alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Anggota DPR dari PDIP Nyoman Dhamantra Diciduk KPK saat Kongres di Bali
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c0e5e8012ae518c2d9f7d/anggota-dpr-dari-pdip-nyoman-dhamantra-diciduk-kpk-saat-kongres-di-bali

Anggota DPR dari PDIP Nyoman Dhamantra Diciduk KPK saat Kongres di Bali

TRIBUN-MEDAN.com - Terulang lagi, anggota DPR dari PDIP Nyoman Dhamantra diciduk KPK saat kongres di Bali.   

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Mawarta menyebutkan nama 11 orang yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (7/8/2019) malam akan dirilis malam ini.

Selain ke-11 orang tersebut, satu orang lainnya diketahui merupakan anggota DPR RI dari Komisi VI.

Namun menurut Alex, yang bersangkutan belum ditangkap oleh KPK dikarenakan sedang melaksanakan kongres di Bali.

"Detail saya tidak tahu, tapi katanya sedang kongres di Bali.

Entah kongres atau acara lain saya tidak tahu," ujar Alex di Gedung Lemhanas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Ia mengatakan, informasi yang ia terima hingga saat ini baru sebatas itu.

Saat ini, di Bali memang sedang digelar kongres PDI Perjuangan (PDI-P) yang kelima hingga tanggal 10 Agustus mendatang.

Namun apakah benar anggota DPR yang dimaksud adalah dari partai tersebut, Alex mengaku tidak mengetahuinya.

"Yang jelas 11 orang diamankan hingga tadi pagi, satu orang belum karena katanya lagi di Bali.

Tidak disebutkan dari fraksi apa," kata dia.

Teranyar, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) mengamankan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan bernama Nyoman Dhamantra.

"Iya benar (Nyoman Dhamantra).

Sudah diamankan dan telah berada di KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Dibawa tim dari Bandara CGK (Soekarno Hatta)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8/2019). 

Nyoman Dhamantra ditangkap atas dugaan suap impor bawang putih. 

Dari pantuan Kompas.com, Nyoman Dhamantra datang sekitar pukul 14.30.

Ia datang dengan mobil kijang Inova berwarna abu-abu dan mengenakan baju berwarna biru.

Diketahui, Nyoman Dhamantra merupakan anggota legislatif komisi VI DPR RI.

Komisi tersebut membidangi terkait perdagangan, perindustrian, investasi, koperasi, UKM dan BUMN, standarisasi nasional.

Sebelumnya Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi mengenai transaksi terkait rencana impor bawang putih ke Indonesia.

"Setelah kami cek di lapangan, diketahui ada dugaan transaksi menggunakan sarana perbankan," ucap Agus.

Pada Rabu (7/8/2019) malam pukul 21.30, penyidik KPK pun bergerak melakukan operasi tangkap tangan (OTT).

KPK total mengamankan 11 orang dalam OTT diduga terkait suap impor bawang putih.

Sebanyak 11 orang yang diamankan itu terdiri dari pengusaha, importir hingga orang kepercayaan anggota DPR RI.

"11 orang terdiri dari unsur swasta pengusaha importir, sopir dan orang kepercayaan anggota DPR RI dan pihak lain," ujar Agus.

Orang kepercayaan anggota DPR yang dimaksud, rupanya asisten Nyoman Dhamantra.

Penyidik KPK pun telah mengamankan bukti transaksi Rp 2 miliar yang diamankan dalam OTT ini.

Selain rupiah, penyidik KPK mengamankan pecahan uang dolar AS.

KPK tengah menelusuri terkait rencana aliran dana dalam kasus ini.

KPK menduga ada rencana pemberian uang kepada anggota DPR RI.

"Uang rencananya diduga diberikan untuk seorang anggota DPR RI dari komisi yang bertugas di bidang perdagangan, perindustrian, investasi, dan lain-lain," ucap Agus.

Oleh sebab itu, penangkapan Nyoman Dhamantra diharapkan menjadi titik terang terungkapnya kasus ini. 

Dalam waktu dekat, KPK diagendakan menyampaikan keterangan pers untuk membeberkan perkara ini secara komprehensif.

Penangkapan ini mengulang penangkapan kader PDIP Adriansyah.

Diketahui, KPK menangkap Adriansyah tepat ketika Kongres IV PDI-P digelar di Bali.

KPK menangkap Adriansyah di Swiss-bellhotel Sanur, Bali, Kamis (9/4/2015).

Penangkapan itu sendiri terkait izin pemulusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Mitra Maju Sukses.

Suap itu sudah diterima Adriansyah sejak menjabat sebagai Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan hingga menjabat anggota DPR RI.

Sumur:
https://medan.tribunnews.com/amp/201...ongres-di-bali


dah biasa klo ginian emoticon-Traveller
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Mampus anjing...pdip bgst huakakak cuih
Banteng colok congore....
emoticon-Ngakak
Mantap tidak tebang pilih emoticon-Salaman
profile-picture
profile-picture
cipokan.yuk dan khayalan memberi reputasi
Good job buat KPK
Kpk ini di dalemnya kan ada kampret jg emoticon-Big Grin
Kongres dan ott daya ledaknya luarbiasa emoticon-Big Grin
teknologi technology
katanya kpk tebang pilih ? emoticon-Busa
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
KPK sekalian pelesiremoticon-Wkwkwk
Mantap lah emoticon-Big Grin
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
oh ini ternyata biangnya import ugal ugalan .
Digayung KPK dia... emoticon-Ultah
hajar pak!!!
Koster, ganjar, ooly gak sekalian


Dulu si ardyansah korupsi, utk biaya kongres itu. Pancasilais bgt klo terulang lagi.


Jadi tebang pilih ga?

Alat kekuasan ga pemerintah ga?

Koruptor harus diganyang, g aoeduli siapapun
Waduh, itu kan dana buat kongres...
Diubah oleh suromenggolo
Quote:


Dulu jaman beye orang demokrat banyak yg ketangkep dicap sarang koruptor, begitu pula sekarang pdip jg sarang koruptor. Smoga tdk ada standar janda lagi seperti yg sudah2
profile-picture
beyoungcarerock memberi reputasi


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di