alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Mencintai Tukang Bunga
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4b8f46349d0f53387eb426/mencintai-tukang-bunga

Mencintai Tukang Bunga

Mungkin pernah sekali atau dua kali berfikir untuk menikah dalam hidup ini. Tapi tidak pernah terlalu serius. Jatuh cinta juga beberapa kali. Dan perasaan ingin memiliki orang yang dicintai pasti ada.

Tapi, ketika menyadari bahwa orang yang dicintai tidak memberi respon yang sama, membuat saya berfikir ternyata jatuh cinta itu bikin pusing. Lalu kenapa harus jatuh cinta dan menikah, kalau karir sudah jelas, pendidikan sudah jelas. Gaji juga cukup untuk menghidupi diri ini yang biasa boros. Kurang lebih hidup ini yaaaaaaaa hampir sempurna, hanya kadang kurang rasa syukur, jadi ngapain nikah.

Apalagi tidak hanya sekali dua kali ada yang datang memberi harapan palsu. Meminang tapi tak menikahi. Hahhahahaha, rasa-rasanya aneh jika dibilang itu cinta.

Hayooooo….. siapa yang setuju kalau aku bilang jatuh cinta itu bikin pusing? apalagi menikah. Banyak bayang-bayang menakutkan berputar-putar di kepala. Pasti bukan perkara mudah. Jadi lebih mantap sendiri kan. Aplagi jika melihat panti jompo banyak di Indonesia. Tinggal ngumpulin duit yg banyak terus sisa hidup bisa di habiskan di panti jompo mewah. Hhahahaah, mohon maaf ini ceritanya dulu.

Namun, ada beberapa momen rasanya hidup yang stabil ini tidak cukup menantang. Mmmm…. apalagi setelah karir, pendidikan, tahap berikutnya apa yang cukup menantang. Ada beberapa pilihan sebenarnya. Entah kenapa saya ingin memilih menikah. Mmmmm..,,,apalagi menurut saya, ayah ibu saya akan bahagia dengan keputusan saya untuk menikah. 

Cleo, teman berkarir di dunia organisasi bilang “Coba aja kak pakai situs taarufan. Siapin CV ya!”

Begitu CV siap, saya langsung melengkapi data pada situs  dan mengajukan taaruf ke beberapa orang yang mungkin mencari atau sesuai dengan kriteria saya. Kalau ingat momen ini rasanya ingin menangis saja. Ditolak-tolakin tanpa alasan. Mungkin saya kurang relijius untuk situs ini. Maka dalam kurun waktu sebulan, data saya dalam situs ini saya drop.

Setelah selesai dengan perkara pencarian jodoh melalui situs taaruf, saya kembali sibuk bekerja. Saya, menyibukkan diri dikantor hingga betul-betul habislah waktu sehari semalam untuk bekerja. Kadang sebagai manusia ada perasaan sedih, yang lain menikah, apa ada yang salah dengan diri saya kenapa belum menemukan jodoh. Untungnya perasaan itu bisa dihilangkan dengan bekerja. Bukan memantaskan diri, tapi lebih kepada menjalani hobi duduk di belakang meja kerja.

“KALAU ADA YANG NYURUH KAMU UNTUK MEMANTASKAN DIRI BIAR CEPET DAPAT JODOH, TONJOK SAJA!” Jodoh bukan perkara kamu telah pantas atau tidak. Kepantasan seorang wanita tidak diukur dari dia telah mendapatkan jodoh atau belum. Jadi jangan sedih. Mungkin kamu sudah pantas tapi masih diuji dalam kesabaran.

Ternyata menurut saya, ditanya kapan menikah tidak seberapa menyakitkan dibandingkan disuruh menikah, dikasi kriteria, nggak ada yang bantuin cari jodoh, begitu ketemu orang yg klop dan sesuai kriteria yang diberikan eh tidak disetujui. Rasanyaaaaaa yaaa seperti sedikit perih2 aneh. Untunglah kesibukan bekerja dan berkarir mampu mengalihkan semua rasa sedih.
Jadi, semua ini bermula ketika saya ingin menchallenge kehidupan yang cukup stabil ini. Hhhmmmmm, mulailah memutuskan untuk memperbaiki kehidupan asmara. Jadi mencari jodoh ini bukan semata-mata karena desparate menjadi seorang jomblo. Lebih kepada, I need to go to the next level of my life, hahahahahahahaha. Kalau diingat-ingat, ayah pernah menitipkan pesan, “Yang penting agamanya, biar bisa mengarahkan ke jalan yang lebih baik” 

Pesan beliau masih saya pegang sambil menjalankan pesan dari Abeng, teman kerja di Organisasi. “Ca, coba ini deh, gampang nyari pasangan”

Bagi beberapa orang, aplikasi ini masih menjadi prokontrak, mengingat banyak yang menyalahgunakan untuk keperluan pergaulan bebas. Dengan mengucap bismillah, mari kita menjadikan aplikasi Tinder ini menjadi salah satu usaha emoticon-Big Grinmohon berhati-hati yaaaaa….

Jadi ada 2 hari yang saya dedikasikan untuk menggunakan aplikasi tinder. Sabtu dan Minggu saya mulai swipe kiri swipe kanan. Dan kemudian menemukan sosok berkumis dan garang dengan tulisan kecil florist. Mungkin sosok ini cocok jadi teman, siang swipe kanan tanda mengajukan tanda setuju di siang hari, kami ngobrol hingga malam. Doi juga baru download Tinder 2 hari. Katanya, sebagai salah satu usaha untuk menemukan seorang istri juga. Kami lalu berpindah ke WA, mengingat we are not really into Tinder things. 

oh iya selain usaha Tinder ini, saya mulai rutin mengaji. Setiap selesai selembar, saya mulai berdoa, ya Allah temukanlah saya dengan jodoh. Selain itu saya menuliskan di buku kecil kriteria calon pendamping hidup yang saya inginkan. Jadi memantapkan diri, untuk bertemu dengan jodohlah.

Setelah bercerita mulai siang smpai malam melalui Whatsapp, saya mulai membuka diri dan mengakui kalau memang sedang mencari pasangan hidup. Ecieeeeeeeeee…….. bayangkan bagaimana romantisnya seorang florist. Dikelilingi mawar melati setiap hari. Tapi ternyata, ada sisi kehidupan yang tidak wangi semerbak, mas Herman harus bekerja keras sejak Ayahnya meninggal. Menghidupi 6 orang saudara dan ibu dari jualan bunga di pasar Cikunir, Bekasi. Jualan bunga papan, bunga vas dan dekorasi.

“Eh websitenya jelek nih, mana bisa jualan bunga online kalau nggak jelas” sambil menawarkan diri menjadi content writer websitenya saya mulai komplain mengenai struktur website nya

“Itu dulu dibuat sama mantan saya, kamu jangan marah, kalau mau tolong bikinkan 1 artikel mengenai bunga dong” 

Salah satu contoh tulisannya bisa dilihat di sini.

Mmmmm sepertinya dia mulai mencari-cari alasan untuk memperpanjang topik pembicaraan ini. Setelah urusan artikel selesai dia mulai bertanya

“Kamu mau menikah dengan saya ?” 

Lah nih orang, kemarin minta artikel, hari ini minta dinikahin. 

Kemudian teringat dengan niat awal sebelum bertemu, yaaaaaa untuk bertemu jodoh.

“Ya sudahlah, nanti aku kabarin ke orang tua dulu, kalau ad yang mau melamar” kupikir dia juga bisa ngajar ngaji seperti kriteria yang pernah saya tuliskan di awal. Let’s try!




……..to be continued


Sumber : DISINI
profile-picture
doctorkelinci memberi reputasi
Diubah oleh casiopia
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di