alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menanti suksesi Megawati
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d4ba67e3a7237ac766127/menanti-suksesi-megawati

Menanti suksesi Megawati

Menanti suksesi Megawati
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri tiba saat menghadiri Malam Budaya Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019).
Wacana jabatan ketua harian dan wakil ketua umum menjadi isu yang mengiringi Kongres V PDI Perjuangan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, pada 8 Agustus hingga 11 Agustus 2019.

Isu ini menarik perhatian berbagai kalangan karena menjadi barometer untuk mencari calon penerus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Nama yang digadang adalah keturunan Mega, Prananda Prabowo dan Puan Maharani.

Komentar soal itu, misalnya datang dari Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto, sebelum Kongres V dibuka, Rabu (7/8/2019). Bahkan, menurut Hasto, wacana soal itu dibahas oleh Komisi V berisi 571 anggota PDIP yang mengurus AD/ART.

"Masuk ke tata kelola partai," ujar Hasto.

Namun kenyataannya, sehari setelah kongres berjalan, Kamis (8/8/2019), Mega memastikan tak ada jabatan ketua harian dan wakil ketua umum. Presiden kelima RI ini terpilih menjadi Ketua Umum PDIP periode 2014-2019 tanpa asisten puncak.

"Sekarang sudah kelihatan, semua itu (wakil ketua umum dan ketua harian) tidak ada," katanya saat pertemuan dengan awak media, Kamis (8/8) malam.

Mega mengakui, sebelum digelar kongres di Sanur, banyak pihak menanyakan soal agenda lima tahunan partai moncong putih yang dipercepat. Lantas muncul berbagai spekulasi termasuk soal wacana ketua harian dan wakil ketua umum.

"Pada kaget kan, karena PDIP menggelar kongres yang dipercepat. Saya tetap ketua umum. Dan nanti membentuk DPP partai," katanya.

Mega juga menyebutkan alasan untuk mempercepat pelaksanaan kongres yang seharusnya digelar setiap lima tahun sekali atau pada 2020 lantaran tahun depan ada pilkada serentak pada 23 September.

"Setelah itu juga akan ada 2024 (pemilu presiden)," ujarnya. Dengan mempercepat kongres, PDIP pun bisa melakukan persiapan lebih awal untuk menghadapi pemilu.

Namun di sisi lain ada persoalan. Mega yang menjabat ketua umum untuk kali kelima telah berusia 72 tahun. Pada kongres berikutnya, Ia akan berusia 77 tahun.

Meski begitu, politisi PDIP Budiman Sudjatmiko menilai Mega tetap tak perlu ketua harian dan wakil ketua umum. Lagi pula pembahasan soal itu belum ada.

"Itu hanya ide-ide biasa," katanya seusai pembukaan Kongres V PDIP, Kamis (8/8).

Ia menyebut, Mega adalah pemegang ideologi PDIP yang dijalankan oleh sekjen dan struktur partai. Sementara soal pemimpin PDIP mustahil di luar trah Soekarno, politisi yang tak terpilih menjadi anggota DPR RI 2019-2024 ini menyatakan pernyataan itu hanya opini pribadi.

Soal wacana pimpinan PDI Perjuangan mustahil dari luar trah Soekarno, pria kelahiran Cilacap, Jawa Tengah mengatakan, hal itu hanya pendapat pribadi.

"Kader harus ideologis. Jika ideologis punya kelebihan biologis, itu keuntungan," ujarnya.

Budiman juga enggan memberikan komentar soal usia Mega yang memimpin PDI Perjuangan untuk lima kali beruntun. "Saya tidak bisa memprediksi," katanya.

PDIP dalam lima tahun ke depan akan mengadopsi sistem teknologi dalam pemantauan kadernya. Budiman mengakui selama ini Mega hanya mengandalkan naluri politik dalam pemilihan kader.

"Sekarang Bu Mega sudah menyerahkan sebagian kepada teknologi," ujarnya.

Contohnya adalah pusat pengendali situasi di PDIP yang dipimpin oleh Prananda Prabowo. "Hanya ke depan saya belum tahu seperti apa perkembangannya," tukas Budiman yang pernah dipenjara oleh penguasa Orde Baru itu.
Butuh figur kuat
Sementara itu, pakar politik Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar Dr Nyoman Subanda menilai sosok Mega di PDIP tidak tergantikan. Yang terutama, Mega dinilai sebagai figur pemersatu dan kemampuan meredam gejolak.

"Jika kemampuan berpolitik dan manajemen partai, banyak (orangnya). Bisa jadi (Mega) ketua umum sumur hidup," kata Subanda kepada Beritagar.id.

Ia pun mengamati Mega mulai mendidik anaknya agar memiliki pengaruh di partai, bukan hanya mengandalkan modal keturunan. "Yang saya ketahui ada anak Mega yang menandatangani surat rekomendasi untuk penunjukan calon kepala daerah," ujarnya.

Jika ingin menjalin hubungan atau kedekatan dengan Mega, tentu harus melalui kedua anaknya, Prananda atau Puan. "Semua orang tahu itu," ujar Subanda.

Ia melanjutkan, PDIP masih memerlukan waktu beberapa kali kongres untuk mengubah pola kepemimpinan. Saat ini figur lain yang kuat di PDIP Perjuangan di luar trah Soekarno adalah Presiden Joko Widodo dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Itu sebabnya Subanda memperkirakan masih ada peluang bagi pihak non-trah Soekarno memegang kendali PDIP. Syarat utamanya adalah kepercayaan, mampu menjaga ideologi, dan idealisme partai, serta menjalankan ide-ide Mega.
Menanti suksesi Megawati


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ksesi-megawati

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menanti suksesi Megawati 19 emiten perkasa lambungkan LQ45 akhir pekan ini - Jumat (09/08/2019)

- Menanti suksesi Megawati Hendak awasi konten Netflix, warganet petisi KPI

- Menanti suksesi Megawati 14 emiten perkasa lambungkan JII akhir pekan ini - Jumat (09/08/2019)

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di