alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja
5 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bf470fac44858794863f0/wong-anak-orang-kaya-ini-istri-jarang-diberi-belanja

Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja

Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja

Sebagai suami sebetulnya Bambang, 35, nyaris tanpa cacat. Setia pada istri, sayang sama anak-anak, dan membiayai pendidikannya secara total.


Tapi ketika Nastiti, 40, punya PIL yang lebih menggoda, dia tega minta cerai. Karena tak ditemukan alasan, akhirnya Nastiti mengaku Bambang jarang memberi uang belanja.


Pernikahan model Siti Nurbaya (dijodohkan), memang menjadi rawan ke jurang perselingkuhan, terutama jika ketemu “tipe ideal”-nya. Bisa menjadi lupa pada anak dan pasangannya.


Padahal setelah berhasil dicapai, toh rasanya sama saja. Sebab segala sesuatu yang sudah jadi milik sendiri pada akhirnya tak menarik lagi. Sekedar contoh, ketika belum punya mobil membayangkan, seperti apa asyiknya punya mobil. Tapi setelah punya, ternyata ya begitu-begitu saja.


Nastiti menyikapi rumahtangganya yang sudah berlangsung satu dekade, juga seperti itu. Dia dulu menikah dengan Bambang karena sekedar dijodohkan orangtua. Sebetulnya dia kala itu tak sreg-sreg amat.


Tapi karena mengharapkan bidadara turun dari kahyangan tak kunjung ada, akhirnya Nastiti mau dipersuntingkan dengan Bambang seorang PNS yang usianya 5 tahun di bawahnya. “Witing tresna merga kulina,” kata orangtuanya.


Ternyata setelah dijalani, hepi-hepi saja tuh. Tak pernah ada keributan. Bambang sebagai PNS yang penghasilannya mulai membaik, juga tak mau macem-macem. Tetap jujur pada istri (tak selingkuh) dan tetap jujur pada negara (tak mau korupsi).


Dan ketika dua anak telah lahir dan berangkat gede, juga disekolahkan pada sekolah bergengsi dan berbiaya mahal. Hampir seluruh gajinya habis untuk biaya pendidikan dua anaknya.


Di kala rumahtangganya tenang bahagia, eh…..Nastiti tergoda lelaki lain. Soalnya cowok tersebut adalah tipe idealnya yang didambakan selama ini.


Tinggi tidak terlalu tinggi, gemuk tidak terlalu gemuk, kurus juga tidak terlalu kurus. Bahasa populernya di Surabaya: sedengan. Bagi Nastiti, lelaki model demikian pastilah tongkrongan dan tangkringannya berbanding lurus.


Cinta Nastiti pada lelaki itu bersambut, sehingga dia ingin memanjakan ilusinya tentang cinta. Betapa asyiknya punya suami yang saling mencintai, nasi sepiring berdua tak mengapa, karena cinta menjadi panglima. Dan karena obsesi masa lalu itu pula, Nastiti siap mengorbankan rumahtangganya bersama Bambang.


Tak ada angin tak ada hujan dia menggugat cerai suaminya. Tentu saja Bambang menolak. Mau menggugat cerai itu musti jelas posita dan petitumnya, sehingga nantinya bisa mempertahankan dalil-dalilnya di Pengadilan Agama. “Kita selama ini tak ada masalah. Kenapa minta cerai, tegakah engkau mengorbankan anak-anak kita?” kata Bambang sedikit puitis.


Oh iya ya, Nastiti mengakui tak punya alasan kuat untuk minta cerai pada suaminya. Bambang tidak pernah selingkuh, dia juga sayang pada anak-anak, gajinya dipertaruhkan untuk pendidikan anak-anak. Lalu alasan yang mana agar gugatannya diterima Pengadilan.


Nastiti baru ingat, selama ini Bambang jarang sekali memberikan gajinya buat keluarga. Alasannya memang masuk akal. Di samping Nastiti anak orangkaya yang terus memberikan jaminan hidup meski sudah ada suami, Nastiti sendiri juga bekerja.


Karenanya dia tak pernah kekurangan uang, sehingga tak pernah bongkar-bongkar kantong suami, siapa tahu ada 50.000-an nyelip.


Akhirnya Nastiti mengajukan alasan klasik, suami tak pernah memberi nafkah lahir, alias belanja bulanan. Dia berharap alasan itu menjadi senjata mematikan buat suaminya, Mas Bambang. Melalui seorang pengacara, Nastiti lalu mengajukan gugatanya yang kedua. “Kali ini pasti gol…..,” kata Nastiti pada pengacaranya.


Nastiti pengin “tendangan penalty” cowok tipe idealnya



SUMBER


Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jin.iprit dan 9 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh Kaskus Support 15
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja
banyak toge dan meki yang ampir keliatan emoticon-Genit

bagus lah udah pake sop iler emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
riezazura dan kolollolok memberi reputasi
Lihat 1 balasan
Quote:


gila udah punya 2 anak , hidup bercukupan , suami setia ga jajan sembarangan masih aja minta cerai emoticon-Busa

apa gara2 elang medan ini emoticon-Bingung (S)

menunggu si ahyan bpln bersabda emoticon-Leh Uga
Diubah oleh Kaskus Support 14
Balasan post aripmuh
Quote:


kalo keliatan dikit aja nanti macam postingan pagi TS emoticon-Frown

di bredel semua emoticon-Frown

mana blom liat pula emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
riezazura dan cipokan.yuk memberi reputasi
Stealthman panutanque idolaque emoticon-Nyepi
Maljum lur
mesti ati2 biar gak dibabat momod emoticon-Genit
profile-picture
Koncong memberi reputasi
ajor jum.. ...
tiap paragraf di baca ane ngiler..
emoticon-Matabelo
Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja
Gak penting berita nya
Thank you brother
Dapat bahan emoticon-Shakehand2
Quote:


emoticon-Ngakak
Makin banyak tocilnya
emoticon-Genit emoticon-Genit emoticon-Genit
profile-picture
profile-picture
stealthmania dan bintang.kebalik memberi reputasi
Saya ga baca berita, cuman liat gambar
trit2 seperti inilah yg bisa bikin khilafuckers jd waras emoticon-Imlek
profile-picture
cipokan.yuk memberi reputasi
Warrrrrbyaaasaaaahhhhh emoticon-Matabelo
Sukses baca sampe habis baru klik sop iler emoticon-Embarrassment
Baca trit TS di malam jumat itu sepertiii....



Aduuh pusing emoticon-Embarrassment
Diubah oleh Kaskus Support 14

Oh No

Wong Anak Orang Kaya Ini Istri Jarang Diberi Belanja
Nitip buljem dulu bre, nanti kalo uda lurus gw jemput balik
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di