alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Modal Nekat KBN, Bikin Marunda Terjerembab
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4cf6a24601cf7f1a7f226e/modal-nekat-kbn-bikin-marunda-terjerembab

Modal Nekat KBN, Bikin Marunda Terjerembab

Modal Nekat KBN, Bikin Marunda Terjerembab

Banyak pengusaha yang memulai usahanya mulai dari utang. Banyak pula yang menggunakan utang untuk memperluas bisnis atau merealisasikan ide-ide. Namun sebelumnya, harus ada rencana yang matang sebelum memutuskan untuk mengambil utang.

Tidak sedikit pengusaha yang bangkrut karena mengambil pinjaman terlalu besar demi ekspansi. Jika dicermati lebih lanjut, rata-rata para pengusha tersebut memiliki satu kesalahan. Yaitu kurang atau bahkan nihil kalkulasi yang matang sebelum mengajukan utang.

Apa yang terjadi pada PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini pun menurut salah satu pendirinya, Yustian Ismail, tak terlepas dari persoalan ini. Layak untuk diketahui, sampai dengan semester I/2019, pendapatan KBN masih dibawah 20% dari target yang ditetapkan. Dengan sumber pemasukan utama yang masih terhambat, tentunya laba usaha juga masih jauh dari target. Belum lagi perbandingan rasio dana lancar dan utang yang sangat jomplang.

Maka dari itu, Yustian menambahkan, jika KBN tidak mampu mencatatkan pendapatan dengan nilai fantastis pada bulan Agustus 2019 nanti, kondisi KBN di akhir tahun akan semakin terpuruk. Alasan utamanya adalah kondisi keuangan perusahaan yang mulai memikul beban berat berupa banyaknya tagihan-tagihan yang sedang berebutan masuk. Bahkan, beberapa di antaranya ada yang jumlahnya sangat besar, seperti untuk pembiayaan pembangunan Area C-4.

“Untuk membayar utang-utang tersebut, KBN tidak akan mampu kecuali menambah pinjaman lagi," imbuhnya.

Seperti diketahui, KBN pada awalnya adalah Badan Usaha Milik Negara yang didirikan dengan tujuan menyewakan lahan untuk kawasan industri. Namun, dari situs resminya terlihat saat ini KBN memiliki lini usaha properti, logistik, rumah sakit, industri beton, pengelolaan air dan fasilitas umum.

Secara kasat mata, ekspansi yang dilakukan ini memang terlihat menjanjikan. Keran pendapatan perusahaan seharusnya dapat bertambah dengan bertambahnya jenis usaha yang dijalankan. Hanya saja, ketika rencana ekspansi itu tidak diperhitungkan dengan matang, maka yang terjadi adalah sebaliknya. Karena tentunya, dalam memperluas usaha ke bidang yang belum dikuasai, dibutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Strategi yang diusung oleh HM Sattar Taba selaku Direktur Utama KBN ini memang terlihat menjanjikan. Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-33, Sattar Taba dengan bangga menyampaikan perseroan pada 2018 berhasil meraup laba Rp149,784 miliar. Dengan posisi neraca pada Desember 2018 pada Rp 2,17 triliun. KBN juga memperoleh penilaian sangat baik dari tim independen Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan skor good corporate governance (GCG) 88,07.

Terkait laporan keuangan ini, Yustian meminta pemerintah untuk menugaskan auditor independen yang profesional. Langkah ini diperlukan agar pemerintah dapat menggali permasalahan yang terjadi di dalam tubuh KBN secara lebih terbuka. Terlebih lagi dalam beberapa bulan terakhir ada kasus "goreng" laporan keuangan yang melibatkan 3 BUMN "besar", yakni PT Garuda Indonesia, PT PLN dan PT Pertamina.

Pemerintah seharusnya sadar ada tidak beres dengan KBN. Bayangkan saja, Yustian membeberkan, jumlah penyewa yang ada di kawasan berikat saat ini jauh berkurang, padahal itu adalah lini bisnis utamanya. Dia pun memperkirakan ada sekitar 60 perusahaan hengkan dari Kawasan Marunda tersebut akibat kebijakan yang terus berubah dan tidak menghargai kontrak kerja sama.

“Akibat terlalu sibuk berkonflik, mereka jadi melupakan kewajiban dan tanggung jawab mereka sebagai pengelola kawasan. Infrastruktur KBN pun jadinya terbengkalai. Jalanan saja tidak diperbaiki,” kata Yustian.

Terbaru, KBN pun sepertinya ingin kembali melebarkan sayapnya ke lini usaha baru. Hanya saja, usahanya kali ini ditempuh dengan cara merebut proyek yang telah dikembangkan oleh investor sebelumnya.

Hingga saat ini, usaha merebut Pelabuhan Karya Cipta Nusantara (KCN) Marunda telah sampai tahap Kasasi di Mahkamah Agung setelah sebelumnya dua kali memenangkan gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Semangat yang menggebu dari BUMN untuk bisa memberikan keuntungan bagi negara seharusnya tidak merugikan pihak lain. Memaksakan keuntungan instan dengan memaksakan diri berekspansi memberikan beban yang berlebih pada keuangan perusahaan. Akibatnya, bukannya keuntungan yang didapat, namun malah perusahaan terjerat hutang yang semakin menggunung.

Sumber:

https://www.antaranews.com/berita/94...ikat-nusantara

https://www.jitunews.com/read/103851...itif-korporasi

https://www.wartaekonomi.co.id/read2...itetapkan.html
profile-picture
jodyfiqri memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
mafia nih satar taba emoticon-Embarrassment
Asal "BOS" senang lah ya... emoticon-Hammer
Mafia jadi dirut ya.....

emoticon-Takut


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di