini. Cuma mau ngasihkan minyak kayu putih ini. Tadi lupa Kakak masukkan."

"Sudah bawa sini. Cepat kembali ke tendamu!"

"Galak amat sih, Ad. Hai Oris, pa kabar?" tanya Reno.

"Baik, Kak."

"Oris! Kamu nggak dengar aku bilang apa barusan?"

"I ... Iya, maaf."

Kemudian Oris cepat berlalu dari hadapanku. Reno dan Robin saling pandang, kemudian duduk di sampingku.

"Jangan galak-galak sama cewek, entar jatuh cintrong," goda Reno.

"Iya nih, sepertinya cocok lho sama Oris, sama-sama ketua," timpal Robin.

"Cocok dari Hongkong. Cocok kok sama cewek songong," kataku sambil masuk ke tenda.

Acara api unggun segera dimulai, kami baru saja mengumpulkan ranting kering, udara malam terasa dingin menusuk tulang. Baru saja api unggun mau dimulai, terdengar kabar dari regu melati, kalau Oris ketua regu melati, hilang entah ke mana.

Kami semua sibuk mencari Oris, tapi nihil, tak ada yang tahu di mana keberadaan gadis itu. Ada yang bilang, kalau Oris dibawa lampor. Hantu yang muncul di sore hingga malam hari.

Perasaanku tak karuan, tiba-tiba merasa kehilangan. Kejadian demi kejadian bersama Oris yang hampir satu bulan ini, seperti film yang diputar, satu persatu muncul di otakku.

Sampai hampir larut malam Oris belum juga ditemukan. Mau memberi tahu mama, takut aku yang disalahkan. Udara semakin dingin menusuk tulang.

"Di mana kamu Ris? Aku janji, nggak akan nurunin kamu lagi di jalanan, kalau sekolah."

Kami terus mencari Oris, bahkan sampai ke desa terdekat, rasanya hampir putus asa. Bu Prita kelihatan sangat lelah sekali.

"Terakhir kali kalian bertemu kapan?" tanya Bu Prita dengan panik."

"Tadi sore saat dia memberikan minyak kayu putih."

"Dia baik-baik saja, 'kan?"

"Iya, Bu."

Setelah sekian lama berjalan akhirnya sampailah kami di salah satu rumah penduduk, rumah yang terletak di ujung desa, degan hati-hati kami mengetuk pintunya.
Beberapa saat munculah seorang gadis sedang menggendong anak kecil berumur kira-kira dua tahun.
Jantungku berhenti sejenak begitu melihat gadis dengan wajah tanpa dosa itu. Dialah Oris.

"Oris! Kamu di sini nak? Kami khawatir sama kamu. Mengapa pergi dari perkemahan?"

Mulanya aku mau marah, tapi begitu mendengar penjelasannya, rasa marahku lenyap seketika. Ternyata Oris menemani tiga anak kecil-keci yang ditinggal ibunya ke kota, untuk menjalani operasi Caesar, karena sulit untuk melahirkan normal. Di rumah gubuk yang sedikit reot ini, tak ada yang menjaga bocah-bocah kecil dengan wajah tanpa dosa.

Oris menemukan sang Kakak yang baru berumur lima tahun sedang mandi di sungai sambil mecuci baju, tak tega Oris mengantarnya kerumah. Itulah cerita gadis itu padaku, sambil takut-takut kalau aku marah.

Aku jadi malu, ternyata dialah Pramuka sejati itu. Yang rela menolong tanpa pandang bulu. Dialah Orisinil ketua regu putri yang semangatnya luar biasa.



TAMAT


Pekalongan 9 Agustus 2019
sumber gambar pejuangpramuka.blogspot.com, brillio.net app, documen pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TaraAnggara dan 19 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh trifatoyah
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Oris, lengkapnya Orisinil
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 2 lainnya memberi reputasi
Salam Pramuka
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Cahayahalimah dan 2 lainnya memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh radheka
Keren ceritanya kakemoticon-Angel
Aku belom buat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 2 lainnya memberi reputasi
Oris keren
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Terima kasih, ayo buruan buat
Quote:


Terima kasih,
profile-picture
iissuwandi memberi reputasi
Quote:


Wah bunda enih ceritanya bikin baper dan bikin hayalan aku melayang mencoba mengikuti alurnya...keren deh
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


Begitulah seharusnya jiwa pramuka, rela menolong..

Mantap bund
profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:

Terima kasih udah mau mampir, salam Pramuka
Quote:


Tolong menolong dalam kebaikan. Salam Pramuka
profile-picture
iissuwandi memberi reputasi
Benar-benar pramuka sejati, langsung aksi. Love Oris

Namanya keren, Orisinil😅
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan trifatoyah memberi reputasi
Quote:


Hidup pramuka sejati
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan iissuwandi memberi reputasi
luar biasa Oris(inil).. sikap yg mesti diteladani emoticon-Cool
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
emoticon-Matabeloemoticon-Mewek baper2 romantis.
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
Quote:

Teladan yang baik ya kan
Quote:

Romantis-romantis baperemoticon-Swissemoticon-Swiss
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
wadaw oris nama lengkap orisnil berarti selalu ORI tuh kagak KW 😂
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
keren pilihan namanya. aku pun ngakak. oris siapa nya adrian kok satu rumah ?
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
Iya dong, tentu teladan yang baik emoticon-2 Jempol
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
Tetap berkarya Sis!
profile-picture
trifatoyah memberi reputasi
Quote:


Emang nggak bakal KW sampai tua.
Quote:


Anak teman akrab mamanya, dari kampung nimbang ngekos, ngirit di ongkos 😁😁😁
profile-picture
agungdar2494 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di