alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d80a14601cf3bda2bde0f/7-fakta-spandau-prison-penjara-khusus-untuk-pejabat-penting-nazi

7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi

7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, semua kekejaman yang dilakukan oleh rezim Nazi diungkap selama pengadilan Nuremberg. Para pejabat senior Nazi yang masih hidup dituntut selama persidangan, dan banyak yang dijatuhi hukuman mati karena keikutsertaan mereka dalam Holocaust.

Tujuh pejabat Nazi — termasuk penerus Adolf Hitler, Karl Donitz — dijatuhi hukuman penjara di Penjara Spandau, Berlin. Kisah mereka di dalam Spandau sebagian besar dilupakan, dan penjara itu sendiri sekarang diubah menjadi kompleks pertokoan.

Tetapi tahun-tahun mereka di Spandau rupanya agak menarik, karena "Spandau Seven" adalah campuran esentrik dari para penjahat dan jenius di dalamnya. Berikut 7 fakta tentang Penjara Spandau yang harus kamu ketahui.


1. Albert Speer menulis memoar pada 20.000 lembar kertas toilet selama masa penahanannya
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Albert Speer, Menteri Persenjataan dan Produksi Perang dalam pemerintahan Hitler, mendapat banyak pujian karena berhasil membuat tentara Jerman tetap berjuang walau terus-menerus dibombardir oleh Sekutu di dua front Eropa.

Kejeniusan Speer sangat dihargai, sampai-sampai Sekutu menghabiskan waktu untuk menginterogasinya sebelum disidang pada tahun 1945, karena mereka begitu tertarik dengan apa yang dapat mereka pelajari darinya.

Dia dijatuhi hukuman sebagai penjahat perang di pengadilan Nuremberg dan menghabiskan 20 tahun hukuman di Penjara Spandau. Selama 10 tahun pertamanya, Speer menulis apa yang kemudian menjadi memoarnya, Inside the Third Reich dan Spandau: The Secret Diaries

Dengan bantuan sipir penjara, Speer bisa mengirimkan catatannya — sebagian besar ditulis di atas kertas toilet — kepada istrinya, yang akan mengirimkannya ke sekretaris sekaligus sahabatnya, Rudolf Wolters.

Dengan kelompok pendukungnya, Speer dapat menyelundupkan lebih dari 20.000 lembar tulisan yang kemudian akan ditranskripsi ke dalam buku-bukunya. Wolters juga memiliki rekening bank yang diatur untuk hal ini dan kegiatan lainnya yang bisa mendukung Speer.

Speer dibebaskan pada tahun 1966, 12 tahun setelah dia menyelesaikan draf pertamanya, Inside the Third Reich.


2. Rudolf Hess tinggal sendirian di Spandau selama lebih dari 20 tahun
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Dilansir dari Warhistoryonline.com, selang beberapa tahun setelah persidangan, satu persatu tahanan Nazi mulai dibebaskan dari Spandau.

Dimulai dari Konstantin von Neurath yang bebas pada tahun 1954. Setahun kemudian, Erich Raeder keluar. Kemudian pada tahun 1956, Karl Donitz dibebaskan. Walther Funk bebas pada tahun 1957. Speer dan Baldur von Schirach memperoleh kebebasan mereka pada tahun 1966.

Setelahnya, mereka meninggalkan Rudolf Hess sebagai satu-satunya tahanan Spandau selama lebih dari 20 tahun. Karena ditahan sendiri, dia mendapatkan hak untuk menjalankan Spandau dan diberi akses ke taman.

Namun keadaan mental Hess semakin buruk setelah ditinggal oleh teman-temannya. Dia menderita paranoid dan kecenderungan untuk melakukan bunuh diri. Meskipun demikian, kondisi Hess mulai membaik saat mendapat perawatan medis. Bahkan sebuah lift khusus dibuat untuknya ketika Hess mulai bertambah tua.

Sayangnya pada tahun 1987, Hess memutuskan untuk menggantung dirinya dengan menggunakan kabel ekstensi yang tergantung di kait jendela, dan meninggal di usia 93 tahun.


3. Ketujuh tahanan tidak pernah akrab satu sama lain
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Penjara Spandau sangat membatasi komunikasi para tahanan Nazi dengan menempatkan mereka di dalam lingkungan yang berbeda. Walaupun sempat bertemu, mereka tidak terlihat akrab satu sama lain.

Menurut laporan, Rudolf Hess adalah penyendiri yang terus-menerus mengeluh tentang penyakit dan ketidakstabilan mental. Hess dikatakan sering meratap pada malam hari karena kesakitan, dan terkadang diberikan obat penenang hanya untuk membuatnya tidur.

Albert Speer disukai oleh para penjaga, tetapi dia menjadi penyendiri di antara tahanan lainnya, karena mereka tidak menyukai sifatnya yang terlalu perfeksionis.

Mantan Admiral, Karl Donitz dan Erich Raeder sering berdebat satu sama lain, tetapi tetap kompak dengan membenci tahanan lainnya. Raeder sering disebut sebagai kepala perpustakaan di penjara, dengan Donitz sebagai asistennya. Tahanan lain menjuluki mereka "The Admiralty."

Donitz dan Speer juga saling membenci satu sama lain. Menurut Donitz, Speer adalah orang yang tak bisa ditebak, mungkin juga karena merasa bahwa ia memiliki posisi yang lebih tinggi dari Speer.


4. Menjadi penjara dengan sistem "piket" Quadripartite
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Salah satu aspek yang unik dari Penjara Spandau adalah perjanjian untuk menjaga penjara lewat empat operasi yang dijalankan oleh Inggris, Prancis, Rusia, dan AS.

Masing-masing negara bertanggung jawab atas penjara Spandau selama tiga bulan dalam setahun. Tiga bulan itu tidak berturut-turut, jadi para penjaga dari keempat negara akan terus-menerus bergantian selama satu bulan penuh.

Brandon H. Grove, penasihat hukum AS, menggambarkan pergantian penjaga sebagai "pemandangan yang luar biasa," terutama ketika Amerika menyerahkan segalanya ke Rusia.

Salah satu tujuan dari perjanjian ini adalah untuk memberikan Rusia kehadiran diplomatik di Berlin Barat pada saat itu. Spandau adalah satu-satunya tempat di Berlin Barat di mana diplomat Rusia bersinggungan dengan diplomat Sekutu.

Seringkali, salah satu negara yang sedang "piket" akan menjadi tuan rumah bagi negara lain di penjara. Selama bulan-bulan kontrol yang berbeda, para tahanan akan memiliki makanan yang dipasok oleh negara yang sedang berjaga.

Penjaga di luar penjara biasanya dipasang oleh personil militer Sekutu atau Rusia, tergantung siapa yang menjaga pada saat itu.


5. Teori konspirasi Rudolf Hess
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Terdapat sebuah teori konspirasi yang menyangkut Rudolf Hess, tahanan paling terkenal di Spandau. Teori ini sangat populer, sampai mantan Presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt, mempercayainya. Pemerintah Inggris bahkan menugaskan empat investigasi ke dalam teori ini.

Berdasarkan dokumen dari BBC, teori ini menyatakan bahwa orang yang menjalani hukuman penjara bukanlah Hess. Sebaliknya, dia adalah orang lain yang menyamar. Alasannya adalah, Hess tampak berbeda secara fisik saat masa penahanannya.

Hess juga menolak untuk mendapatkan kunjungan keluarga selama lebih dari 20 tahun ketika di Spandau. Juga, ia tampaknya menderita amnesia. Beberapa teori mengatakan bahwa Hess mungkin "diselamatkan" oleh Sekutu dari Rusia, atau agen-agen Inggris telah membunuhnya di dalam sel tahanan.

Teori ini berhasil dibantah setelah analisis forensik menyeluruh terhadap sampel DNA yang diambil dari Hess di Spandau dibandingkan dengan sampel DNA kerabatnya. Sampel ini memiliki kecocokan sampai 99,9 persen, sehingga langsung menggugurkan teori tersebut.


6. Albert Speer "berkeliling dunia" dari dalam sel tahanannya
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Di dalam penjara Spandau, Albert Speer diketahui melakukan pendekatan aktif terhadap para sipirnya. Menurut laporan sipir dan memoarnya sendiri, ia memiliki gaya hidup ketat yang mencakup menjaga kebugaran fisik dan mental, berkebun, berjalan, dan membaca.

Speer mengaku telah membaca 5.000 buku selama masa penahanannya. Dia juga merawat kebun dengan sangat serius dan mengambil alih tugas yang diberikan untuk para tahanan lainnya. Dia juga akan membiarkan dirinya "liburan," di mana dia akan menghentikan gaya hidup ketatnya untuk semenatra waktu.

Bahkan Speer membuat aktivitas hariannya menjadi lebih menarik, dengan melakukan perjalanan imajiner ke seluruh dunia dengan menggunakan buku sebagai panduannya. Secara visual, ia menciptakan lanskap dalam benaknya dan melintasi permukaan yang sedang dibayangkan.

Dia bahkan menghitung secara tepat perjalanan ini, sehingga dia akan menempuh jarak yang akurat. Speer telah berjalan lebih dari 30.000 kilometer, dan telah sampai di dekat Guadalajara, Meksiko saat hukumannya selesai. Speer dibebaskan pada tahun 1966 dan menghabiskan sisa waktunya di London.


7. Langsung dihancurkan setelah kematian Rudolf Hess
7 Fakta Spandau Prison, Penjara Khusus untuk Pejabat Penting Nazi
Isolasi Rudolf Hess selama 21 tahun berakhir ketika dia mencabut nyawanya sendiri pada bulan Agustus 1987. Segera setelah kematiannya, muncul sebuah keputusan untuk menghancurkan Penjara Spandau.

Ada kekhawatiran bahwa fasilitas ini akan diubah menjadi kuil neo-Nazi, dan Sekutu ingin memutuskan hubungan "piket penjara" yang mereka miliki dengan Rusia. Gagasan ini dinilai bijak, karena setelahnya kuburan Hess di Bavaria menjadi tempat suci bagi para neo-Nazi.

Dikutip dari BBC, Penjara Spandau dihancurkan setelah kematian Hess, dan semua bekas bangunan digiling menjadi bubuk. Bubuk ini dibuang di Laut Utara atau dikubur di pangkalan udara RAF Gatow di dekatnya.

Satu-satunya bagian penjara yang masih utuh hanyalah satu set kunci penjara yang disimpan di Inggris. Bekas sel tahanan Spandau sendiri dikembangkan menjadi kompleks perbelanjaan dengan fasilitas parkir di sekitarnya.

Nah itu tadi 7 fakta menarik tentang Spandau Seven, sebuah penjara yang terletak di Berlin Barat dan dikhususkan untuk menahan tujuh pejabat penting Nazi, tepat setelah persidangan Nuremberg.


Sumber : https://www.idntimes.com/science/dis...mpaign=network

---

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di