alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Presiden Tak Bisa Dilantik, Upaya Kelompok Radikal Menggagalkan Hasil Pemilu 2019?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c0da84601cf127713e11e/presiden-tak-bisa-dilantik-upaya-kelompok-radikal-menggagalkan-hasil-pemilu-2019

Presiden Tak Bisa Dilantik, Upaya Kelompok Radikal Menggagalkan Hasil Pemilu 2019?

Presiden Tak Bisa Dilantik, Upaya Kelompok Radikal Menggagalkan Hasil Pemilu 2019?

Meski telah diputuskan pemenang Pilpres 2019, informasi sesat mengenai keterpilihan Presiden Joko Widodo masih saja bertebaran di media sosial.

Rerata mereka menggugat Jokowi tak bisa dilantik menjadi Presiden karena peraturan di UUD 1945. Hal ini mengacu pada Pasal 6A ayat (3) UUD 1945 berbunyi:

(i) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum; dan
(ii) dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia.

Jika tidak memenuhi syarat itu, menurut Pasal 416 ayat (2) UU Pemilu, kedua pasangan capres cawapres yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua, dilakukan pemungutan suara ulang putaran kedua dengan tetap mempertimbangkan persebaran wilayah perolehan suara yang lebih luas secara berjenjang.

Lalu, bagaimana jika sejak awal pilpres hanya diikuti dua pasangan calon?     

Namun sayangnya, mereka lupa membaca Putusan MK No. 50/PUU-XII/2014 tertanggal 3 Juli 2014 yang menyatakan Pasal 159 ayat (1) UU No.42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) inkonstitusional bersyarat sepanjang pilpres hanya diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Artinya, jika hanya ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yang memperoleh suara terbanyak seperti dimaksud Pasal 6A ayat (4) UUD 1945 tidak perlu dilakukan pemilihan kedua (putaran kedua).

Menurut Juru Bicara MK I Dewa Gede Palguna, sepanjang norma yang sama belum pernah diubah oleh putusan MK lain, maka Putusan MK No. 50/PUU-XII/2014 tetap berlaku sebagai pedoman.

Oleh karena itu, narasi provokatif tentang Presiden Jokowi tidak bisa dilantik berdasarkan UUD 1945 tidak beralasan karena Jokowi masih bisa dilantik sesuai dengan penafsiran MK.

Di sisi lain, MK telah memutuskan tidak terjadi kecurangan terstruktur, sistematis dan masif di Pilpres 2019. Oleh karena itu, putusan tersebut menjadi dasar bagi KPU untuk menetapkan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres 2019.

Meski telah diputuskan demikian, ternyata kelompok radikal masih belum bisa menerima kemenangan Jokowi-Ma’ruf. Sehingga mereka terus saja menebarkan narasi provokatif untuk menggagalkan pelantikan Jokowi-Ma’ruf.

Tetapi perlu ditegaskan sekali lagi, hal itu tidak benar. Jokowi dan KH. Maruf Amin akan tetap dilantik pada 20 Oktober 2019 nanti.
profile-picture
abau. memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Mereka masih menolak mewek...huakakak cuih
Klo uda ga terima, usir mereka dari NKRI
Junjungannya aja Wowo uda legowo
profile-picture
Leechintong memberi reputasi
belom atau gak bakalan bisa mup-on...emoticon-Smilie
Presiden Tak Bisa Dilantik, Upaya Kelompok Radikal Menggagalkan Hasil Pemilu 2019?
profile-picture
profile-picture
karduskotak dan unwell memberi reputasi
emoticon-Wakaka
Banyak ini bre di grup2 facebook


emoticon-Wkwkwk
mereka pura2 bego apa emang bego sih, perasaan udah banyak dijelasin di media2 kalo pasal itu bakal gugur kalo pesertanya cuma dua
Lihat 1 balasan
Meski telah diputuskan pemenang Pilpres 2019, informasi sesat mengenai keterpilihan Presiden Joko Widodo masih saja bertebaran di media sosial.

Seperti biasa, para goblokers makanannya ya hoax emoticon-Ngakak
Ketika mereka liat kans, mereka langsung berjuang membabi buta
Play victim apapula.

Meski pemilu penuh darah, kecurangan, keridaknetralan. kta semua dituntut goblok dan ikhlas menerima itu semua sbg realita.
Balasan post joesatriyono
Pura" sampe yg bego beneran kemakan sama "umpan" mereka emoticon-Embarrassment
onta memang paling pintar soal memanfaatkan hukum di negara demokrasi.emoticon-Big Grin

maklum, sudah terlatih dengan ilmu cocokmology manual book.
ah elah gimana sih lu pada emoticon-Ngakak kan mereka kalo ga ngehoax ga makan bre emoticon-Mewek
Kebiasaan tafsir cuma setengah2
TUMAN!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di