alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Kompensasi Listrik Padam, Pengusaha Tekstil Minta PLN Pangkas Tagihan Agustus
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d48fcea349d0f04ff10f0af/kompensasi-listrik-padam-pengusaha-tekstil-minta-pln-pangkas-tagihan-agustus

Kompensasi Listrik Padam, Pengusaha Tekstil Minta PLN Pangkas Tagihan Agustus

Kompensasi Listrik Padam, Pengusaha Tekstil Minta PLN Pangkas Tagihan Agustus

PLN diminta memangkas tagihan listrik pada Agustus sebagai kompensasi terjadinya listrik padam yang Minggu (4/8).

Sekretaris Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat, Kevin Hartanto, menyatakan kejadian tiba-tiba listrik mati total berdampak pada industri tekstil dan garmen di wilayah Jawa Barat.

“Rasanya tidak mungkin sekaligus seluruh suplai energi lumpuh total, kemarin berlangsung sampai tujuh jam, bahkan ada laporan dari anggota ini sampai 10 jam. Belum berlanjut dengan pemadaman bergilir hari ini,” ujar Kevin lewat pesan aplikasi yang diterima di Jakarta, Senin (5/8).

Kevin memaparkan, yang paling terdampak adalah industri tekstil di mana seluruh unit produksi mengalami gangguan dan ketidakseimbangan.

Sejumlah tenaga kerja bahkan terpaksa diliburkan meski upah harus tetap dibayarkan, di samping terjadi kerugian bahan baku dan kerusakan mesin.

Dia mencontohkan divisi benang yang kemarin tengah memintal dilaporkan banyak kejadian benang putus, di mana membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyambungkan kembali.

Sementara di sektor pertenunan, gangguan membuat proses produksi barang grade A turun menjadi grade B.

“Harga jual jadi turun sudah pasti, belum banyak komponen mesin rusak, di pencelupan obat celup terbuang percuma, ini kerugiannya besar sekali, bayangkan seluruh industri terdampak,” katanya.

Bahkan, meski listrik sudah nyala, produksi belum sepenuhnya normal karena pengusaha masih diliputi ketidakpastian, mengingat pemadaman bergilir yang dilakukan PLN menurut dia membuat jadwal pekerja menjadi tidak pasti.

“Mending kalau sesuai jadwal, info jam 10-13 siang padam, tiba-tiba tidak jadi sudah kagok karyawan diliburkan. Begitu masuk, tahunya pemadaman bergilir jadi, ini jadi serba tidak pasti,” katanya.

Pihaknya mendesak PLN belajar dari kejadian yang sama di Australia di mana saat listrik padam selama 5 jam, seluruh tagihan pelanggan digratiskan selama satu bulan. API juga menilai PLN tidak cukup hanya minta maaf dan meminta pelanggan bersabar.

“Minimal kita minta ada tanggung jawab PLN, PLN mengganti biaya tagihan dari total tagihan, ada penjelasan,” kataya.





Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
moga2 kabul
*Bajingan di PLN Sedang di BERSIH kan JOKOWI. LISTRIK kok jadi MATI*
_*????????????*_
Presiden Jokowi sambangi kantor pusat PLN, Presiden minta PLN lakukan perbaikan dan evaluasi.

PLN di Putaran Elite
(Copas dari EJB)

Belum lama ini, kita mendengar berita politisi Golkar, Eni Maulani Saragih, Idrus Marham, dan konglomerat Johannes Budisutrisno Kotjo di tangkap KPK karena kasus suap proyek PLTU Riau-1 di Provinsi Riau. Kasus ini menyeret juga Dirut PLN Sofyan Basir. Bukan itu saja, Sofyan Basir juga terkena kasus lain dalam kontrak Leasing Marine Vessel Power Plant (LMVPP).

Itu suatu fakta bahwa putaran elit disekitar bisnis setrum ini tidak mudah diberantas. Ini sudah terjadi sejak era Orde Baru. Contoh kasus Mega Proyek PLTU Paiton di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. PLTU yang berkapasitas 4.600 MW itu dibangun era Soeharto. Berdasarkan hasil audit BPK terbukti mark-up terhadap capital cost sebesar 48 persen dari seluruh nilai proyek yang sebesar Rp 7,015 triliun.

Bukan hanya mark up tetapi PLTU Paiton dipaksa dalam kontrak membeli batubara kepada PT Batu Hitam Perkasa, yang berpotensi merugikan negara triliunan. Cukup?
Ada lagi, harga PPA ditetapkan kemahalan yang harus dibayar PLN dan keharusan PLN menanggung biaya beban yang tidak terpakai. Singkatnya, pakai tidak pakai ya bayar.

Sampai kini kasus itu tidak pernah tuntas. Maklum proyek PLTU itu digagas oleh Hashim Djoyohadikusumo dan Prabowo melalui PT Batu Hitam Perkasa (BHP) , yang bermitra dengan Paiton Energy, International Power Plc, Mitsui and Co. Ltd dan The Tokyo Electric Power Company Inc. Walau saham BHP hanya 5% namun mereka sudah kaya diawal waktu membangun lewat mark up dan ditambah lagi dapat hak monopoli supply batubara dengan harga tinggi.

Tahun 2015 saham BHP, dilepas ke PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), yang merupakan perusahaan milik Sandiaga Uno. Namun 2017, ketika Sandi masuk dalam ring 1 Partai Gerindra, Paiton Energy melepas obligasi yang ditawarkan dalam dua tahap: kontrak berjangka waktu 13 tahun sebesar US$ 1,2 miliar yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2030 dan tenor 20 tahun senilai US$ 800 juta yang jatuh tempo pada 10 Agustus 2037. Semua dibeli oleh investor. Tahun 2018 Saratoga menjual BHP kepada PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) dan PT Toba Bara Energi, yang dimiliki oleh Luhut Binsar Panjaitan.

Apakah Sandi keluar dari Paiton Energy ? Tidak. Dia bersembunyi di Minajesa Capital BV (perusahaan cangkang) yang bertindak sebagai wakil konsorsium investor untuk Paiton Energy dalam rangka penerbitan obligasi ( global Bond). Jadi praktis walau BHP tidak lagi dikuasainya tapi dia berkuasa atas semua Paiton Energy lewat skema hutang. Dengan begitu dia bersih dari kasus mega skandal Paiton. Tentu menyelamatkan Hashim dan PS. Sampai sekarang kasus Paiton tidak pernah tuntas dan terhenti tanpa kejelasan.

Saya tahu Jokowi telah berusaha keras membongkar kasus yang merugikan PLN akibat rezim masa lalu. Saya pernah liat photo Jokowi berwajah sedih melihat proyek yang mangkrak era SBY, padahal itu proyek hutang negara. Itu menyiratkan betapa dahsyatnya kerugian negara terhadap mafia setrum ini.

Jokowi perintahkan kepada kabinetnya untuk merenegosiasi sejumlah 27 Kontrak Listrik Swasta era Orde Baru. Tetapi di setiap tahapan negosiasi terdapat klausul stranded cost yang harus dibayarkan disetiap selesainya negosiasi. Yang bila dihitung akhirnya sama saja dengan tidak dinegosiasi. Mengapa? Karena dalam kontrak PPA sudah disiapkan jebakan itu. Kalau maju ke arbitrase , pasti pemerintah kalah.

Sementara DPR memaksa agar program Proyek 35.000 MW tetap harus jalan. Apapun ongkosnya. Apa yang terjadi sekarang? Terjadi over supply sebesar 22.500 MW. Bayangkan kapasitas sebesar ltu yang tidak terpakai, tetap dibayar listriknya sebesar 70% setiap harinya (karena Take or Pay Clause dalam PPA ) berapa triliun rupiah pertahun in effisiensi dari Proyek 35.000 MW ini? Ini harus jadi PR Jokowi.

Itu sebabnya Partai berlomba lomba inginkan jatah pimpinan DPR dan anggota Kabinet, dan ingin berkoalisi dengan alasan rekonsiliasi. Lawan!, Pak Jokowi. Periode kedua ini, bapak tidak perlu kawatirkan apapun. Jabatan ini terakhir dan harus mencatat sejarah bahwa bapak satu satunya presiden yang bisa membersihkan PLN dari putaran elite rakus.

EJB

Bata only emoticon-Bata (S)
profile-picture
zimbenk memberi reputasi
Diubah oleh hawk
Mimpi disiang bolong..mesti ikhlas bro, kalo ga jd seret rezekinya
negara lain mati listrik cuma sebentar
bukan sepanjang tahun

kalau di indonesia itu paling parah lakukan pemadaman listrik bergilir sepanjang masa di kota-kota
sampai-sampai warganya kebanyakan udah beli generator

yang tinggal di pulau sumatra ,kalimantan,sulawei dll
.pasti wargaya udah merasakan pemadaman listrik bergilir sepanjang tahun

di pulau jawa aja yg jarang pemadaman listrik makanya warganya langsung heboh
Cuman dpt potongan 30% dari keseluruhan tagihan, padahal kerugian pasti lebih dari itu.
gak dipakai karena mati kok dipangkas. logikanya di mana?
Semoga PLN mau memberi kompensasi
Quote:


Wah otak antum pendek sekali
Antum bukan golongan kami
Quote:


Minta ganti rugi maksudnya dgn di pangkas...


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di