alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Menikah Puluhan Tahun Akhirnya Memilih Bercerai, kok bisa...
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c426f337f9363737aa2bb/menikah-puluhan-tahun-akhirnya-memilih-bercerai-kok-bisa

Menikah Puluhan Tahun Akhirnya Memilih Bercerai, kok bisa...

Apa sih perlunya hidup dengan berpasang-pasangan? Untuk saling melengkapi satu sama lain?

Untuk mendapatkan keturunan? Terkadang kita mungkin sering heran melihat orang yang sudah menikah puluhan tahun, memiliki anak bahkan cucu namun pada akhirnya memutuskan untuk bercerai, terkadang dengan alasan yang mungkin terdengar sepele yaitu karena ketidakcocokan pribadi. Masak sih karena gak cocok, orang udah bertahun-tahun menikah hingga beranak cucu, kok pisah dengan alasan yang gak cocok? Itu adalah pertanyaan yang selalu terbesit di pikiranku hingga malam ini. 


Spoiler for couple fighting:



Namun kejadian malam ini sangat merubah pandanganku terhadap hal tersebut, malam ini aku disadarkan bahwa hal itu sangat mungkin terjadi. Malam ini, hubunganku yang sudah kujalin bertahun-tahun kandas begitu saja karena alasan sepele, karena beda kepribadian. Setiap orang di dunia ini meskipun dilahirkan dari rahim yang sama atau bahkan kembar sekalipun tidak memiliki kepribadian yang sama. Lantas kenapa aku menuntut pasanganku memiliki kepribadian yang sama denganku, no bukan itu yang aku maksud. Aku tidak menuntut pasanganku untuk memiliki kepribadian yang sama dengan ku, tapi aku menuntutnya untuk mengerti, hanya untuk mengerti dan mencoba bertahan. Tapi apa yang dia inginkan adalah bukan untuk mengerti tapi ingin merubahku dan ia tidak sanggup bertahan jika aku tidak berubah. Dalam hal ini kami punya kesamaan, yaitu aku juga sama aku ingin dia merubah caranya bersikap, kalau tidak maka aku tidak akan bisa bertahan.

Kejadian ini menyadarkanku bahwa hal ini-lah yang mungkin terjadi pada pasangan-pasangan yang sudah menikah puluhan tahun namun akhirnya memilih bercerai karena merasa tidak cocok satu sama lain. Tidak mungkin setelah puluh tahun menikah mereka tidak sadar bahwa pasangannya tidak cocok dengannya, namun mungkin selama ini mereka bertahan karena merasa bisa merubah kepribadiannya, namun di dalam hati merasa tersiksa dan tersakiti. Perasaan tersiksa dan tersakiti itu memuncah lalu kemudian pecah setelah puluhan tahun hingga akhirnya memutuskan untuk berpisah. Beberapa mungkin menyimpan rasa sakit itu hingga di bawa mati. Beberapa mungkin masih mampu bertahan karena melihat anak yang menjadi buah hati pernikahan. Sebagian lagi terlalu takut untuk dipandang buruk jika berpisah.


Spoiler for depressed woman:



Bagi pembaca yang mungkin memiliki kasus yang sama denganku saat ini, aku katakan bahwa tidak salah untuk akhirnya memilih untuk tidak bertahan, untuk melepaskan rasa sakit yang sudah lama disimpan, untuk kembali membentengkan sayap dengan hati yang lapang yang selama menumpuk rasa sakit yang terdalam. Tidak salah orang yang akhirnya memilih berpisah meskipun sudah bertahun-tahun bersama, meskipun sudah memiliki buah hati. Tidak salah bagi mereka yang akhirnya memilih untuk terbebas dari hubungan yang selama ini terasa mencekik. Karena hidup hanya satu kali dan diri kita sendirilah yang bisa mengontrol hati kita untuk merasa bahagia, kita berhak untuk melanjutkan sisa hidup dengan berbahagia dan meninggalkan semua rasa sakit itu sebagai masa lalu.

Spoiler for happy life:




Untuk pembaca yang mungkin sedang merencanakan menikah namun merasa ada hal yang ketidakcocokan yang signfikan antara kamu dan pasangan, ada baiknya untuk dapat menelaah kembali tujuan pernikahanmu lalu terus mengingat tujuan tersebut untuk menjadikannya alasan untukmu bertahan. Jika alasanmu menikah adalah punya anak, maka kamu harus pintar menyimpan perasaan rasa sakitmu di depan anak-anakmu kelak jika perbedaan kepribadian antara kamu dan pasangan memicu pertengkaran dan sakit hati. Namun apabila kamu kelak tidak sanggup bertahan, maka untuk apa melanjutkan sesuatu yang pada akhirnya kamu tau bahwa kamu tidak akan sanggup bertahan.

Untuk pembaca yang mungkin sama sepertiku yang menghadapi kegagalan demi kegagalan dalam percintaan, ini bukan salahmu dan bukan berarti kamu ditakdirkan untuk hidup sendiri. Tapi kamu hanya belum bertemu dengan orang yang tepat. Sementara isi waktumu untuk memperbaiki diri, menelaah tujuan hidupmu dan membahagiakan hatimu sendiri.

Demikian tulisan singkat dariku semoga tulisan ini dapat membantu banyak pembaca yang mungkin sedang bimbang dengan perasaannya. 😊
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jonwongndeso dan 2 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
udah gak cucok
akan tetapi klo udah bertahun gini sebelum berpisah harus dipikirkan secara matang. bukan masalah yang menentukan hidup kita ya kita sendiri, tapi lebih ke dampak yang ditimbulkan. anak salah satunya. banyak anak yang hancur pemikirannya dan trauma karena perpisahan orang tuanya. dan dampak kaya gini akan nempel ke diri anak hingga dewasa emoticon-Frown
Lihat 2 balasan
Banyak juga sih gan yang cerai padahal udah punya cucu kaya artis lidya kandau sama fanny bauti tuh. Mungkin kepercayaan juga bisa jadi penyebab perceraian atau sbnernya udh nahan masalah dr dulu tpi baru keluar nya skg
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Ini persis bgt sama org tua ane gan. Soalnya bpk ane suka melakukan kdrt ke keluarganya. Ane sering bgt dipukul sampe di ludahi. Tp ibu ane terlalu takut buat pisah. Katanya takut anak"nya bkl kena imbasnya. Terutama ane, katanya takut kalo gk ada yg mau nikah sama ane gara" org tuanya pisah. Tp di sisi laen ane jg kesiksa. Ane merasa jd tameng buat ibu ane bertahun" capek rasanya. Ane pernah ngajak ibu ane pergi dr rumah 2 kali. Ibu ane nangis" minta balik ke rumah lg. Dan ujung"nya ane udah capek bgt. Bela ibu mati"an tp ujung"nya ane yg di salahin.
profile-picture
orbin039 memberi reputasi
+1 gan/sis

Banyak kok yg kaya begitu. Gw juga.
memang ada baiknya jika memilih untuk berpisah daripada ketika sudah berkeluarga malah yang ada pertikaian yang tak bisa terhindarkan. yang di takuti adalah kdrt ataupun semacamnya. memang sangatlah berat. tapi daripada gagal di tengah jalan, mending putuskan sekarang demi kebaikan
Itu kesalahan dari diri u sendirilah...

seharusnya kalau memang ada masalah, ya u ngomongin sama doi untuk menyelesaikan masalah....

Banyak masalah yang menjadikan rumah tangga hancur atau hubungan berakhir setelah bertahun - tahun ya karena udah mulai menutup dari pasangannya...

ada masalah malah kabur dan bukan di selesain..
hal ini yang menjadi hal sepele tapi sangat penting dan sering di lupain...

Kalau u gak cerita, setelah beberapa tahun and emosi gk stabil baru keluar semua...
Tentunya hubungan kalian gk bakalan baik lagi....

Namanya juga hidup, kalau salah ya ambil pelajarannya...
Kalau gk dicoba ya mana tahu hasilnya

Balasan post diandraps
Quote:

klo puluhan taun nikah trus cerai, asumsi anaknya udah ckup dewasa dan udah paham knpa ortunya cerai dong.
profile-picture
diandraps memberi reputasi


Quote:


iya si gan, tapi tidak menutup kemungkinan anak masih sedih karena ketidak utuhan keluarganya. temen ane ada yg ortunya hampir cerai, padhal dia udah kuliah. tapi dia hancurnya udah bukan maen pdhal dia udah dinilai dewasa emoticon-Sorry
Quote:


Duhh serem bgtt sist. Itu beneran gamau pisah karna inget anak apa kelewat bucin? emoticon-Takut
Pertamax gan. Jangan menuntut pasangan kita untuk jadi diri kita. Melainkan menuntut saling mengerti dan mengasihi
menurut ane sih menahan untuk cerai garagara anak tuh salah loh, yang ada malah semakin stres dan mempengaruhi tumbuh kembang anak, daripada sama sama kepaksa mending pisah tapi bisa bahagia sendiri2 dan sambil urus anak bergantian sesuai kesepakatan sih emoticon-Jempol
Balasan post diandraps
Quote:


malah menurut ane kalo alesannya cuma karena anak sih salah sis, mendingan dari awal pisah biar anaknya ngga punya trauma tersendiri ngeliat hubungan pernikahan yang udah gak selayaknya dilanjutin lagi, traumanya malah makin hebat nanti. ane termasuk yg ngerasain soalnya
profile-picture
diandraps memberi reputasi


Quote:


bner juga si gan, dari pada semakin lama gk sehat dan anak juga semakin lama juga melihat ketidak harmonisan emoticon-Frown
duhh, yang sabar ya gan emoticon-Sorry emoticon-Sorry
Quote:


Betul gan. Malah mikir ngapain masih bersatu kalo cuma buat berantem berantem doang, nggak ada anak yang pengen liat orangtuanya berantem didepan anaknya gan. Sakit kalo diinget inget. Apalagi kalo sampe ada tindakan atau kata kata abusif. Beh ngena banget tuh di hati.
profile-picture
diandraps memberi reputasi


Quote:


iya gan emoticon-Sorry , bakal traumatis bgt buat anak, dan jadi gk betah di dalam lingkungan keluarga. selain itu juga akan bisa berdampak pada aktivitasnya seperti sekolah yang harus diselesaikan emoticon-Sorry
Quote:


Beratt rasaanyaa.. Membayangkan bertahun2 seperti itu.. Sekarang masih Gan/Sis?
Quote:


Bpk ane udah minggat gan. Pas puasa kemarin. Gk tau sekarang dimana
Quote:


Hmmm.. Secara pribadi ada efek gimana terhadap kelakuan Bapak Agan/Sista?
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di