alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah
5 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d3cb28d9b1713b3428a4b/respon-muhammadiyah-perihal-nkri-syariah

Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah

Salah satu rekomendasi Ijtimak Ulama IV yang mengajak umat Islam untuk mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila ditolak mentah-mentah oleh pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.
Sebagai salah satu ormas keagamaan terbesar tanah air, Muhammadiyah pun akhirnya merespon hasil Ijtima Ulama jilid 4 itu.
Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah
Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan konsep NKRI saat ini sudah sarat dengan nilai-nilai syariah. Oleh karenanya, ia meminta tidak ada lagi pertentangan istilah syariah di tengah-tengah masyarakat.
“NKRI itukan sudah lama bersyariah. Ketuhanan yang maha esa, kemanusiaan adil beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin hikmah kebijaksanaan permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial,” kata Haedar di Yogyakarta, seperti dilansir dari detik.com (8/8/2019).
Baca juga  Sebut Habib Rizieq Tokoh Berpengaruh Setara Jokowi, Haikal Hassan Bikin Heboh Penonton ILC
Penjelasan menohok Haedar tersebut sepertinya membungkam pihak penyelenggara Ijtima Ulama yang kekeh mewujudkan NKRI syariah yang seakan-akan Pancasila tidak syariah sebagai ideologi sebuah negara. Haedar pun menilai konsep-konsep dan simbol yang menjauh dari NKRI tidak diperlukan lantaran ‘syariah’ sendiri telah tercantum dalam Pancasila.
“Nah, maqashid syariah, tujuan syariah itukan sudah tercakup di dalamnya (Pancasila). Jadi tidak perlu lagi ada idiom-idiom, simbol-simbol, dan konsep-konsep yang makin menjauhkan NKRI ini dari jiwanya, karena hanya berpikir soal nama, soal atribut, soal cangkang, soal kulit,” sebutnya.
Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah
Dia pun menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinya telah final menjadikan Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah. Yakni, negera hasil kesepakatan bersama yang di dalamnya memiliki Pancasila sebagai ideologi negara.
Baca juga  Habib Rizieq: Kemenangan Umat Islam Dirampas Secara Zalim, Licik Dan Brutal
“Praktikkan saja Pancasila, insyaallah baik syariat Islam maupun syariat agama lain itu akan tercakup di dalamnya. Jadi sudah cukup, kita jangan terus dihadapkan pada pertentangan istilah-istilah,” tegasnya.
“Jadi ini saatnya Indonesia mengimplementasikan dan mewujudkan Pancasila. Juga tadi, buat para pejabat juga mari lebih baik kita gerakkan Pancasila untuk kita amalkan, kita praktikkan termasuk dalam kebijakan,” pungkas Haedar.

Follow sosial media kami

Facebook
Twitter

Sumber 

Berita Nasional terhangat

profile-picture
profile-picture
suralia dan simsol... memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Syariah inlander adalah orang-orang yang mengaku atau merasa sedang memperjuangkan tegaknya syariah, namun berhenti pada simbol-simbol dan formalitas, gagal menangkap sisi yang paling substansial dari syariah. Akibatnya banyak perilaku mereka yang justru bertentangan dengan misi Islam. Mereka ini sering mencoreng wajah Islam, menebar citra buruk ke seluruh penjuru dunia.

Kaum syariah inlander getol menganjurkan agar hukum Islam ditegakkan sebagai hukum negara. Tapi kelakuan dasar mereka adalah kelakuan tidak patuh. Mereka enggan mematuhi aturan dengan dalih bahwa mereka tidak wajib mematuhinya, karena aturan itu bukan dari Allah. Itu hanya dalih, karena pada dasarnya mereka memang bebal dan tak bisa diatur.

Mereka adalah orang-orang tekun beribadah, di antaranya sampai hitam jidatnya karena banyak bersujud. Tapi sujud mereka hanya sujud fisik, tidak menjelma menjadi sujud yang lebih substansial: ketundukan. Tanda-tanda sujud mereka hanya terbatas pada tanda fisik belaka, bekasnya pada kelakuan keseharian nyaris tak ada.

Mereka sangat mementingkan simbol-simbol, pakaian, aksesori, atribut kelompok, jargon, untuk menyatakan keislaman. Keislaman mereka tidak dicerminkan melalui perilaku.

Mereka tentu tak mau makan babi, atau minum khamar, karena jelas tertulis larangannya dalam Quran. Tapi mereka dengan enteng melanggar aturan lalu lintas. Alasannya, tak ada dalil yang mengatur lalu lintas. Mereka tak mau mencuri, karena pencuri akan dipotong tangannya. Tapi mereka mau terima komisi, suap, dan uang hasil korupsi.

Mereka salat tepat waktu, tak pernah terlambat untuk mulai puasa kalau azan subuh sudah berkumandang. Tapi cobalah berjanji dengan mereka. Molor itu biasa.

Mereka sangat rajin merecoki akidah dan amal ibadah orang. Kamu sesat, dia sesat, mereka sesat. Tuding sana sini. Kamu sekuler, kamu pluralis, kamu liberal, kamu sepilis. Kamu Syiah, kamu Ahmadiyah. Kamu sesat, kamu kafir. Tak jarang mereka tega merusak mesjid, rumah Allah, dalam rangka menuduh orang sesat. Mereka juga mengusir orang dari rumah dan kampungnya, menzalimi anak-anak dan wanita. Bahkan mereka tega membunuh.

Mereka pembuat onar, tapi mengira dirinya sedang berjihad untuk Islam. Mereka mengkampanyekan kebersihan sebagai bagian dari iman, tapi mereka sendiri adalah biang segala kejorokan. Mereka berpolitik berpartai dengan jargon dakwah, sebenarnya mereka sedang memuaskan syahwat untuk berkuasa saja.

Mereka suka mencela orang-orang non-muslim. Orang-orang Barat, orang-orang kafir. Orang-orang itu, kata mereka, sesat dan buruk akhlaknya. Orang-orang kafir itu jauh dari Tuhan, hidup tak tenang tak bahagia. Kaum syariah inlander itu tidak tahu bahwa sangat banyak sisi kehidupan orang-orang kafir itu yang justru sangat dekat dengan misi Islam.

Mereka menuduh orang lain takut pada Islam, islamphobia. Mereka tidak sadar bahwa kelakuan merekalah yang membuat orang takut. Mereka menebar ketakutan. Dalam hati mereka sendiri penuh ketakutan pula. Takut kalah, takut tenggelam dalam arus peradaban yang dibangun pihak laiin.

#syariahinlander

Sewaktu Utsman bin Affan dituduh nepotisme , dia diam saja tapi para muslim dari Mesir nekat mendatanginya ke Madinah, tentara Madinah waktu itu jauh lebih besar dari para muslim dari Mesir ini tapi Utsman tidak mau menghabisinya karena dia tidak mau ada pertumpahan darah sesama muslim. Oleh karena itu dia hanya bertahan saja dan rumahnya dijaga ketat termasuk oleh cucu nabi Muhammad, Hasan dan Hussein. Namun suatu malam , mereka berhasil naik dari gerbang belakang dan membunuh Utsman yang sedang memegang Quran.

Ali bin Abi Thalib pun terbunuh dengan keengganan yang sama, banyak yang berharap dia segera membasmi dinasti Umayyah namun dia lebih memilih berdamai, apalagi naiknya dia menjadi khilafah menggantikan Utsman pun sebenarnya sudah dia tolak berkali-kali. Akhirnya Ali dibunuh oleh muslim yang menganggap Ali kurang tegas.

Lalu pada akhirnya cucu nabi sendiri Hasan dan Hussein pun tidak luput dari tragedi, Hasan diracun karena dianggap sebagai ancaman utama kalau dia hidup dialah yang bisa disebut keturunan nabi yang bisa memimpin umat. Setelah Hasan dibunuh, giliran Hussein dibunuh dengan brutalnya, kepalanya dipenggal di Karbala dan diarak ribuan kilometer ke Damaskus.

Ini sejarahmu wahai orang Islam, demi kekuasaan bahkan keluarga dan sahabat terdekat nabi pun dibunuh. Sembuhmu itu kapan? Mau seperti itu terus sepanjang masa?

Yang Sunni perang dengan Syiah, padahal sama-sama mengaku Islam, yang wahabi memusuhi semua Islam jenis lain, padahal Utsman dan Ali menumpahkan darah sesama muslim itu pantang bahkan rela nyawanya sendiri dikorbankan. Belum termasuk Islam politik, yang cuma jadi pemanis mulut, ujung-ujungnya juga cuma harta dan kekuasaan. Jangankan rahmatalilalamin, rahmatallilmuslimin pun tidak...
Dulu khalifah Ali dibunuh juga dengan alasan ayat Quran yang diartikan seenaknya untuk memojokkan Ali, begitu pula khalifah Utsman dibunuh dengan ayat Quran pula, keduanya dibunuh oleh orang Islam sendiri yang haus kekuasaan.

Jadi tidak usah heran jaman sekarang ayat Quran dipakai untuk syahwat politik, wong sahabat terdekat nabi, yang awal-awal memperjuangkan Islam saja bisa jadi korban dan terbunuh.

Belajarlah sejarah, biar kebodohan-kebodohan berabad-abad ini tidak selalu terulang. 14 abad seharusnya waktu yang cukup untuk menjadi dewasa..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ketuk23 dan 14 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Ya semoga sobat gurun bisa paham dengan penjelasan dari Haedar Nashir
profile-picture
simsol... memberi reputasi
keturunan arap memangg jadi biang kerok
profile-picture
simsol... memberi reputasi
coba yg koar2 pengen bersyariah pindah dulu ke aceh.
kalo gak mau ya munafik namanya..
profile-picture
profile-picture
suralia dan simsol... memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post bowox1995
mantap gan tulisannya yg bagian pertama... yg bagian kedua ane kagak ngerti sejarah islam jd magut2 aj tp kesimpulannya bener... mewakili gw banget tulisannya
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
itu tulisan yg diatas mantap


disebar ke grup WA ah wkwks
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Quote:


Sedih ane dgn pemaparan agan emoticon-Sorryemoticon-Turut Berduka
profile-picture
profile-picture
eFVZee dan simsol... memberi reputasi
Jangan ngaku Islam kalo anti dengan syariah islam

Shalat itu syariah islam
Puasa itu syariah islam
Zakat itu syariah islam
Haji juga syariah islam
Menikah juga syariah islam
Ntar kalo lu meninggal di syariah islam kan juga

Kenapa anti dengan syariah islam ?????

Anti dgn Syariah Islam = Murtad
Lihat 2 balasan
Para sontoloyo memang bener sih suka banget bawa2 simbol, idiom, dsb seputar agama
Layaknya seorang sarjana yg baru lulus
Setiap berargumen pamer gelar! Asal univ, ipk, dsb...
Kalo adu argumen cukup fokus ke ide kamu kagak usah bawa simbol2 dan hal2 lainnya yg malah mengaburkan esensi
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Diubah oleh xrm
omongan ambigu kayak gini yang bikin radikalis mendapat angin. emoticon-Busa
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Balasan post entecavir
Quote:


Respon Muhammadiyah Perihal NKRI Syariah

buat pp ente. emoticon-Malu
Balasan post lupa.nama.
Quote:


Lah, Kan udah diakomodir. Kecuali disini dilarang sholat, zakat, kimpoi, ya berontak lah. Udah enak masih berisik Kan namanya keterlaluan emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
joseffani dan simsol... memberi reputasi


Quote:


Hukum pancasila yang mengakar pada konstitusi negara sudah menunjukkan keseimbangan antara hukum , negara dan agama !! Belajar lagi bagaimana pancasila dibuat oleh para founding father indonesia dimana ulama ulama besar di masa itu pun turut turun tangan dalam merumuskan pancasila !!! Gak perlu loe pakai embel embel nkri syariah !!!! Seperti yang digaungkan oleh ijtimak ulama gadungan si yusuf martak( yang juga ustad gadungan)

Di indonesia Perkimpoian secara islam pun sudah ada diundang undang , wakaf , haji dsb dan di daerah mayoritas pun pembangunan masjid mudah banget !! Sekarang aja masjid dah menjamur seperti indomaret!!

Di indonesia loe bebas untuk melaksanakan rukun iman dan rukun islam , untuk politik maupaun berpartisipasi dalam politik pun juga gak masalah kok buat umat islam di indonesia !! Dikadalin sama ijtimak ulama gadungan kok nurut nurut bae !!!

Terus terusan dicekokin doktrin sampah yang dari dulu sampai sekarang cuma berkutat di osang asing , antek pki , islam liberal , khilafake , rejim pki , rejim anti islam , plus kriminalisasi rijik
profile-picture
profile-picture
profile-picture
anesca dan 3 lainnya memberi reputasi
Quote:


Agan ini pasti islam banget ...
Balasan post baiquni.banksat
@baiquni.banksat udah pernah pake, gan emoticon-Leh Uga
terus ganti aja lah.. pake pp cewek biar adem dikit emoticon-Embarrassment
profile-picture
simsol... memberi reputasi
emoticon-Nyepi terima kasih pak, uda membuat pernyataan mempertegas NKRI
profile-picture
simsol... memberi reputasi
tolak aja teruuuus.... emoticon-thumbsup
jangan d kasih angin, apalagi panggung, makin d anggap penting nanti itu golongan godzila gurun emoticon-Ngacir
profile-picture
simsol... memberi reputasi
Quote:


ntah apa ilmunya yg terlalu silau. emoticon-Wkwkwk
yang doyan pengen NKRI bersyariah paling yang dicari hanya poligami sebebasnya emoticon-Leh Uga
G mungkin bermasyarakat agamis emoticon-Najis
emoticon-Wakaka
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di