alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d584e09b5ca7c2e0e4885/diplomasi-proton-untuk-tki-sawit-dan-ekspor-impor

Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor

Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor
Presiden Jokowi duduk di sampingi PM Mahathir Mohammad yang mengantarnya langsung menuju tempat santap siang bersama dan salat Jumat, di Putrajaya, Malaysia, Jumat (9/8/2019).
Sudah dua kali Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Bin Mohamad menyopiri Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Pengalaman pertama terjadi pada 2015. Jokowi dibawa melaju dengan kecepatan cepat, 180 kilometer/jam.

Pengalaman kedua terjadi Jumat (9/7/2019) siang, laju kendaraan relatif normal mengikuti rangkaian panjang rombongan kepresidenan.

Dua-duanya menggunakan mobil pabrikan kebanggaan Malaysia, Proton. Rutenya juga tak berbeda jauh, seputar ibu kota pemerintahan Malaysia, Putrajaya.

Kesempatan siang tadi Jokowi dibawa melaju dari lokasi pertemuan, Perdana Putra Building, menuju kediaman Mahathir di Seri Perdana, Putrajaya.

Di rumah Mahathir, Jokowi mengikuti jamuan makan siang. Sesudahnya, Mahathir kembali membawa Jokowi menuju Masjid Putra untuk melaksanakan salat Jumat bersama.

Jokowi tiba di Malaysia, Kamis malam, langsung dari Bali usai menghadiri Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Agenda Kepala Negara di Negeri Jiran itu tak banyak, sebab Jokowi langsung berangkat lagi menuju Singapura pada Jumat siang.

Kendati singkat, sejumlah pembahasan strategis dilakukan kedua belah pihak.

Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memaparkan, isu utama yang bakal diangkat adalah masalah buruh migran Indonesia yang jumlahnya mencapai lebih dari 2 juta orang di Malaysia.

“Tentunya dalam jumlah besar itu, beberapa isu mengikutinya, termasuk masalah pendidikan bagi anak-anak TKI kita,” kata Retno dalam keterangan pers di Malaysia, Kamis malam.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang turut mendampingi kunjungan kenegaraan, mengatakan salah satu program yang akan dikejar antar-dua negara adalah pendirian sekolah-sekolah di wilayah semenanjung dengan konsep community learning center (CLC).

Menurut Muhadjir, CLC di wilayah Sabah dan Sarawak sebenarnya sudah mulai berjalan sejak tahun lalu, namun peningkatan potensi kualitas dan kapasitas daya tampungnya belum maksimal.

“Harapannya, kehadiran negara bukan hanya terluar, tapi wilayah yang sangat luar yaitu di luar batas Negara Indonesia itu betul-betul dilakukan dengan baik,” kata Muhadjir.

Catatan Kementerian Luar Negeri menunjukkan, jumlah CLC di wilayah Sabah dan Sarawak mencapai 294 unit dengan jumlah siswanya mencapai 16.191 orang.

Isu kedua, lanjut Retno, adalah yang berkaitan dengan diplomasi kelapa sawit di Uni Eropa. Dua negara ini tengah menghadapi persoalan serius terkait pembatasan ekspor kelapa sawit ke Benua Biru.

Pasalnya, Indonesia dan Malaysia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Tak ayal, kebijakan ini menampar keras kinerja sawit di dua negara.

Malaysia dan Indonesia telah sepakat untuk bersama-sama melawan kampanye hitam minyak sawit. Malaysia lebih dulu melakukan pembatasan produk-produk impor dari Prancis. Sementara Indonesia, masih mengupayakan diplomasi negosiasi dengan UE.

“Malaysia dan Indonesia dua-duanya adalah produsen kelapa sawit yang cukup besar. Kalau digabungkan berarti paling besar seluruh dunia. Banyak tantangan yang sedang dihadapi kelapa sawit,” kata Retno.

Isu terakhir yang dibahas antara Mahathir dan Jokowi adalah peningkatan kerja sama dagang dua negara. Indonesia perlu memanjakan Malaysia. Sebab, Negeri Jiran ini adalah mitra dagang ke-7 terbesar Indonesia. Selain itu, Malaysia adalah negara tujuan ekspor terbesar ke-6 bagi Indonesia.

“Kalau di ASEAN, Malaysia ini adalah mitra kedua setelah Singapura, dan untuk investasi FDI Malaysia adalah kelima terbesar,” kata Retno.

Neraca dagang Indonesia dengan Malaysia per Mei 2019 tercatat surplus hingga AS$263 ribu. Angka ini turun cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yakni berkisar AS$668 ribu.

Selama periode 2014 hingga 2017, neraca perdagangan Indonesia dengan Malaysia tercatat selalu defisit. Surplus baru mulai terjadi pada 2018, dengan peningkatan sekitar 60,35 persen dari posisi sebelumnya.
Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-ekspor-impor

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor 19 emiten perkasa lambungkan LQ45 akhir pekan ini - Jumat (09/08/2019)

- Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor Menanti suksesi Megawati

- Diplomasi Proton untuk TKI, sawit, dan ekspor impor Hendak awasi konten Netflix, warganet petisi KPI

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di