alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jual Amunisi ke OPM, Oknum TNI Ditahan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4ca41ca727687dfb36ae93/jual-amunisi-ke-opm-oknum-tni-ditahan

Jual Amunisi ke OPM, Oknum TNI Ditahan

Jual Amunisi ke OPM, Oknum TNI Ditahan
Pratu Demisla Arista Tefbana

Selasa, 6 Agustus 2019
JAYAPURA, KOMPAS.com - Oknum prajurit TNI AD Pratu DAT anggota Kodim 1710/Mimika, menjadi tersangka penjualan amunisi ke kelompok kriminal bersenjata (KKB).

DAT kini telah ditahan di Pomdam XVII/Cenderawasih, Jayapura.

Pratu DAT sebelumnya ditangkap di Sorong, Papua Barat, pada 4 Agustus 2019, setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama 2 minggu.

"Pratu DAT, yang merupakan salah satu DPO, karena terindikasi keterlibatannya dalam jual beli amunisi," ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto, melalui rilis, Selasa (6/08/2019).

Baca juga: Konflik Bersenjata, Pendidikan 700-an Anak Pengungsi Nduga di Papua Terbengkalai

Eko mengatakan, tindakan Pratu DAT ini telah membuat citra negatif bagi institusi TNI AD, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih.

Proses hukum terhadap tersangka dipastikannya akan berjalan, tidak hanya dari sisi hukum militer, tetapi hukum pidana umum.

"Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap yang bersangkutan, sesuai UU Darurat No 12 Tahun 51, Pratu DAT dapat dikenai sanksi hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun," kata dia.

Pratu DAT, sambung Eko, juga terancam dipecat dari keanggotaan sebagai prajurit TNI AD.

Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansubdenpom) XVII Cenderawasih, Ltt CPM Mukmin menyebut, Pratu DAT bersama dua rekannya, Pratu O dan Pratu M, terancam hukuman pemecetan, lantaran melakukan tindakan menjual amunisi kepada KKB.

“Tidak ada ampun, mereka akan ditindak secara militer dan akan dilakukan pemecatan,” kata dia.

Ketiga oknum TNI tersebut menjadi tersangka menjual ratusan amunisi kepada tiga orang yang baru saja diamankan oleh Satgas Nemangkawi di Jalan Cenderawasih Depan Diana Shooping Center, Kabupaten Mimika, saat hendak memasok amunisi kepada KKB, Juli lalu.

Proses penangkapan tersangka DAT dimulai sejak pukul 02.15 WIT. Saat itu, tim Gabungan melaksanakan pengendapan dan pengintaian terhadap DPO di sebuah rumah Jalan Jenderal A Yani KM 8 Melati Raya Kompleks, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong.

Setelah menerima informasi dari sumber tertutup, pukul 08.02 WIT, DPO ditangkap ketika sedang mengikuti acara kedukaan.

Dari Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan di Makodim 1802/Sorong, diperoleh keterangan bahwa DAT pada 24 Juli 2019 menggunakan kapal perintis dari Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Dobo dan selanjutnya menginap selama 2 hari di Kompleks Kerangpante.

Kemudian, pada 29 Juli 2019, Pratu DAT menggunakan KM Tidar dari Dobo menuju ke Kota Sorong dan tiba pada 1 Agustus 2019.

Selama berada di Sorong, DAT menginap di beberapa tempat secara berpindah-pindah. Ia menginap selama 1 malam di Arteri, kemudian pukul 23.00 WIT berpindah ke rumah rekannya Neken, sampai akhirnya Pratu DAT ditangkap dan diamankan pada pukul 08.02 WIT.

Siang ini, Pratu DAT sudah diterbangkan dari Sorong ke Jayapura dan kini telah berada di Pomdam XVII/Cenderawasih.


https://regional.kompas.com/read/201...um-tni-ditahan

Curiga KKB Papua Bisa Pasok Amunisi, TNI Bakal Selidiki Aliran Penyandang Dana OPM

Kamis 8 Agustus 2019
Buntut panjangnya dari kasus penangkapan Pratu DAT ini adalah TNI akan menyelidiki lebih ketat seluruh transaksi aliran dana kepada KKB.

Namun untuk mengetahui aliran dana tersebut, TNI mengaku tak bisa bekerja sendirian.
TNI mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan kerja sama dengan seluruh lembaga terkait.

Khususnya, bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK.

Hal ini disampaikan sendiri oleh Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi.

Permasalahan Papua tidak bisa (ditangani) oleh TNI/Polri saja, mungkin kita perlu juga masukan dari PPATK sebagai lembaga yang punya wewenang memeriksa transaksi keuangan," ujar Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, di Jayapura, Rabu (7/08/2019) seperti yang dikutip Sosok.ID dari Kompas.com.

Kendati demikian, Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan sebenarnya penyelidikan sumber dana KKB bukan ranah TNI.

Tetapi hal tersebut patut diketahui untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Terlebih lagi bila menyangkut dana aliran ke KKB yang selama ini terbukti digunakan untuk memasok senjata dan amunisi guna melawan pasukan TNI/Polri.

Dalam kasus perdagangan gelap amunisi oleh Pratu DAT, anggota Kodim 1710/Mimika, TNI masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari Pomdam XVII/Cenderawasih.

Dari kasus tersebut, Kodam XVII/Cenderawasih tengah melakukan pembenahan agar masalah serupa tidak terulang.

Baca Juga: Malahayati, Sosok Laksamana Laut Wanita Pertama di Dunia Asal Aceh yang Taklukan Belanda dengan Kekuatan Pasukan Janda Perang

Melansir Kompas.com, sebelumnya pada tanggal 23 Juli 2019, Satgas Nemangkawi berhasil menangkap seorang warga berinisial J membawa ratusan amunisi senjata di Timika, Kabupaten Mimika, Papua.

Setelah diperiksa, rupanya amunisi tersebut ia beli dari 3 oknum TNI yakni Pratu O, Pratu M dan Pratu DAT.

Tak hanya menyita 80 butir amunisi dalam berbagai macam jenis ukuran, Polres Jayawijaya juga berhasil menyita narkoba jenis ganja yang hendam dikirim ke Nduga, Papua pada 30 Juli 2019 lalu.


https://m.tribunnews.com/nasional/20...ndang-dana-opm

Bagus sih ketangkep... Cuma kok bang*sat banget ya jadi pengkhianat di negara sendiri...
emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hendi38 dan 3 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh noisscat
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 3
Jadi ingat si blasteran simpatisan HTI yang baru jadi tentara..

Bisa-bisa kalau gak ditindak tegas, di masa depan jadi penyelundup senjata ke gerakan-gerakan 'khilaf yuk ah' keparat! emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mindhaze dan 4 lainnya memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Pengkhianat bangsa.
pangkat pratu sudah bisa membahayakan seperti ini.
Apalagi kalo perwira? seperti simpatisan isis yang masuk akmil
emoticon-Takut
profile-picture
sweetjulia memberi reputasi
udah dari jaman ORBA


coba cek aliran dana, ada dari jakarta engga,
Pasti buat ngeue nih duitnya
emoticon-Leh Uga
ironisnya, amunisi itu akan digunakan untuk membunuhi rekan-rekannya sendiri (yang sama susahnya mengabdi di pedalaman).... bisa dibayangkan, kan?

profile-picture
profile-picture
hercule2008 dan clcyep memberi reputasi
matiin aja udah




sampai bisa lepas pasti jadi pentholan KKB














emoticon-Cool
matikan segera..

penghianat bangsa
tapi klau g ada opm tentara polisi g pernah nyicipi medan perang sesungguhnya
Mengerikan emoticon-Takut
profile-picture
youdoyouknow memberi reputasi
Kurang ajar, hukum seberat-beratnya
profile-picture
youdoyouknow memberi reputasi
kata cebi2 bloon opm udh ga ada, udh takluk ama si kodok karena kodok membangun papua emoticon-Busa
Lihat 2 balasan
nunggu laskar pisang tegang turun tangan membereskan opm..
Diubah oleh vacant.
Seorang TNI aktif jika berkhianat kepada negara dan kesatuannya maka harus dihukum mati
profile-picture
jamie76 memberi reputasi
Lihat 1 balasan
goblok nih tentara, jual amunisi ke musuhnya, pengkhianat emoticon-fuck
MATIKAN2....MATIKAN2....MATIKAN2....
Penyandang dananya bisa ASN, bisa dari militer, bisa juga dari penguasa wilayah disana.

Sudah jadi rahasia umum jika dilihat dari ucapan para petinggi wilayah disana.
Balasan post 88venomwolf88
Quote:


Ah, itu kan hasil coli lu sendiri mpret.
profile-picture
profile-picture
youdoyouknow dan esaka.kedua memberi reputasi
binasakanemoticon-Belgia
sebenarnya dah dari dulu praktek kek gini...baru kali ini terungkap..


Lihat 1 balasan
Halaman 1 dari 3


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di