alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Mahfud MD soal Enzo Lolos Akmil: TNI Kecolongan
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d630e88b3cb792550544d/mahfud-md-soal-enzo-lolos-akmil-tni-kecolongan

Mahfud MD soal Enzo Lolos Akmil: TNI Kecolongan

Jakarta - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menilai Tentara Nasional Indonesia (TNI) kecolongan karena meloloskan Enzo Zenz Allie (18) menjadi Taruna Akmil. Sebab, jika dilihat dari jejak digital, Enzo dan ibunya seolah tampak terlibat ke dalam jaringan ideologi yang bertolak belakang dengan Pancasila.

Menurut Mahfud, TNI adalah lembaga yang dikenal sangat ketat dari berbagai sisi, termasuk urusan penerimaan calon anggota mereka. Selama ini, kata Mahfud, TNI dikenal dapat mengetahui rekam jejak orang yang hendak direkrut jadi anggota, bahkan hingga silsilah kakeknya, juga apa saja kegiatannya. Dengan lolosnya Enzo, maka ia menganggap TNI sudah kecolongan.

“TNI sudah kecolongan menurut saya,” tutur Mahfud di kantornya, Jumat (9/8/2019).

Bahaya atau tidak, menurut Mahfud, yang jelas TNI sudah kecolongan. TNI seakan-akan tidak tahu bahwa Enzo punya peran luar biasa di dalam gerakan-gerakan yang terpapar radikal, termasuk ibunya juga menjadi bagian dari gerakan terpapar radikal tersebut.

“Masak enggak tahu?” tanyanya.

Oleh karena itu, sebaiknya menurut Mahfud, Enzo diberhentikan alias dipecat dari keanggotannya dalam akademi militer. Enzo layak untuk dipecat dari Akmil karena ia tidak bisa memenuhi syarat jika memang gerakan yang diikutinya terpapar oleh radikalisme, seperti informasi yang beredar selama ini.

“Tetapi itu terserah TNI. Saya kira yang bersangkutan juga tidak akan kerasan. Kalau sudah diberitakan seperti itu masih kerasan, maka perlu dipertanyakan benar motivasinya,” tambahnya.

Sebelumnya, Enzo Zenz Allie menjadi perbincangan berbagai pihak usai videonya saat berdialog dalam Bahasa Prancis dengan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjantom menyebar di media sosial. Almarhum ayah Enzo adalah seorang Warga Negara Prancis, sedangkan ibunya seorang Warga Negara Indonesia.

Semula Enzo tinggal di Prancis. Tapi setelah ayahnya meninggal, ibunya membawa Enzo ke Indonesia guna melanjutkan sekolah dasar, bahkan dia sempat masuk pesantren.

https://m.kumparan.com/tugujogja/mah...an-1rdFqAFlH2O

Kenapa bisa sampai kecolongan? Ini calon Pati, tidak main main
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Bener kecolongan?

Ane malah jadi curiga di tubuh TNI sudah disusupi simpatisan 'khilaf yuk ah', jadinya merekrut member baru yang juga simpatisan 'khilaf yuk ah'. emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
profile-picture
4nt1.sup3r dan 5 lainnya memberi reputasi
Waduh
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
“Tetapi itu terserah TNI. Saya kira yang bersangkutan juga tidak akan kerasan. Kalau sudah diberitakan seperti itu masih kerasan, maka perlu dipertanyakan benar motivasinya,” tambahnya.

Noted.... emoticon-Sundul Up
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
tentara indonesia tp bawa bendera hitam

bisa gitu ye
profile-picture
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan 2 lainnya memberi reputasi
Si enzo ternyata jago nyolong.
emoticon-Selamat
profile-picture
profile-picture
nomorelies dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
pecat emoticon-army

ga ada ruang untuk khilafah di nkri...

emoticon-I Love Indonesia (S)
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Semoga dengan doktrin dan pembinaan di Akmil enzo bisa mendapat pencerahan, tidak baik juga menghancurkan cita2 anak ini untuk menjadi tentara
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 3 balasan
kasian tni, kayak gitu kok bisa
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
emang ada bukti nya ??
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post poison
Bukti apaan
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Menhan sendiri yg bilang 3% tni terpapar radikalism..kembalikan aja si enjo anjing ke prancis sama keluarganya yg gak berguna
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Quote:

tapi panglima tni bilang enzo nya ga ada masalah terkait radikalisme


emoticon-Ngacir
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Balasan post widya poetra
Kenapa panglima bisa ngomong gitu ya
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Quote:


Enzo sih masih bisa dipoles lah ibunya ngeri emoticon-Leh Uga dan pastinya si anak ikut kata org tuanyaemoticon-Leh Uga
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Sangat kentara kok,
Waktu dia ngomong pengen jadi "tentara saleh"
Masa pada kagak ngarti
profile-picture
profile-picture
profile-picture
comrade.frias dan 5 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
pola nya gini, lulus akmil-jadi perwira-masuk kesatuan paspampres-jadi komandan paspampres-kudeta pleciden negara-angkat ulamak hti jadi pleciden-jadilah indonistan emoticon-Recommended Seller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh forbidenfive
Udah ada tanggapan resmi dari TNI kalau enzo gak masalah


Ini si mput kerjaan nya nuduh2 orang lain radikal

profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Nuduh orang radikal itu gimana sih pembuktiannya?

Nuduh orang salah aja harus ada bukti peraturan yg dilanggar apa. Dan harus lewat pengadilan.

Ini si mahpud katanya pakar hukum yg udah propesor..

Ngecap orang radikal cuma karena isu dari sosmed.

Kayak nya si mahpud sejak di php in joko.. jadi agak2 gimana gitu..
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Lihat 11 balasan
Balasan post sunny.wijaya
Agak gimana emangnya, tapi emang bener sih semuanya harus ada pembuktian kan
profile-picture
muhamad.hanif.2 memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di