alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Sendiri Merajut Sepi ( Cerita Nyata )
5 stars - based on 8 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d4aa0a2349d0f4ed86de324/sendiri-merajut-sepi--cerita-nyata

Sendiri Merajut Sepi ( Cerita Nyata )

Sendiri Merajut Sepi ( Cerita Nyata )

Prolog

Kisah ini berdasarkan kisah nyata, tentunya Nama dirahasiakan, tetapi tidak untuk tempat. Silahkan berkomentar dengan bijak, segala bentuk apresiasi sangat diharapkan.

Terima Kasih.

Quote:

Sebut saja Namaku Agni, Lahir ditahun 80an akhir. Anak Pertama dari 3 bersaudara.

Hidupku mungkin tidak seberuntung kalian, Kedua Orangtuaku bercerai saat umurku belum genap 2 Tahun. Tapi Tuhan Baik, Ia kirimkan pengganti yaitu Kakak Angkat dari Ibuku. Sedari kecil Aku diasuh olehnya disalah satu Perumahan didaerah Jakarta Utara yang berdekatan dengan Terminal Bus. Aku dibesarkan oleh Keluarga yang sangat kental tradisi oriental-nya. Terlahir dari Keluarga Muslim, diasuh oleh "Papa"ku yang keturunan dan beragama Nasrani. Papa mungkin termasuk salah satu yang tidak beruntung, sudah beribu - ribu bulan menikah belum juga dikaruniai Anak. Melalui Cinta Kasih Papa aku merasa jadi manusia seutuhnya. Papa memberikan dan mengajarkanku arti Cinta tanpa pamrih, dicintai oleh keluarga.

Hingga hari itu datang.

Mei 1998.

Sendiri Merajut Sepi ( Cerita Nyata )

Quote:

Aku masih berumur 10 tahun saat itu. Masih terngiang jelas tangisan ketakutan Mamaku saat pintu pagar digedor paksa oleh kerumunan massa yang mengamuk. Papaku, dengan kening berdarah terluka akibat lemparan batu, berusaha menenangkan Mama. Aku tidak dapat berfikir jernih, dalam pikiranku saat itu,

Kami harus hidup.

Maka, dengan keberanian yang tentunya dipaksakan oleh anak dibawah umur,  Aku berkata, atau mungkin saat itu, pamit kepada kedua orangtuaku.

"Pa,Ma.. Aku coba tenangkan mereka. Papa jangan keluar, tolong jaga Mama. Aku akan kembali" ujarku.

Mama menangis, semakin kencang, tapi ditahan. Dapat kurasakan sesaknya dada ini melihat mama seperti itu, saat kubuka pintu rumah. Tercium aroma sengit bau ban terbakar, didepan rumahku kebetulan terdapat apotik yang telah habis dijarah dan disebelahnya ada bangunan yang dulu merupakan restauran ayam goreng cepat saji dan Bar dengan kondisi setengah terbakar. Terlihat olehku pagar Stainless rumah sudah hampir rubuh. Aku menatap massa yang kuingat dan kuhitung ada sekitar 8-9 orang dengan tatapan mata yang penuh kebencian seraya berteriak

"Saya anak pembantu!! Saya Pribumi!! Boss dan Keluarganya sudah mengungsi!!" teriakku, dengan air mata tertahan.

Ntah, mungkin karena massa melihat aku yang senekat itu, atau memang hal lain, massa kemudian beranjak pergi.

Esoknya, dengan dalih untuk menghilangkan trauma, Papa mengajak untuk pindah sementara ke kota yang terkenal dengan kawasan industrinya, kebetulan disana ada kerabat papa, dan situasi sudah kondusif.

Aku dan Mama tinggal cukup lama, seingatku 4 hari tanpa papa karena harus mengurus sisa - sisa toko yang habis terbakar dan dijarah. Kemudian, Papa memutuskan untuk menjual rumah dan toko lalu mencari tempat tinggal di Kota Patriot ini.

Di Kota ini, akhirnya aku mengenal Cinta dan terluka olehnya.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
agungdar2494 dan 15 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh perihbanget
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
profile-picture
yukinura memberi reputasi
Diubah oleh perihbanget
Sangat mencekam banget ceritanya gan, penuh emosi
profile-picture
perihbanget memberi reputasi

Part I : Elfa, Tatapan sinisnya membuatku rindu

Quote:

Kami sekeluarga akhirnya menempati rumah Cluster di kota patriot bagian timur.
Sekolahku tentu saja pindah. Aku bersikeras agar dipindahkan di sekolah negeri, karena aku sudah terlanjur dekat dengan anak dari kerabat papa, sebut saja namanya Jaka. Hari pertama sekolah, seperti biasa aku diminta maju untuk memperkenalkan diri. Entah mengapa, tatapanku terpaku pada baris bangku ke dua dari depan disebelah kanan, dimana dia melihatku dengan tatapan sinis. Aku duduk dengan Jaka, di baris paling belakang sebelah kiri.
"Ka, itu siapa sih ? ngeliatin aku begitu banget", aku bertanya.
"Oh, dia Elfa, sama kayak kamu, dia pindahan juga, tapi dari kelas 3 sih, aku juga sekelas sama dia tahun lalu", jawab jaka
"Hm, gitu ya. kok dia beda sendiri ? kayak sipit dan paling putih sendiri ?", aku bertanya
"Bukannya sudah jelas ? dia keturunan Chinese, asli lho, ga kayak kamu, Blasteran", ujar Jaka.
Tentunya, kami saling beradu pukul. Sudah biasa kami seperti itu, mungkin orang lain melihatnya seolah berkelahi, tapi itu bercandaan kami. Sesampainya di rumah, aku mendapat kabar bahwa Ibu kandungku menikah lagi. Dalam hati aku sudah tidak perduli, aku cuma rindu adik - adikku, si kembar yang hanya terpaut 1 tahun usianya dariku. Bagaimana dengan Ayah kandungku ? semenjak bercerai dengan Ibu, aku sudah tidak pernah dengar kabar darinya lagi. Like hell I care. Aku sudah bahagia dengan keluarga baru, bersama Papa dan Mama.
emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux
Aku dan Jaka bisa dibilang sangat nakal. Hobby kami berkelahi. Kami berdua sering kali mencari "lawan" dari kelas lain, kadang kelas lima dan enam pun kita ajak berkelahi. Kami kelas empat saat itu. Entah dapat ide darimana, Jaka mengajarkanku untuk menggunakan rautan pinsil yang ada kacanya lalu ditempatkan diujung sepatu. Untuk apa? Jelas, untuk mengintip celana dalam teman kelas yang menggunakan rok. Sepertinya puber aku dan jaka sudah ada sedari dini. Kami juga suka jongkok saat anak perempuan sedang main "karet" dan lompat tali.
emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux emoticon-linux
Masih teringat jelas pagi itu, saat jam pelajaran olahraga. Materinya saat itu Front Roll. Sialnya aku, awalan huruf A selalu giliran pertama. Karena tidak memperhatikan Guru saat memberikan arahan, aku dengan sukses nyungsep, dan seisi kelas tertawa, termasuk Elfa. Aku terpana. Sungguh manis sekali senyumnya. Sadar aku perhatikan, dia lalu kembali dengan tatapan mata sinisnya. Ah, jantungku berdegub kencang. Ada apa ini ?

profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamaproduktif dan 4 lainnya memberi reputasi
Diubah oleh perihbanget
wih, seru nih. dilanjut gan, jangan sampe kentang!
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan yukinura memberi reputasi
Suka dengan quote soal cinta nya, keren gan... Ayo dilanjut sampai selesai ya??? emoticon-Nyepi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan 2 lainnya memberi reputasi
proud of you gan
ane udah baca, lanjut yee ceritanya
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Sepertinya bakal seru alur cerita nya nih gan...
Dan aku suka sekali kisah nyata yeyyyy...

Salken dari kota patriot bagian utara...
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Diubah oleh gezka
menenda dulu emoticon-Wow
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
sebagai seseorang yang awam menurutku cerita ini feelnya dapet....
kalo perihal ttg kepenulisan aye masih belajar juga
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Bagus Gan, perihbanget ceritanya!😭
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Bookmark dulu
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Feelnya berasa banget, bakal banyak kisah penuh kepatah hatian khas warga Bekasi keknya. Cidro Bang, Cidro.
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
emoticon-Mewek

Rasanya sampai kedadaku, nyeri. emoticon-Frown
profile-picture
profile-picture
bekticahyopurno dan perihbanget memberi reputasi
Dopostemoticon-Nyepi
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Diubah oleh yukinura
Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


terima kasih atas apresiasinya, jadi semangat deh! emoticon-shakehand
profile-picture
profile-picture
masnukho dan yukinura memberi reputasi
Diubah oleh perihbanget
Quote:


Sip
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Ini mah bagus Gan emoticon-Matabelo masa iya pertamax bikin cerita sebagus ini.
emoticon-Selamat

ane pengen liat lanjutannya yaa Gan, feel nya dapet meski ada beberapa kata yang nempel dengan tanda koma. Buruan ane tunggu kelanjutannya yaa.

emoticon-2 Jempol
profile-picture
perihbanget memberi reputasi
Diubah oleh AnisMo
hmm di kota patriot ya , ngikut mojok ah
emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan AnisMo memberi reputasi
emoticon-Jempol
mantabh gan ceritanya... bahasanya mudah dimengerti..
bikin penasaran bagaimana kelanjutannya...
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan AnisMo memberi reputasi
Kereen.. dilanjut sampai selesai ya Gan emoticon-Toast
profile-picture
profile-picture
perihbanget dan yukinura memberi reputasi
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di