alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / ... / SINDOnews.com /
Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c2fa2c0cad72c88776c4c/cerita-perburuan-tiga-perampok-toko-ponsel-hingga-cianjur-dan-lampung

Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung

Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung

TANGERANG - Polresta Tangerang berhasil meringkus tiga perampok gerai ponsel di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Ketiga pelaku dilumpuhkan petugas karena berusaha melawan saat akan ditangkap.

Para pelaku berinisial S (38), HS (29) dan AH (35). Ketiga pelaku ini memiliki peran berbeda. S tercatat sebagai eksekutor perampokan, HS yang memberi bantuan pinjaman motor, dan AH sebagai penadah.

Selain S, HS, dan AH, polisi juga menangkap seorang tersangka lainnya, yakni dan A (26). A merupakan eksekutor bersama S. Dia ditangkap tidak lama, setelah S tertangkap.

Baca Juga:

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif mengatakan, total pelaku yang telah dibekuk berjumlah empat orang. Saat ini, mereka sudah ditahan di Mapolresta Tangerang.

"Keberadaan S pertama diendus petugas di wilayah Ciampea, Bogor, pada Kamis 1 Agustus lalu. Saat petugas ke sana, ternyata S sudah melarikan diri," kata Sabilul, di Polresta Tangerang, Kamis (8/8/2019).

Berdasarkan keterangan yang terhimpun di lapangan, diketahui bahwa pelaku kabur ke wilayah Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat. Petugas lalu bergerak ke Ciranjang, Cianjur.

"Anggota langsung bergerak ke Cianjur pada Jumat 2 Agustus. Sekitar jam 9 malam, S akhirnya dibekuk. Awalnya, S tidak mengaku telah melakukan perampokan itu. Tetapi akhirnya, dia mengakuinya juga," paparnya. (Baca: Satroni Gerai Ponsel di Cikupa, Komplotan Perampok Bersenjata Dibekuk)

Tidak hanya itu, S juga bercerita bahwa aksi itu dilakukan bersama-sama dengan para pelaku lainnya. Dia menyebut eksekutor lain berinisial A, dan HS yang menggambar lokasi perampokan dan meminjam motor.

"Dia mengaku dibantu A dalam beraksi, dan HS yang berperan menggambar lokasi perampokan dan meminjamkan sepeda motornya kepada S untuk beraksi," jelasnya.

Dari informasi itu, petugas langsung gerak cepat melakukan penangkapan terhadap A. Tidak butuh lama, di hari yang sama dengan penangkapan S, polisi akhirnya menangkap A, di suatu perumahan, di wilayah Bogor.

"Dari tersangka A, petugas mengamankan 2 unit HP barang curian. Tidak berhenti di situ, petugas kembali mengembangkan jaringan pelaku lainnya yang terlibat," sambungnya.

Kasatreskrim Polresta Tangerang AKP Gogo Galesung menambahkan, penangkapan teehadap seluruh pelaku dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu 3 Agustus, petugas berhasil menangkap HS.

"Tersangka HS ini kami tangkap di wilayah Panongan, Kabupaten Tangerang. Dari tersangka HS ini, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Beat putih yang digunakan dalam merampok," ungkapnya.

Para tersangka, kata Gogo, menjual barang rampokan ke AH, di wilayah Bogor. Untuk kepentingan pengembangan, para tersangka digiring ke lokasi AH di Bogor.

"Namun, sesampainya di Bogor, tersangka S dan HS melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri. Sehingga langsung diberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kakinya," tambahnya.

Kedua pelaku pun tidak berkutik saat timah panas dilesakkan ke masing-masing kakinya. Perburuan terhadap AH berlanjut. Ternyata, buronan yang dicari-cari itu sudah menyebrang jauh ke Lampung, Sumatera.

"Petugas pun menuju ke Lampung, Minggu 4 Agustus. Di Lampung, tersangka AH bersembunyi di rumah mertuanya. Dari tangannya, polisi mengamankan satu pucuk senjata api replika dan airsoft gun," jelasnya.

Polisi juga mengamankan dua unit HP hasil rampokan yang belum dijual tersangka AH. Petugas pun akhirnya membawa AH ke Kabupaten Tangerang, untuk pendalaman.

"Saat tersangka AH akan dibawa, di dalam perjalanan, dia mengaku ingin buang air kecil. Tapi, tiba-tiba melawan dan melarikan diri. Petugas pun melumpuhkan tersangka dengan tindakan terukur di kaki," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi perampokan bersenjata api kembali beraksi di wilayah hukum Polresta Tangerang. Perampokan ini terjadi tidak lama setelah residivis Malaysia beraksi di Toko Emas Permata, Balaraja.

Dalam aksi perampokan di toko HP itu, dua perampok bersenjata api sempat menodongkan pistolnya ke pegawai toko, dan menggasak 48 HP senilai Rp150 juta.


Sumber : https://metro.sindonews.com/read/142...ung-1565260343

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung 1.150 Cerobong Gas Buang Industri di Jakarta Terindikasi Cemari Udara

- Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung Anies Ajak Kadin DKI Wujudkan Visi Pembangunan Jakarta 2017-2022

- Cerita Perburuan Tiga Perampok Toko Ponsel hingga Cianjur dan Lampung Ibu Korban Kekerasan Seksual Guru di JIS Kecewa Penegakan Hukum di Indonesia

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di