alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d49421028c991545e74f49e/listrik-untuk-jakarta-banten-dan-jabar-diklaim-sudah-normal

Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal

Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal
Foto udara menunjukkan suasana kompleks PT PLN (Persero) Pusat Pengatur Beban (P2B) Area Pengatur Beban (APB) Jateng-DIY di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/8/2019).
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyatakan aliran listrik ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabar) sudah normal. Per Selasa (6/8/2019) pagi, PLN sudah mengembalikan seluruh sistem kelistrikan hingga 12.378 MW dari 23 Gardu Induk Tegangan Extra Tinggi (GITET) yang telah beroperasi lagi.

Meski demikian, kekuatan tersebut belum selaras dengan beban puncak listrik di Jakarta, Banten, dan Jabar yang pada Selasa (6/8) diperkirakan PLN mencapai 13.674 MW. Adapun total daya yang tersedia adalah 15.378 MW.

"Alhamdulillah seluruh sistem sudah normal, dan kami akan terus menjaga kestabilan sistem ini," ujar Plt Dirrektur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani dalam siaran pers.

Listrik di tiga wilayah barat Pulau Jawa padam massal (blackout) hampir sepanjang hari pada Minggu (4/8). Pemulihan pun berjalan relatif lambat sehingga masih ada pemadaman bergilir setiap tiga jam pada Senin (5/8).

PLN menjelaskan pemulihan beban padam pada Senin (5/8) di Jakarta adalah pada pukul 17.50 WIB, Banten pukul 21.20 WIB, dan Jabar pukul 23.27 WIB. Semuanya adalah jaringan 500 kilo Volt (kV) dan 150 kV.

Pemulihan sistem tersebut juga dibarengi dengan 15 pembangkit listrik yang sudah aktif lagi hingga Selasa (6/8) pagi. Masing-masing adalah:

1. PLTU Suralaya 7 unit

2. Pembangkit Cilegon 1 unit

3. Pembangkit Muara Karang blok 1 dan 2

4. PLTU Muara Karang 2 unit

5. Pembangkit Priok blok 1 sampai 4

6. PLTU Lontar 3 unit

7. PLTP Salak

8. PLTA Saguling

9. PLTA Cirata

10. PLTU Labuan 1 unit,

11. PLTU Lestari Banten Energi

12. PLTP di Jawa Barat

13. Pembangkit Muaratawar blok 1 sampai 5

14. PLTU Cirebon Electric Power

15. PLTU Indramayu 2 unit.

Pada malam ini, PLN merencanakan tiga pembangkit lagi akan masuk ke sistem atau proses sinkronisasi. Masing-masing adalah PLTU Pelabuhan Ratu 1, PLTU Pelabuhan Ratu 3, dan PLTU Suralaya 1.
MRT juga sudah normal
Kembalinya sistem kelistrikan juga dialami angkutan umum massal Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sejak Senin (5/8). Layanan MRT sempat terhenti pada Minggu (4/8) mulai pukul 11.50 WIB hingga 20.00 WIB.

MRT Jakarta dalam siaran pers pada Selasa (6/8) menjelaskan bahwa pasokan listrik untuk mereka berasal dari dua subsistem 150 kV milik PLN. Masing-masing dari subsistem Gandul - Muara Karang melalui Gardu Induk PLN Pondok Indah dan subsistem Cawang - Bekasi melalui Gardu Induk PLN CSW.

"Lantaran belum tersedia subsistem ketiga, pasokan listrik untuk menggerakkan kereta MRT Jakarta terganggu ketika kedua subsistem di atas mengalami kegagalan," demikian pernyataan resmi MRT Jakarta.

Lebih lanjut MRT Jakarta berharap PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik dan mencegah hal serupa terjadi lagi. PLN sudah menyatakan komitmennya soal itu dan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas tambahan di Jakarta sebagai subsistem ketiga untuk MRT.

Sebenarnya, sesuai desain awal, MRT Jakarta juga memiliki sistem pembangkit cadangan (generator set/genset). Namun kapasitasnya hanya cukup untuk kebutuhan keselamatan dan evakuasi di fasilitas stasiun serta di terowongan.

"Kapasitas backup power MRT Jakarta tersebut sudah cukup dan berfungsi dengan baik pada saat pasokan listrik terputus. Itu sebabnya evakuasi dapat dilakukan dengan aman," ungkap mereka.

Saat pemadaman terjadi, tujuh rangkaian kereta MRT Jakarta sedang beroperasi. Tiga rangkaian berada di jalur bawah tanah. Masing-masing Ratangga 0511 yang sedang berhenti di Stasiun Bundaran HI, Ratangga 0411 di antara Stasiun Istora Mandiri, dan Ratangga 0610 di antara Stasiun Bendungan Hilir --seluruhnya di bawah tanah.

Para penumpang Ratangga 0411 dan 0610 dievakuasi berjalan kaki sekitar 20 meter sekitar 100 meter ke stasiun terdekat. Adapun penumpang di jalur layang dievakuasi lumayan jauh sekitar 850 meter meski ada juga 10 meter dari stasiun terdekat.

MRT pun menyampaikan kerugian hingga Rp507 juta akibat pemadaman listrik tersebut. Sedangkan potensi kehilangan penumpang mencapai 52.898 orang.

"Sebagai dampak tidak langsung pada Senin (5/8) terjadi penurunan 16,43 persen penumpang dalam satu hari yang kemungkinan disebabkan oleh kekhawatiran pengguna bahwa pemutusan pasokan listrik dapat terjadi lagi," tutur MRT Jakarta yang berharap penurunan penumpang bersifat sementara.

PLN menegaskan bakal memberi kompensasi kepada para pelanggan atas dampak pemadaman. Kompensasi sebesar 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum akan diberikan kepada konsumen bersubsidi.

Sedangkan kompensasi sebesar 20 persen dari biaya beban akan diperoleh konsumen nonsubsidi. Khusus untuk pelanggan prabayar, kompensasi disetarakan dengan pengurangan tagihan pada golongan subsidi.

Kompensasi ini akan diberikan saat pelanggan membeli token berikutnya. Sementara untuk pelanggan pascabayar akan berlaku pada rekening bulan berikut (September).
Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...m-sudah-normal

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal Jokowi: aturan main karhutla tetap sama

- Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal Jelang ganti kabinet, Jokowi larang menteri bikin keputusan penting

- Listrik untuk Jakarta, Banten, dan Jabar diklaim sudah normal Politik representasi satu kursi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di