alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4bb732e83c725f364b9d24/linimasa-fakta-dan-data-arus-mudik-lebaran-2019

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019

[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019

Jakarta, IDN Times - Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2019 akan jatuh pada 31 Mei 2019. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Kemenhub.

Kepala Litbang Kemenhub, Sugihardjo mengatakan, puncak arus mudik akan terjadi pada H-5 Lebaran 2019 dengan perkiraan waktu keberangkatan terjadi pada pukul 06.00-08.00 WIB. Kemenhub juga memprediksi sebanyak 14.901.468 warga Jabodetabek akan melakukan mudik Lebaran 2019.

Angka ini diketahui berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan yang telah dilakukan terhadap 7.762 responden rumah tangga. Survei ini diselenggarakan untuk mengetahui potensi jumlah pemudik, penggunaan moda, pola perjalanan, biaya yang dihabiskan, preferensi tentang mudik gratis, serta persepsi tentang pelayanan angkutan lebaran tahun sebelumnya.

Jangan lewatkan informasi ter-update seputar mudik Lebaran 2019 melalui linimasa IDN Times berikut ini.


10 Juni: Gerbang tol Bakauheni Selatan padat merayap
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Situasi arus kendaraan pemudik pada masa arus balik Lebaran 2019 yang melintasi gerbang tol Bakauheni Selatan, padat merayap.

Berdasarkan pantauan di gerbang tol menuju Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan pada Minggu (9/6) malam, menunjukkan antrean panjang kendaraan terlihat sejak memasuki gerbang tol tersebut.

Gerbang tol Bakauheni Selatan sepanjang sembilan kilometer menuju pelabuhan tersebut dipadati ribuan kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa, demikian seperti dikutip dari Antara.

Pemudik kembali ke tempat asalnya untuk kembali beraktivitas setelah merayakan Idul Fitri 2019 di kampung halamannya masing-masing.

Petugas kepolisian maupun pengelola jalan tol setempat berupaya mengurai kemacetan kendaraan pada arus mudik dengan menerapkan sistem buka tutup dan pengalihan kendaraan yang melintas.


7 Juni: H+2 lebaran pemudik masih padati Stasiun Gambir
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
H+2 Lebaran 2019, Stasiun Gambir di Jakarta Pusat masih dipadati oleh pemudik yang ingin kembali ke kampung halaman dan warga Jakarta yang ingin jalan-jalan memanfaatkan waktu libur yang tersisa.

Dikutip dari Antara , warga tampak memadati gerbang keberangkatan di Stasiun Gambir, bahkan beberapa ada yang duduk di lantai karena tidak mendapatkan tempat duduk.

"Ini saya baru mau mudik ke Surabaya, karena memang ingin menghabiskan lebaran di Jakarta dulu dan kebetulan saya juga baru dapat tiket untuk hari ini," ungkap Syifa, warga Tambun, Bekasi, yang sedang menunggu kereta.

Tidak hanya warga yang ingin mudik, beberapa calon penumpang adalah warga luar daerah Jakarta yang ingin kembali ke rumah setelah berlibur dan merayakan lebaran di ibu kota. Salah satunya adalah Hernina Agustin yang akan kembali ke rumahnya di Surabaya.

"Saya mau kembali ke rumah. Saya asli Surabaya, jadi kemarin lebaran di Jakarta bersama keluarga besar, karena orangtua saya tinggal di sini," ungkapnya.

Tidak hanya ingin pulang kampung, beberapa calon penumpang kereta di Stasiun Gambir adalah warga Jakarta yang ingin menghabiskan libur panjang di luar kota.

Sarah, warga Jakarta Barat, adalah salah satu calon penumpang yang memanfaatkan libur panjang untuk berlibur ke Cirebon, Jawa Barat, bersama keluarganya.

"Saya pergi ramai-ramai dengan keluarga, sudah rencana lama memang mau berlibur ke Cirebon. Kebetulan libur panjang karena lebaran jadi kami semua bisa pergi. Tiket sendiri sudah kami beli dari lama," ungkap Sara.

Menurut PT KAI, total 239.184 penumpang sudah berangkat menggunakan kereta di Stasiun Gambir dalam periode 26 Mei-6 Juni 2019.


7 Juni: Area parkir di Bandara Soetta ditambah jelang arus balik lebaran
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten menambah fasilitas area parkir jelang arus balik mudik lebaran 2019. Chief Of Officer Incharge Bandara Soekarno-Hatta, Chairul mengatakan, penambahan area parkir ini untuk mengantisipasi adanya keluarga yang menjemput.

Kemudian, ini dilakukan juga untuk mengantisipasi terjadinya kedatangan penumpang di waktu yang bersamaan sehingga tak ada kemacetan di area kawasan Bandara Soetta.

"Area parkir sudah kita tambah demi kelancaran saat arus balik nanti. Jadi, tak ada lagi kendaraan yang parkir sembarangan saat menjemput sebab sudah tersedia semuanya," ujarnya di Tangerang, Jumat (7/6), seperti dikutip Antara.

Terkait pengamanan, Chairul menuturkan jika saat ini masih ditetapkan siaga 1 pasca-pengumuman hasil pemilu. Sehingga, pengamanan di Bandara Soetta pun melibatkan unsur kepolisian dan TNI dengan total mencapai 3.000 personil gabungan.

Selain itu, Bandara Soetta pun memiliki 2.200 CCTV yang berfungsi untuk melakukan
pengawasan dalam tindakan kejahatan.

Penumpang diminta tetap waspada dalam menjaga barang bawaan sehingga selamat sampai tujuan. "Jika membutuhkan informasi, kita sudah siapkan petugas untuk membantu," ujarnya.

Puncak arus balik lebaran di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten diprediksi akan terjadi pada hari Sabtu 8 Juni 2019 dan Minggu 9 Juni 2019.

Sementara itu, jumlah penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten selama kurun waktu dari H-7 hingga H-1 tercatat sebanyak 1.206.253 penumpang.

Sementara itu, untuk jumlah pesawat yang dioperasikan selama kurun waktu yang sama yakni H-7 hingga H-1 mencapai sembilan ribu pesawat dengan rata-rata setiap hari sebanyak 1.000 penerbangan.


6 Juni: Ini evaluasi mudik Lebaran 2019 dari Menhub Budi Karya
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan evaluasi mudik Lebaran 2019 pada Kamis (6/6) ketika memantau dan mengecek langsung kesiapan arus balik di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur.

Budi Karya menyebutkan, secara keseluruhan, dirinya banyak mendengar kabar gembira terkait mudik 2019. Beberapa hal tak luput dari perhatian Budi Karya untuk dievaluasi.

Budi Karya menyebutkan banyak kabar gembira mengenai perjalanan arus mudik 2019 yang didengarnya. Hal ini membuat Menhub menjadi gembira. "Ada yang cerita dari Jakarta ke Semarang hanya 6 jam, Jakarta ke palembang 8,5 jam, Jakarta solo 8 jam," kata dia.

"Ini menandakan infrastruktur yang dibangun pemerintah memang berguna. Saya tidak bisa bayangkan dalam keadaan seperti tiga tahun lalu bagaimana kita mengurai kemacetan itu. Maka banyak cerita horor saat itu sekarang tak terjadi lagi," lanjutnya.

Hal lain yang jadi perhatian Budi Karya adalah angka kecelakaan. Budi Karya mengatakan angka kecelakaan pada arus mudik 2019 mengalami penurunan lebih dari 50 persen.

"Angka kecelakaan ini sampai sekarang turun drastis tapi diwaktu mendatang ini kita menjaga janganlah adalagi bis wisata masuk jurang, rute-rute itu harus diperhatikan jangan seperti di sukabumi tahun yang lalu jalur yang bukan untuk bis," kata Menhub.

"Dan kunci nya adalah menggunakam rhem chek di kiri bawah jadi penumpang kalau liat bis musti ada ramp check-nya, kalau gak ada ramp chek saya mintak tolong kepada pak polisi untuk ditilang aja gak boleh jalan biar gak menimbulkan kemacetan," jelas dia.


6 Juni: Menhub minta Gerbang Tol Palimanan ditutup sementara selama arus balik
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Menteri Perhubungan Budi Karya mengusulkan kepada Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk menonaktifkan sementara Gerbang Tol Palimanan selama arus balik.

"Satu lagi yang saya ingin usulkan kepada Menteri PUPR yakni Gerbang Tol Palimanan kalau bisa jangan ada (dinonaktifkan), mengingat gerbang tol ini menjadi penyebab kemacetan sepanjang tiga kilometer saat arus mudik," tuturnya seperti dikutip Antara.

Menhub meminta kepada Kementerian PUPR, dalam hal ini Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT), untuk menonaktifkan Gerbang Tol Palimanan hanya selama tiga hari saat arus balik Lebaran yang dimulai pada Jumat 7 Juni hingga Minggu 9 Juni.

"Saya cuma minta tiga hari saja, tanggal 7,8 dan 9 Juni setelah itu kembali normal. Kalau mengenai pendapatan bisa dari jalan tol yang lain, tinggal sharing saja," ujar Budi Karya.


3 Juni: Menhub prediksi puncak arus balik 8-9 Juni
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memprediksi puncak arus balik kendaraan yang mengarah ke Jakarta akan terjadi pada 8 dan 9 Juni 2019. Rentang waktu arus balik tahun ini lebih pendek daripada saat arus mudik.

"Jeda hari sisa cuti bersama dengan waktu masuk kerja karyawan setelah Lebaran sangat sempit. Untuk itu kami menyarankan kalau pulang itu sebaiknya tanggal 6,7 atau 10 Juni karena tanggal 8 dan 9 Juni itu akan puncak sekali. Bisa dibayangkan kepadatannya karena pada waktu arus mudik ada waktu 8 hari, sementara untuk arus baliknya hanya 4 atau 5 hari,” kata Menhub Budi Karya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (3/6).

Untuk itu, Menhub mengimbau agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan baik untuk melakukan perjalanan pada arus balik, agar tidak terjadi penumpukan di satu waktu tertentu.

Menhub menjelaskan, saat ini pihaknya bersama-sama dengan Korlantas Polri dan pihak-pihak terkait lainnya tengah menyiapkan strategi penanganan pada arus balik Lebaran.


3 Juni: Sebanyak 556.727 pemudik telah menyeberang ke Sumatera
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 556.727 orang pemudik memasuki "H-3" atau sudah 69,4 persen dari total 803.000 orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera sejak "H-7" atau Kamis (29/5).

Angka tersebut diikuti 52.291 unit atau sudah 68 persen dari total 76.959 kendaraan roda dua, dan 68.599 unit kendaraan roda empat keatas atau lebih atau sudah 72 persen dari total 95.380 unit pada periode mudik tahun lalu.

"Jika melihat data, tren mudik dari Jawa ke Sumatera tahun ini masih mengalami kenaikan. Mahalnya harga tiket pesawat mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi darat, termasuk penyeberangan. Dan Lebaran tahun ini, pengguna jasa juga mulai mengatur dengan baik jadwal keberangkatan di waktu awal sehingga puncak arus mudik lebih merata," ujar Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Ira memperkirakan untuk pergerakan kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi Pelabuhan Merak pada Minggu (2/6) malam ini masih ramai mengalir dan lancar.

"Libur cuti bersama di periode mudik yang nisbi lama membuat arus berangkat lebih terdistribusi. Hingga 'H-3', layanan arus mudik penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan normal dan terkendali," ujarnya.

Sebaliknya, pemudik yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa di Pelabuhan Bakauheni mulai "H-7" hingga "H-4" tercatat sebanyak 197.549 orang atau sudah 68,4 persen dari total 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu.

Diikuti, jumlah kendaraan roda dua sebanyak 2.636 unit atau 44,4 persen dari total 5.941 unit tahun lalu dan kendaraan roda empat keatas atau lebih sebanyak 29.948 unit atau sudah 72,3 persen dari total 41.397 unit pada periode mudik tahun lalu.

ASDP tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa agar mempersiapkan dengan baik jadwal perjalanan mudiknya, termasuk menjaga stamina kesehatan tubuh dan kendaraan.

“Harus jaga kesehatan tetap prima, serta kendaraan yang digunakan agar mudik dapat berjalan asyik dan lancar. Bagi pemudik ferry dapat memanfaatkan pembelian tiket secara online serta pembayaran tiket dengan kartu elektronik. Siapkan KTP-e dan saldo cukup kartu elektronik sehingga tidak ada hambatan berarti saat proses pembayaran," tutur Ira.

Sementara itu, dari lintasan yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa dilaporkan, pemudik yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 238.416 orang atau sudah 58 persen dari total penumpang 408.582 orang periode mudik tahun lalu.

Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 48.230 unit atau sudah 57 persen dari total periode mudik tahun lalu sebanyak 84.201 unit. Dan kendaraan roda empat keatas/lebih sebanyak 26.629 unit atau sudah 59 persen dari total 45.251 unit periode mudik tahun lalu.

"Arus mudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung ramai mulai malam hingga dini hari, khususnya roda dua dan roda empat. Namun, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk terpantau ramai lancar, aman dan terkendali," ucap Ira.


31 Mei: Wakapolri mendapatkan informasi pemudik yang menggunakan kapal laut untuk menyeberang mengalami kenaikan cukup signifikan
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto mengapresiasi perkembangan fasilitas yang ada di Pelabuhan Merak.

Saya merasa bangga dengan Banten yang begitu drastis kemajuannya. Gak ada ruang sebaik ini (dulu). Berarti, ini ada satu niatan pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan masyarakat yang terus menerus meningkat," ujar Ari di posko terpadu pengamanan lebaran Terminal Eksekutif Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.

Ari menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari Kapolda Banten Irjen Pol.Tomsi Tohir, peningkatan arus mudik yang menggunakan fasilitas Pelabuhan Merak cukup signifikan sejak tadi malam. Di mana, pengguna kendaraan roda empat sekitar 56 persen dan pengguna roda dua mencapai angka 200 persen.

"Ini suatu fenomena yang mungkin, ada suatu stimulus adanya perbaikan infrastruktur. Di mana, masyarakat ingin mencoba bagaimana jalan laut yang sekarang," jelasnya.

"Tapi, apapun ceritanya, tidak mungkin pelabuhan ini dibesarkan hanya untuk Lebaran saja. Tapi ada upaya dari pemda dan pihak pelabuhan sudah meningkatkan fasilitas," sambung Ari.


31 Mei: Penumpang masih mengeluhkan sistem pembayaran
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Sejumlah penumpang yang hendak mudik melalui Pelabuhan Merak - Bakauheni, mengeluhkan sistem pembayaran tiket di Merak - Bakauheni yang menggunakan uang elektronik. Salah seorang penumpang, dengan inisial BY mengatakan dirinya sempat merasa terkendala saat hendak melakukan pembayaran.

"Tadi ada kendala saldonya belum diaktivasi jadi harus di aktivasi dulu, nah itu jadi banyak penumpukan akhirnya, " Katanya kepada IDN Times, pada Jumat (31/5).

BY dan keluarganya merupakan pemudik yang berkendara roda empat. Mereka berasal dari Jakarta dan akan mudik ke Baturaja, (Lampung) dengan menumpang kapal eksekutif.

Hal yang serupa juga dialami oleh seorang penumpang yang datang dari Ciujung Tanggerang. Ia mengatakan pelayanan kali ini relatif lama salah satunya karena adanya sistem pembayaran baru yang diterapkan.

Pelayanannya lama banget, ya salah satunya karena pembayaran itu," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan dan PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan pembayaran tiket penyeberangan di Merak-Bakauheni dengan uang elektronik. Hal ini berlaku bagi semua pemudik yang menumpang kapal, yang berkendara maupun tidak.


31 Mei: Korlantas Polri mulai memberlakukan sistem 'one way' di Tol Trans Jawa
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
Korlantas Polri sudah mulai memberlakukan sistem satu arah atau 'one way' di Tol Trans Jawa sejak pukul 06:00 WIB tadi. Tujuannya, untuk mengantisipasi kendaraan para pemudik yang bergerak dari Jakarta usai santap sahur. 

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes (Pol) Benyamin mengatakan sistem satu arah atau one way diberlakukan oleh kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik di tol. Kantor berita Antara melaporkan one way diberlakukan di tol Trans Jawa mulai dari kilometer 70 Cikampek Utara hingga kilometer 263 Brebes Barat. 

One way akan diberlakukan dimulai dari 30 Mei hingga 2 Juni. Sementara, untuk arus balik, one way diberlakukan 8 Juni hingga 10 Juni. Jalur satu arah akan diberlakukan mulai dari kilometer 263 Brebes Barat menuju kilometer 70 Cikampek Utama. 


30 Mei: H-6 lebaran, 74.496 kendaraan pemudik diprediksi tinggalkan Jakarta
[LINIMASA] Fakta dan Data Arus Mudik Lebaran 2019
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 57.405 kendaraan meninggalkan Jakarta melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek pada H-7 Lebaran, Rabu (29/5).

Jumlah ini naik sebesar 144,44 persen dari Lalu Lintas Harian (LHR) normal se... Baca Selengkapnya : https://www.idntimes.com/news/indone...mpaign=network

---

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di