alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c20fc65b24d3e6136879c/problem-minoritas-di-indonesia-tak-hanya-berhenti-di-etnis-tionghoa

Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa

Tampilkan isi Thread
Halaman 2 dari 2
intinya sih kecemburuan sosial emoticon-I Love Indonesia
ya.udah..
tionghua mah sante aja
yg penting hidup dgn baik aja
gua gak kepancing isu minoritas kayak gini lagi soalnya udah liat busuknya cinak kampang di rspad gatot soebrotoemoticon-Big Grin
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Balasan post uratkumbang
tergantung mayoritasnyanya bre
Balasan post uratkumbang
fuck nationalism
Balasan post ivan.as.ira
lah cina mana mau pake bpjs, gengsi dong, maunya mereka berobat ke singapore atau eropa sekalian
Kalo minoritas arab di indon kok disembah2 ya
Padahal mereka biang rusuh, biang khilafah
Diubah oleh afo.mikami
nasbung islam radikal curut khilafah emang anjinkemoticon-DP emoticon-Tai
profile-picture
Jalan Cinta memberi reputasi
Quote:


Selain itu juga stigma kalau orang cina itu tajir dan curang dalam bisnis. Padahal banyak juga yang blangsak. Dan itu dikatakan terus menerus ke anak cucu sampai jadi dogma.

Jadilah kecemburuan sosial
Diubah oleh aquatrium
Balasan post cocktail1987
Quote:


betul, ras cengeng

Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa
Balasan post l.kripac98
Quote:


kalo ini faktanya emang karena ga ada yang berani ngelapor

emang sekali-sekali perlu ada yang maju berani ngelapor gitu biar jadi shock terapi

ibaratnya preman lo biarin malak elo ya pasti seterusnya bakal malak elo terus
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
Kampung ane kgk ada tuh diskriminasi cino. Daerah non I soalnya wokwowkwok

Lu cino bule atau apalah klo dah I dah d sanjung2 macam kwetiauw
sensitif nih, nyimeng duluemoticon-army
Dak usah playing victim lah. Hampir semua suku pasti kena buli kl mereka minoritas, tp bukan brarti dak ada bhineka tunggal ika. Dasar jawa, dasar sunda, batak, madura dll biasa ane denger dr dulu. Jd dak mesti etnis tionghoa aja.
Indonesia ttp tmpat paling pas bagi contoh toleransi. Kasus intoleransi pun sangat2 kecil. Jgn lantas hal yg sedikit lalu dibikin gebyah uyah semua begitu.
Yang diklaim sebagai mayoritas belum tentu atas keinginan yang diklaim malah banyak dipaksa agar terlihat mayoritas. Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa

Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa
inti nya sih kecemburuan sosial, yang satu kaya raya yang satu miskin kere blangsat. jadilah cemburu.. diskriminasi,bullying etnis dan agama cuma bumbu penyedap aja biar ada alasan untuk makin membenci emoticon-Ngakak
Balasan post ivan.as.ira
@jeffrey.maulana yaudah cao dari indonesia,,kok bangga2kan negara berak menlen mulu
profile-picture
soljin7 memberi reputasi
Faktor daerah tmpt tinggal dgn kultur khas masy nya memegang peranan penting :

Di tmptku yg msh byk radikalis (212 mart aja sampe 2 biji dgn 2/3 ruko gandeng jd satu ,..tapi gak laku) dgn jargon malay (melayu).

Satu contoh :

Lagi dibangun pizza hut skrng ini , nah sebelumnya sdh ada pizza yg sgt laku : pizza papa ibam , nama nya.

Entah krn takut kegusur dan gak laku ,..pemiliknya yg “malay” malah nyinyir koment di medsos (kurang lbh kalimat nya , begini) :

“Punya cino (Cina) yg bangun pizza nya (pizza hut) ==>> mode bertanya di medsos.

Tribun Bali

Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Christriyati Ariani saat ditemui di Golden Tulip Sunset Road, Bali, Selasa (6/7/2019).


Sebanyak 160 Ribu Warga Cantumkan Identitas Penghayat Kepercayaan di KTP

DENPASAR, KOMPAS.com - Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Christriyati Ariani menyebutkan, data dari Kemendagri jumlah penghayat kepercayaan yang telah mencantumkan identitas di KTP sebanyak 160 ribu orang.

"Terakhir kemarin, data dari Kemendagri ada 160 ribu sekian yang sudah mencantumkan identitasnya di KTP. Yang belum mencantumkan mungkin lebih banyak," jelasnya.

Sementara, Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi mencatat pada tahun 2019 terdapat 190 organisasi penghayat tingkat pusat dan 1000 organisasi tingkat cabang.

"Jumlahnya tentu bertambah. Keputusan MK sangat diapresiasi para penghayat dan sekarang beberapa pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota sudah mengakomodasi putusan itu. Dan mereka sekarang sudah boleh mencantumkan di KTP. Walaupun belum semua kabupaten atau kota mencantumkannya," terangnya.

https://denpasar.kompas.com/read/201...rcayaan-di-ktp

#penghayatkepercayaan #kolomagama #ktp #tolakpenjajahanbudaya #gerakannasionalbudayanusantara
Problem Minoritas di Indonesia Tak Hanya Berhenti di Etnis Tionghoa

tidak berlaku buat owe olang emoticon-Stick Out Tongue
Halaman 2 dari 2


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di