alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4d08252f568d164052a9f8/urus-impor-bawang-putih-nyoman-minta-imbalan-rp36-m

Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M

Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo (kanan) menyaksikan petugas KPK menunjukkan barang bukti Operasi Tangkap Tangan (OTT) pengurusan izin impor bawang putih di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Anggota DPR RI I Nyoman Dhamantra diduga meminta imbalan (fee) sebesar Rp3,6 miliar untuk mengurus izin impor bawang putih. Selain itu, Nyoman yang ditangkap KPK pada Kamis (8/8/2019), juga meminta imbalan komitmen (commitment fee) Rp1.700 - Rp1.800 per kilogram (kg) bawang putih yang diimpor ke Indonesia.

Dugaan itu diketahui setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan dari peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pengurusan izin impor bawang putih di Jakarta pada Rabu (7/8) - Kamis (8/8).

Nyoman kini sudah berstatus tersangka bersama lima orang lainnya. Mereka adalah CSU alias Afung, DDW, ZFK, MBS, dan ELV.

Nyoman yang akan segera dipecat PDIP bersama MBS, orang kepercayaannya, dan ELV menjadi tersangka penerima suap. Mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan CSU, DDW, dan ZFK menjadi tersangka pemberi suap yang disangka melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Konstruksi perkara
Kasus ini bermula dari dugaan kepentingan perusahaan Cahaya Sakti Agro yang dimiliki CSU untuk mengimpor bawang putih pada 2019. CSU kemudian diduga bekerja sama dengan DDW untuk mengurus izin impor tersebut.

"DDW menawarkan bantuan lewat jalur lain untuk mengurus rekomendasi impor produk hortikultura atau RIPH dari Kementerian Pertanian dan surat persetujuan impor atau SPI dari Kementerian Perdagangan," ujar Ketua KPK, Agus Raharjo, dalam jumpa pers pada Kamis (8/8) malam.

Lantaran proses pengurusan tidak kunjung selesai, DDW berusaha mencari kenalan yang bisa menghubungkan dengan para pihak untuk membantu pengurusan RIPH dan SPI. Dari sini, DDW berkenalan dengan ZFK yang memiliki kolega untuk keperluan itu.

ZFK kebetulan punya memiliki koneksi dengan MBS dan ELV, pihak swasta yang dekat dengan Nyoman. Alhasil DDW, ZFK, MBS dan Nyoman melakukan serangkaian pertemuan yang membahas pengurusan izin impor bawang putih.

"Dari pertemuan-pertemuan tersebut muncul permintaan fee dari INY melalui MBS angka kesepakatan awal Rp3,6 miliar dan imbalan komitmen Rp1.700 - Rp1.800 dari setiap kg bawang putih yang diimpor," tutur Agus.

Diduga imbalan komitmen itu digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20 ribu ton bawang putih untuk beberapa perusahaan, termasuk perusahaan milik CSU. Namun, karena sejumlah perusahaan yang membeli kuota dari CSU belum melakukan pembayaran, ia meminta bantuan ZFK untuk memberi pinjaman Rp3,6 miliar.

"ZFK kemudian diduga menetapkan bunga pinjaman Rp100 juta per bulan. Jika impor terealisasi, ZFK akan mendapat bagian Rp50 ribu per kg," tegas Agus.

Di sini kemudian terjadi transaksi ilegal. Dari pinjaman Rp3,6 miliar, ZFK merealisasikan Rp2,1 miliar yang ditransfer ke rekening DDW pada Kamis (8/8) pukul 14.00 WIB. DDW lantas mentransfer dana itu ke rekening money changer milik Nyoman.

KPK menduga uang itu untuk mengurus SPI dan mengunci kuota impor atau istilahnya lock quota. Sementara Rp100 juta sisa uang yang masih berada di rekening DDW diduga untuk operasional pengurusan izin impor bawang putih. "Saat ini rekening sudah diblokir KPK," papar Agus.
Kronologi penangkapan
Agus menceritakan OTT terjadi setelah KPK menerima informasi akan terjadi transaksi suap terkait pengurusan kuota impor bawang putih 2019. Setelah memastikan transaksi sudah terjadi, tim KPK meringkus lima orang pada pukul 21.00 WIB di pusat perbelanjangan di Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Mereka adalah ELV (swasta), MAT (sopir), MAY (swasta), WSN (sopir), dan MBS --orang kepercayaan Nyoman. Dari MBS, KPK mengamankan uang cash senilai AS $50 ribu.

Di sisi lain secara paralel, tim KPK menangkap DDW, CSU, dan LSK --seluruhnya pihak swasta-- pada pukul 21.30 WIB di sebuah hotel di Jakarta Barat. Dari DDW, KPK mengamankan bukti transfer senilai Rp2,1 miliar dari rekeningnya ke rekening seorang kasir money changer Indocev milik Nyoman.

Selanjutnya tim lain menciduk ZFK di Cosmo Park, Jakarta Pusat, pada pukul 23.30 WIB. Lalu pada Kamis dinihari pukul 02.41 WIB, tim KPK menangkap SYQ di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dan membawanya untuk menangkap NNO di rumahnya di kawasan yang sama.

"Lantas pada Kamis (8/8) pukul 13.30 WIB, tim menangkap INY di bandara setelah mendarat dari Bali. Kemudian terakhir pada pukul 19.00 WIB, tim meringkus ULF di kantor money changer Indocev di Jakarta Barat," tukas Agus.
Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...imbalan-rp36-m

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M Pemerintah tawarkan Sukuk Tabungan ST005, sasar Rp2 triliun

- Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M Jokowi diminta awasi seleksi calon anggota BPK

- Urus impor bawang putih, Nyoman minta imbalan Rp3,6 M Megawati siapkan surat pemecatan I Nyoman Dhamantra

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
bawang sekilo brapa ya skrg?


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di