alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ahok Buka-bukaan Alasan Masuk PDIP: Partai Tidak Suka Bernegosiasi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4c0af50577a941df7ac46e/ahok-buka-bukaan-alasan-masuk-pdip-partai-tidak-suka-bernegosiasi

Ahok Buka-bukaan Alasan Masuk PDIP: Partai Tidak Suka Bernegosiasi

Suara.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok mengaku terkesan saat pertama kali menghadiri Kongres PDI Perjuangan (PDIP). Ahok mengaku jiwa patriotismenya terbangun saat mendengar pidato-pidato Bung Karno yang di putar pada acara Kongres V PDIP.

Bahkan, kader PDIP yang baru masuk beberapa bulan ini pun memuji pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri saat membuka Kongres V. Ahok mengatakan dirinya memilih masuk PDIP lantaran sebagai partai ideologis yang tidak suka bernegosiasi.

"Perasaannya kita ada patriotisme ya, dengan melihat pidato beliau, diputarnya (film) Bung Karno dan segala macam, partai ini sangat ideologis dan jelas nasionalis," kata Ahok usai menghadiri pembukaan Kongres V PDIP, di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8/2019).

"Dan saya memilih partai yang kita tidak mau tawar menawar. Jadi republik ini nasionalis. Saya kira rasa itu, seperti itu. Pidato Ibu (Megawati) luar biasa, membangkitkan semangat kita," imbuhnya.

Berkenaan dengan itu, Ahok pun mengaku bersyukur lantaran sempat diperkenalkan dan dipuji oleh Megawati.

"Saya bersyukur saja," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri memperkenalkan kader baru partainya yang merupakan Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok pada acara pembukaan Kongres V PDIP di Hotel Grand Inna Beach, Bali, Kamis (8/8/2019).

Ahok pun lantas berdiri saat Megawati memperkenalkan dirinya. Para peserta kongres pun ikut berdiri untuk melihat ke arah Ahok yang tampak mengenakan kemeja partai warna merah berlogo benteng moncong putih tersebut.

"Di sini juga ada, karena sudah kader PDI Perjuangan, dia BCP, Basuki Cahaya Purnama. Kalau terkenal namanya Ahok," kata Megawati.

Selain memperkenalkan Ahok, Megawati juga bicara soal hak politik setiap warga negara Indonesia dengan latar belakang suku, agama, ras, dan etnis apapun di hadapan para peserta kongres dan tamu undangan. Megawati mengaku heran, Indonesia yang mengaku bernegara berdasar Pancasila tetapi masih ada pihak-pihak yang mempermasalahkan latar belakang seseorang.

"Tapi terus masa tak tak boleh (didukung)? Mau namanya Aseng, Ahok, Badu, mau apa kek namanya, kalau sudah warga negara Indonesia, ya sudah lah," tuturnya.

https://m.suara.com/news/2019/08/08/...a-bernegosiasi

Satu2nya orang yg bikin 7jt orang kepanasan sekaligus...
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan slider88 memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Quote:


PDIP mana pernah mau jadi no 2

Bagi mereka pilihannya hanya memimpin atau jadi oposisi itulah kenapa mereka langsung "mengeliminasi" prabowo dan gerindra setelah pilkada DKI
profile-picture
profile-picture
profile-picture
scorpiolama dan 2 lainnya memberi reputasi
Quote:


lebih mirip partai yang egois dan oportunis

berkaca saat duet megapro 2009 lalu berakhir seperti apa.

bahkan, setelah keberhasilan jokowi-ahok di pilgub dki, partai itu malah merasa ditumpangi penumpang gelap.

padaal harusnya seneng dong, partnernya ikut naik daun, tapi malah merasa tersaingi.

entahlah, prabowo inget nggak tentang itu

Megawati Tuding Ada Penumpang Gelap Pada Pilgub DKI

Gerindra: Kita yang usung Jokowi, bukan penumpang gelap

Prabowo & Gerindra Bukan \'Penumpang Gelap\' yang Dimaksud Megawati

Ini Isi Lengkap Perjanjian Batu Tulis

Gerindra Akui Kecewa kepada PDIP

5 Pembelaan PDIP soal pengkhianatan perjanjian Batu Tulis

Soal Perjanjian Batu Tulis, Eva: Masa Tiba-tiba Poin Nomor Tujuh

Ini Pengingkaran Perjanjian Batu Tulis Menurut Gerindra

ini pulalah yang menyebabkan "pertarungan" anatar mereka berdua berlangsung sengit, karena bagaimana pun juga, prabowo merasa dikhianati di situ.

padahal, kalok mau "bijak", saat itu sebenernya bisa saja pdip ngambil jalan tengah, ya udah, jokowi wakil, prabowo presiden, lalu rakyat indonesia nggak perlu pecah seperti sekarang dan golongan radikal serta hti nggak akan pernah mendapatkan panggung apalagi sampai bisa eksis narsis di medsos seperti sekarang.

dan sekarang, naga2nya seperti mau "balikan" lagi

emoticon-cystg
profile-picture
profile-picture
apwgsejatigann dan winner4016 memberi reputasi
Diubah oleh Oegank
Quote:


Maklum, "mereka" udah dapet panggung.

Sebenernya, salah prabowo juga, ngasih tempat mereka untuk masuk dalam gerbong.

Sekarang gerbong pisah, sebagian kecil ikut dengan "mereka".

Tapi tetep aja, nggak boleh dipandang enteng, karena bagaimana pun juga, mereka dulu pernah menganggap bahwa isis bukan organisasi teroris tapi murni penegakan hukum agama. Terbukti dengan cukup banyaknya yang memutuskan untuk bergabung dengan isis dan sekarang minta agar bisa kembali.

Dari situ terlihat, jika dibiarkan, bisa2 mereka akan punya "lokomotif" baru, yang bisa jadi akan "bergerak" di dalam negeri, bisa2 nanti indonesia akan jadi indonesuria.

emoticon-cystg

emoticon-Turut Berduka
profile-picture
apwgsejatigann memberi reputasi
Quote:


Yup, itu lumayan tepatlah, buat ngademin suasana.

emoticon-cystg

Tapi seperti yang ogud bilang, banyak yang nggak mau berdamai.

Belum pada dewasa lah mereka2.

Elit politik micinelial, baru kenal medsos udah korslet semua hati dan pikirannya.

Padahal sebelum mereka eksis, inet indonesia udah lumayan cukup "dewasa".

emoticon-Turut Berduka
profile-picture
apwgsejatigann memberi reputasi
Quote:


Pernah suatu hari gue lagi beli hotang yang jual ibu ibu deket pasar disitu ruwet banget
Dia cerita untung yang menang anies karena kalo ahok yang menang bakal dilarang dagang disitu
Pas gue tanya kalo pilpres besok milih siapa jawabnya "jokowi"

Terus lagi kalo di instagram gue suka buat voting antara 01 sama 02
Yang menang voting selalu 02 tapi banyak si temen gue yang ga voting

Pas kejadian 22 mei itu yang ga pernah voting semua mencaci demonstran

Disitu gue anggep di ig gue ternyata pendukung 01 silent majority

Sebetulnya secara nasional hasil suara jokowi dan prabowo relatif seimbang

Lalu dimana pembedanya?
Jateng sama jatim
Disitu jokowi menang telek banget dan hasilnya juga telek langsung emoticon-Ngakak

Tapi makin kesini gue makin bersyukur prabowo kalah kemaren
Karena prabowo berdamai sama megawati dan jokowi
Dan manusia pro khilafah batal menunaikan tujuan mereka
profile-picture
Oegank memberi reputasi
profile picture
Oegank


"belum" batal

tinggal nunggu kesempatan dalam kesempitan, semisal seperti pengusiran pengajian/ceramah ulama "mereka" maupun seperti tindakan Banser yang membakar bendera tauhid.

jadi pemerintah harus jeli2 dalam memilih dan memilah tindakan yang akan dilakukan. jangan lupa untuk mengambil "penasehat" beberapa orang yang "fanatik" NU dan Muhammadiyah agar setiap keputusan yang diambil akan selalu sejalan dengan syariat Islam dan nggak bertentangan dengan aturan/norma umum yang berlaku di masyarakat.

sekali saja salah langkah, seperti yang baru2 ini terjadi, dubes indonesia di saudi bilang HRS nyerobot doa, langsung isu bahwa kriminalisasi dan pembunuhan karakter HRS menguat lagi.

cobak, masgan berteman dengan nggak cumak cebong doang, tapi jugak ada yang kampret yang bener2 kuampret, sebagaimana cebong yang bener cuebong dan semoga juga ada yang netral dan cukup banyak, maka akan terlihat, bahwa masih ada pihak2 yang memang pengen agar cebong-kampret tetap ada, sehingga akan mudah dipecah-belah dengan menggunakan politik identitas, yang satu mengatasnamakan agama, yang satu mengatasnamakan budaya.

padahal agama dan budaya itu bukan untuk dipertentangkan, tapi disandingkan.

yang jelas, kalok pendapat ogud sendiri, agama digunakan untuk memperbaiki budaya, bukan untuk membunuh budaya. budaya yang sesuai, ya nggak usah dihapus, yang bisa disesuaikan ya sesuaikan, yang nggak bisa, semisal secara Islam, ada budaya yang mengharuskan minum tuak, maka tuak diganti dengan minuman lainnya.

emoticon-Angel emoticon-Kiss emoticon-I Love Indonesia


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di