alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c8c3f337f93434737891e/purnama-sebut-nama-presiden-saat-satpol-pp-bongkar-lapaknya

Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya

Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya
Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya : Tolong Pak Jokowi, Rakyat Menderita

TRIBUN-MEDAN.com-Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya : Tolong Pak Jokowi, Rakyat Menderita.


Rasa sedih bercampur pilu dirasakan oleh Purnama br Rajagukguk, saat melihat kios dagangannya yang sudah dihuni puluhan tahun telah rata dengan tanah.

Ini merupakan penertiban kedua yang dialami oleh Purnama setelah pada tahun 2017 silam, di tempat yang sama kios dagangannya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan.

Wanita paruh baya berusia 60 tahun warga yang bermukim di daerah Amplas ini, masih tampak kuat saat berusaha menghalangi petugas Satpol PP agar tak merobohkan tenda dagangannya.

“Tolong, tolong Pak Jokowi. Rakyat jadi menderita. Aku nanti jual sabu-sabu diangkat. Aku jual lonte diangkat. Jual apalagi saya memperjuangkan anak saya,” curhat Purnama dalam kepiluan yang dialaminya.

Baca: Kondisi Terkini Kasatpol PP Sofyan, Kulit Melepuh namun Menolak Dioperasi: Biarlah, Saya Sudah Tua


Purnama menjelaskan bahwa gonjang-ganjing yang terjadi di Pasar Bulan, saat ini masih banding. Pihaknya juga belum kalah.

Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya
Para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Bulan yang berusaha mempertahankan tempat mereka berdagang untuk mencari nafkah, agar tidak di tertibkan. (Tribun Medan / M Andimaz Kahfi)

Telah beberapa kali dan ini belum jatuh t

“Kalau kami kalah, pindah kami dari rumah kami ini,” katanya.

Purnama yang saban hari berjualan buah, mengaku sudah berjualan di Pasar Bulan sejak masih gadis saat berumur 12 tahun.

Ia bercerita, awalnya para pedagang berjualan di Medan Mal.

Tapi karena ada pembangunan Medan Mal, para pedagang kemudian ditertibkan dan dipindahkan ke Jalan Bulan yang menjadi cikal bakal Pasar Bulan.


“Kami dulu disini beribu yang jualan lapis tiga sampai terminal. Tapi karena beberapa kawan-kawan tidak tahan, mereka pindah dan mencari jalan yang baik. Kamilah disini yang memperjuangkan, itupun mau dibuang kami pak,” tutur Purnama.

“Maunya kalau mau dibuang yang bagus. Kami pernah dibuang ke Pajak Induk dan kami enggak laku. Enggak ada orang pembeli, hantu semua disitu. Biar tahu kalian,” sambungnya.

Masih kata Purnama, dari 500 orang pedagang yang masih berjualan di Pasar Bulan hanya tinggal segelintir pedagang yang masih berani untuk berdarah-darah memperjuangkan Pasar Bulan agar bisa tetap jadi tempat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami cuma minta bantulah kami. Karena kami cuma orang kecil yang hanya ingin bertahan hidup,” tutup Purnama.

Setelah melakukan penertiban di Warkop Elisabeth, hari ini, Kamis (8/8/2019), Satpol PP menertibkan pedagang yang berjualan di Jalan Bulan.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com di lokasi, personel Satpol PP melakukan negosiasi dengan para pedagang di pasar yang berdekatan dengan Medan Mal tersebut.

Setelah diberikan waktu selama 30 menit, akhirnya para pedagang mau meninggalkan tempat lokasi mereka berjualan.

Satu unit eskavator digunakan untuk meratakan kios-kios pedagang.

Tonton videonya;



BERITA FOTO Kasatpol PP Disiram Air Panas Saat Penertiban Warung Kopi Elsa

Dilokasi tak ada tampak Kasatpol PP Muhammad Sofyan.

Menurut seorang Satpol PP bernama Dani, Sofyan tak hadir karena masih istirahat untuk penyembuhan luka akibat tersiram air panas.

"Pak Sofyan tidak ada, yang ada hanya Sekretaris Satpol PP Kota Medan Rahmat Harahap," jelas Dani.

Sekadar informasi, Muhammad Sofyan disiram air panas oleh pedagang di Warkop Elisabeth.

Sofyan sempat mendapat perawatan di RS Santa Elisabeth dan RS Royal Prima.

https://medan.tribunnews.com/2019/08...erita?page=all
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Terimakasih kepada boru rajagukguk yang meng share riwayat pengalaman kerja nya dahulu emoticon-Shakehand2

Benar2 kisah inspiratif khas budaya mukapetak sumut emoticon-Wagelaseh

Tak melanggar hukum, tak nafas mamak, lae


profile-picture
profile-picture
profile-picture
baniparkir dan 3 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
semoga ada solusinya...ya memang gan jualan tertib di pasar perjuangannya berat...harga sewa kios yang mahal (bs gila gilaan)...dan sepinya pembeli,akibat dari banyak pkl di luar pasar yg jualan sembarangan...org belum masuk ke pasar,yg mereka cari mau dibeli dah ketemu....
Lihat 1 balasan
wah,.,
Pening aku....
Jual sabu, jual lonteemoticon-Leh Uga
Mending ngefly pake aer rebusan pembalut bekasemoticon-I Love Indonesia

Ibu aja fotonyaemoticon-Ultah
Diubah oleh ushirota
Kaga ada afe2 nye di banding yg ene .

Warga gotham city faling ahli mewek terkaing2

Purnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar LapaknyaPurnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar LapaknyaPurnama Sebut Nama Presiden saat Satpol PP Bongkar Lapaknya
Lihat 2 balasan
serba salah...
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
Jual sabu jual lonte...?

emoticon-Matabelo

Boru bangcat....!

emoticon-Belgia
mana jokowi, dipanggil rakyatnya gak nongol
Balasan post bagong2018
Quote:


Dijanjiin dibalikin tanah nya ama si abud.

Sampe sekarang 2,5 tahun jgnkan dipenuhi, dijenguk aja kagak.

emoticon-Leh Uga
Purnama pun jadi nama
Gerhana, matahari, bulan, bintang dll juga jadi nama
Diubah oleh ushirota
kartu kasihan masih laku di indo.

padahal meluruskan kesemrawutan itu harus bertangan besi.
dulu sejak muda jualan di sana, bukan berarti nanti tujuh turunan boleh jualan di sana terus. kalau izin habis dan diatur ke tempat lain, mau ngga mau ya harus patuh.
Lihat 1 balasan
Rakyat cengeng kayak bocah diatur saja sulit gak malu sama umur? emoticon-Ngacir Tubrukan
ditunggu penertiban PKL lainnya, biar kota2 besar di Indonesia gak semrawut emoticon-Traveller
Quote:


Ini yg jadi bahan kampanyenya abud dlu ya.
Yg katanya bakal dikasi santunan itu.
Wakakakak tempat penyakit masyarakat kok dibela perihbumi.

emoticon-Ngakak
yg terbaik buat rakyat
Balasan post bodico
Quote:


Coba kalau dari awal sudah ditindak.. lha ini sampai yang melanggar aaturan beranak pinak, kesalahan dibiarkan saja
Karena kesalahan terlalu lama dibiarkan, dianggapnya itu bener.. Persis kayak semboyannya Goring : Kalau kebohongan terus menerus didengungkan, orang akan menganggap itu sebagai sebuah kebenaran..emoticon-Big Grin



Ibarat kanker sudah Stadium Old Trafford... satu satunya jalan ya dimusnahkan...
Balasan post setper
rantai masalah yg ga selesai2

mereka membasmi PKL yg jualan ga pada tempatnya biar pembeli kembali beli ke pasar yg sudah disediakan tempatnya. tapi begitu mau pindah harga sewa kiosnya kelewat mahal jadinya jualan lagi di tempat sembarangan. udah gtu aja terus muter2 ga abis2

profile-picture
setper memberi reputasi
kena kutang inang inang pening pala kelen emoticon-Ngakak
Balasan post bagong2018
Di kasih Rusun aja kagak emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Wuih veteran dunia parlontean dan hasabuan emoticon-Leh Uga
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di