alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Sri Mulyani Gagal Tingkatkan Tax Ratio, Malapetaka Bagi APBN
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4b3b158012ae448a112a68/sri-mulyani-gagal-tingkatkan-tax-ratio-malapetaka-bagi-apbn

Sri Mulyani Gagal Tingkatkan Tax Ratio, Malapetaka Bagi APBN

Sri Mulyani Gagal Tingkatkan Tax Ratio, Malapetaka Bagi APBN

PADA acara Kadin beberapa hari lalu (2/8/2019), Menteri Keuangan Sri Mulyani memamerkan dirinya yang multitalenta. Mulai dari menggambar, olahraga karate -basket, menyanyi, hingga membatik adalah hal yang dikuasai dirinya sejak kecil. Sungguh luar biasa memang.

Namun sayang, pada dirinya ternyata tidak ada: kemampuan “meningkatkan penerimaan pajak” sebagai salah satu talenta yang seharusnya dikuasai oleh seorang menteri keuangan. Buktinya, selama ia menjabat menteri keuangan Jokowi tiga tahun terakhir, rasio penerimaan pajak (tax ratio) sangat rendah, di bawah rata-rata.

Kita akan lihat di pemaparan berikutnya, bagaimana kegagalan meningkatkan tax ratio dapat menjadi malapetaka bagi APBN di tangan Sri Mulyani.

Berikut ini adalah grafik Tax Ratio Indonesia Periode 2010-2018 yang bersumber pada BPK dan LKPP. Angka tax ratio atau rasio penerimaan pajak terhadap PDB, tanpa memasukkan bea cukai dan PNBP, diwakili oleh grafik paling bawah.



Grafik Tax Ratio | Foto: Istimewa

Selama sembilan tahun tersebut, 2010 hingga 2018, rata-rata tax ratio adalah sebesar 9,2%. Menariknya, dalam tiga tahun terakhir (2016-2018) angka tax ratio berada di bawah rata-rata sembilan tahun.

Seperti dapat dilihat, selama tiga tahun terakhir besaran tax ratio berturut-turut: 8,91% (2016); 8,47% (2017); dan 8,85% (2018). Besaran tax ratio yang di bawah rata-rata menunjukkan bahwa selama periode tersebut kemampuan penerimaan pajak negara mengalami penurunan.

Padahal seperti diketahui, Sri Mulyani telah melaksanakan program tax amnesty secara besar-besaran semenjak akhir 2016. Tak seperti yang diharapkan, setelah tax amnesty penerimaan malah menurun. Artinya target utama dari program tax amnesty, yaitu untuk meningkatkan penerimaan pajak, tidak tercapai di tahun-tahun setelahnya.

Sama sekali tidak masuk akal bila Sri Mulyani hendak mengadakan Tax Amnesty jilid ke dua. Sangat absurd, bila kita tetap menggunakan cara yang sama namun berharap hasil yang berbeda.

Gagal naiknya penerimaan pajak di era Sri Mulyani selama tiga tahun terakhir (2016-2018) membuat APBN harus lebih banyak mengandalkan pembiayaan (penarikan) utang untuk menambal defisit.

Pada APBN-P tahun 2016, realisasi pembiayaan utang sebesar Rp 320,3 triliun. APBN-P tahun 2017 realisasi pembiayaan utang mencapai Rp 366 triliun. Dan APBN-P tahun 2018 realisasi pembiayaan utang mencapai Rp 366,7 triliun. Bandingkan dengan tahun 2014 dan 2015 saat pembiayaan utang masih sebesar Rp 262,4 triliun dan Rp 329,4 triliun.

Kegagalan menaikkan tax ratio menciptakan ketergantungan APBN untuk terus menarik utang baru.

Yang menjadi masalah besar adalah utang yang ditarik Sri Mulyani dari pasar selalu berbunga sangat tinggi, seringkali di atas kewajaran bila dibandingkan dengan negara tetangga yang sepantar (Vietnam, Filipina) dan menteri-menteri keuangan sebelumnya (kecuali Chatib Basri, yang mirip dengan Sri Mulyani).

Akibat dari tingginya bunga utang, maka alokasi anggaran tahun-tahun ke depan untuk membayar bunga utang akan terus meningkat.

APBN pun akan semakin tercekik, ruang anggaran untuk kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi akan semakin sempit, terdesak oleh rendahnya tax ratio dan meningkatnya pembayaran bunga utang (plus pokok).

Siklus ini: tax ratio rendah, tingginya penarikan utang, tingginya pembayaran bunga utang, adalah khas Sri Mulyani-nomics, yang akan terus berakumulasi setiap tahunnya sehingga akhirnya membawa malapetaka bagi APBN kita.

Oleh Gede Sandra, Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR)

Sumber: http://www.kedaipena.com/sri-mulyani...aka-bagi-apbn/
profile-picture
rob.pedro memberi reputasi
Diubah oleh ernesto02
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
ijin pantau
Malapetaka?
He he he
Kurang greget nampolnya
Ga kaya si ramli
Lebih berkreasi lagi ya Gede
Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda
Kasian bu sm padahal dia hanya berfikir bagaimana cara pembiayaan ekonomi bisa maju dengan mendukung kinerja pak de owii...

Ane kurang setuju bila bu sm ini disudutkan sementara dia mencari sumber pemasukan untuk mencukupi pembangunan terutama infrastruktur. Gagal hanya masalah waktu saja.

Ini salah pempimpin sebelumnya kenapa infrastruktur yang dasar tidak dikembangkan secara bertahap.
Infrastruktur ini luas apalg dengan teritori indo. Semua kesannya jadi ngutang banyak dan tergesa2 tp itu wajarlah, yg penting memang hasilnya betul2 dirasakan di era 4.0

Pokoknya bravooo
Mantul
emoticon-2 Jempol
Diubah oleh superdede101
lakukan yg terbaik bu
Tax ratio rendah kenapa ya?
Apa karena pajak ga ditagihkan? Atau karena kurangnya kesadaran bayar pajak?
Kalau sudah begitu apa solusinya?
Jangan cuma bisa nyalahin SM tp ga punya solusi
Klonengan si venom kah ini?emoticon-Leh Uga
salah presiden sebelumnya emoticon-Leh Uga
banyak pakar ekonomi dadakanemoticon-Ngakak
kasih amnesty lagi
Quote:


Sungguh 5 tahun yg sia2. 5 taun ngapain aja
Sri Mulyani Gagal Tingkatkan Tax Ratio, Malapetaka Bagi APBN
tahun lalu realisasi pajak gagal memenuhi target, tapi berhasil ditambal dg PNBP yg sukses melampaui target
APBN defisit mulu tiap tahun

APBD DKI aja bisa buat gaji PNS DKI selangit
Quote:


Seperti stagnan ya?? Padahal tidak, malahan sudah ideal.

Itu karena on progres pembangunan infarstruktur yg menjadi tumpuan perkembangan ekonomi. Nanti klo sudah jadi baru dirasakan.

Ini mah Asn aja yg gak senang. Karena memang dana ke daerahnya lebih ketat dan proyek sekala besar diambil pusat.

https://m.detik.com/finance/berita-e...wi-sudah-ideal
Oleh Gede Sandra, Pergerakan Kedaulatan Rakyat (PKR)

lg2 orang cari panggung dari ormas gak jelas

top kampret idol emoticon-Big Grin
kenapa cuma tax ratio yang diperlihatkan? Faktanya nominal penerimaan pajak tiap tahun selalu meningkat. 2018 penerimaan pajak sekitar 1.548.485, tahun 2017 1.343.529 (data BPS) .

Tax ratio meningkat belum tentu jumlah nominal uang yang dikumpulkan meningkat, dan tax ratio turun belum tentu jumlah uang yang dikumpulkan menurun.
gulung tiker emoticon-Cool
setelah baca isinya, ketawa aja deh.
artikel gini cocoknya dibaca sama orang super sibuk yg cuma sempet baca judul aja. contohnya si tukang razia buku emoticon-Big Grin
Quote:


Bukan stagnan, malah turun. Jaman auto pilot aja 6%, makanya dia brani janjiin 7%. Taunya malah merpsot. Itulah knp rezim auto pilot kmaren dpt penghargaan dr enggres
Sri Mulyani Gagal Tingkatkan Tax Ratio, Malapetaka Bagi APBN


Quote:


Betul gan, menurut ane ide nya sudah bagus. Cuma kayanya rakyat indonesia saja yang kurang kesadaran bayar pajak. Cmiiw emoticon-Malu


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di