alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat Energi Sebut Jakarta Mati Lampu Lama Janggal
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d48cf614601cf6d7256a891/pengamat-energi-sebut-jakarta-mati-lampu-lama-janggal

Pengamat Energi Sebut Jakarta Mati Lampu Lama Janggal

Pengamat Energi Sebut Jakarta Mati Lampu Lama Janggal


Jakarta, CNN Indonesia -- Pengamat menilai kasus mati  listrik yang terjadi pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8) masih menyisakan tanda tanya besar. 

Walaupun PT PLN (Persero) sudah berkali-kali menggelar pernyataan pers terkait pemadaman massal yang terjadi Minggu (5/8) kemarin, dan berdalih mati listrik disebabkan kerusakan interkoneksi jaringan tapi mereka menilai masih ada beberapa kejanggalan yang perlu dibuka PLN.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menyebut kejanggalan pertama menyangkut rencana cadangan (back-up plan) saat aliran listrik terputus.
Menurutnya, kasus kerusakan transmisi listrik seperti yang terjadi kemarin sejatinya lazim di negara yang menggunakan sistem jaringan interkoneksi. 

Pernyataan tersebut ia sampaikan dengan mengacu pada data PLN bahwa beban puncak penggunaan listrik Jawa-Bali sebesar 27.070 Megawatt (MW). Beban puncak tersebut masih lebih kecil ketimbang kapasitas listrik terpasang 34.550 MW. 



Dengan kata lain, reserve margin yang dimiliki sistem listrik Jawa dan Bali ada di angka 21,65 persen. Ia kemudian mempertanyakan mengapa cadangan daya ini tidak langsung berfungsi ketika transmisi interkoneksi Jawa-Bali terganggu.



"Ketika saluran listrik dari timur ke barat ini terputus, otomatis pembangkit yang di barat ini back up. Tapi kenapa berfungsinya bisa lama sekali," jelas Fabby kepada CNNIndonesia.com, Senin (5/8).


Padahal menurut Fabby, seharusnya pemadaman kemarin masih bisa diantisipasi menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Karang dan PLTGU Tanjung Priok. Berbekal tenaga gas, harusnya dua pembangkit itu bisa beroperasi dengan cepat.


Dan biasanya, ketika jaringan transmisi sedang rusak, ada back up plan agar listrik tetap mengalir. Adapun, sistem interkoneksi Jawa-Bali sebetulnya masih bisa menanggung beban ketika jaringannya sedang terganggu. 


Kedua pembangkit itu seharusnya selalu siaga jika ada gangguan transmisi seperti yang terjadi kemarin.  Namun, entah kenapa dua pembangkit itu tak serta merta langsung difungsikan. 


Masalah tersebut membuatnya menduga-duga bahwa bisa jadi pasokan gas ke dua PLTGU tak mumpuni sehingga kerjanya tak maksimal.



"Saya memilih untuk tak berspekulasi, tapi sebenarnya apa yang terjadi dengan pembangkit-pembangkit yang seharusnya stand by itu? Apakah gasnya tidak cukup? Atau seperti apa? Padahal kan dua pembangkit itu seharusnya jadi penyeimbang, spinning reserve sistem kelistrikan di situ," jelas dia.



Tak hanya di soal back-up plan, PLN disebutnya masih belum membuka dengan jelas pangkal masalah pemadaman kemarin. Di dalam pernyataan kemarin, perusahaan setrum pelat merah itu kerap menyebut gangguan interkoneksi menjadi biang keladinya. Sayangnya, PLN tak pernah menjelaskan sebab gangguan tersebut.




Buramnya alasan penyebab kerusakan, lanjut Fabby, kemudian berubah menjadi spekulasi liar di publik.




"Kalau sudah tahu gangguannya kan kemudian bisa diinvestigasi dengan ahli independen, tapi sampai sekarang saja masih tak jelas penyebabnya apa. Apakah benar gangguan? Atau kesengajaan? Atau memang operation and maintenanceyang tidak baik? Faktor-faktor ini yang belum dipahami," jelas dia.Sementara itu, Direktur Indonesia Resource Studies (IRESS) 



Marwan Batubara mengatakan kondisi yang terjadi kemarin merupakan buah dari perencanaan ketenagalistrikan yang tidak matang. Hal itu terlihat dari komposisi pembangkit yang ada di Jawa.



Saat ini, penyokong utama kelistrikan di Jawa-Bali adalah PLTU. Hanya saja, PLTU tak serta merta otomatis berfungsi ketika jaringan transmisi dari timur ke barat sedang rusak. Hal itulah yang terjadi ketika PLTU Suralaya mencoba mengamankan pasokan listrik, kemarin.




Padahal, jika pemerintah menyusun back-up plan dengan membangun pembangkit listrik tenaga lain, harusnya antisipasi bisa dilakukan dengan cepat.




"Makanya ketika pembangkit di barat ini standby, ternyata tidak cepat menggantikan yang terputus kan. Bagusnya kemarin PLN mengandalkan PLTA Saguling dan Cirata, jadi langkah antisipasi bisa lebih cepat," jelas dia.



Hanya saja, nasi sudah menjadi bubur. Perencanaan yang seharusnya dilakukan kemarin dirasa tak apik jika diungkit kembali. Maka dari itu, ia menyarankan PLN dan pemerintah kini fokus memperbaiki jaringan transmisi interkoneksi Jawa-Bali agar tak terjadi kerusakan lagi.



Ini bisa dimulai dengan menguak pangkal kerusakan sistem, yang sampai saat ini masih mengundang tanda tanya.



"Kami tentu berharap PLN menyelidiki, apakah jaringan itu sudah tua? Atau ada sabotase? Dan ke depan tentu pemerintah harus mengawasi betul perencanaan jaringan dan pembangkitan PLN agar listrik tetap andal," jelas dia.


(glh/agt)
 




Sumber



Janggal gan.. denger-denger katanya gara-gara pohon sengon.. kalo lain kali ada teroris yang menyerang dititik yang sama.. koit sudah .. belom sempat melawan, jawa udh lumpuh duluan


profile-picture
suralia memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kejanggalan itu sudah biasa terjadi sehari2 di sini
contoh lain yg janggal kampanye dimana2 sepi tapi menang
profile-picture
.co.cc17baik memberi reputasi
Dikasih Tahu ngeyel

Pingin jatuhin bang anies,
Tp malah jadinya nyerang pemeintah pusat

Mumukul air, terpecik muka sendiri
janggal bukan jonggol lho ya
Makanya Bareskrim Polri sedang menyelidiki.
sumatra kalimantan mati lampu lama udah biasaemoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S) emoticon-Ngakak (S)
Quote:


itudah.. warga ibu kota emang cengeng2.....

berita mati lampu doang bisa jadi trending slama berhari2....
PLN SURUH JUJUR




biar gak spekulatif emoticon-Malu (S)
Quote:


transmisi 500 kv di ungaran korslet akibat pohon....menyebabkan seluruh pembangkit suralaya trip down....alias shut down agar tdk rusak.....

jd back up power apa pun gak guna kl letak korsletnya belum di atasi...krn akan selalu ngetrip...


ibarat ada kabel di jaringan rumah ente yg korslet....ente mau pakai genset pun juga percuma....bakal trip juga....

emang semua power plant pasti ada pengaman nya kl korslet besar pasti automatic shut down....

urusan nya bukan power back up....tp nyari di mana letak korslet nya.......dan itu yg bikin puyeng.....wkwkkwkw
Lihat 1 balasan
Balasan post nubihart
Sepertinya ente pelaku energi
Bkn cmn pengamat
Quote:


Ya kali instalasi powerplant ibukota kaya di rumah
Bgtu ada trip di 1 titik langsung ngetrip semua trus kaga bs di recovery dgn cepat
Rumah gw aja pk 2x mcb sblm ke meteran PLN,
penyebab utama tentu saja, karena direkturnya diciduk kpkemoticon-Ngakak (S)
Quote:


yg kena jaringan yg 500 kva.... menghubungkan interkoneksi jawa barat sampai jawa timur....kena nya di ungaran...jd ya kena semua....
jawa tengah kata nya sempat padam juga di beberapa titik...tp segera pulih....mungkin titik pemutus nya di sektor tuntang....timur ungaran....jd imbas nya ke suralaya yg di jabar ya harus down dulu sampai masalah di bereskan....

emang ini kelemahan system jaringan pln....
Quote:


cuma pengamat aja....kebetulan dng latar belakang elektro dan listrik....jd paham dng problem pln..

tp tdk membenarkan.....krn ini murni keteledoran pln....

jaringan sutet harus nya di maintain berkala....dan di periksa rutin....tdk ada pohon boleh tumbuh di bawah nya.....
atau bangunan....kl sampai ada maka ini jelas pln teledor tdk melakukan pemeliharaan jaringan dng rutin dan benar....

kondisi tower....pencegah karat tower...itu semua juga di periksa rutin...bahkan kabel yg paling atas pun di periksa rutin.....dalam keadaan nyala.....maka pekerja nya mesti pakai pakaian khusus...dan gaji nya amat mahal.....wkwkwk..
Lihat 1 balasan
Quote:


Gk tau ah gk mudeng blas gw mah
Ungaran&tuntang itu dmn aja gw gak tau
emoticon-Ngakak
Quote:


inti nya jalur utama penyalur tegangan utama pln korslet di ungaran....semua pembangkit auto shutdown...
untuk menyalakan kembali butuh waktu dan sinkronisasi antar u it power plant nya.....dan itu butuh waktu...krn harus bertahap....

gitu aja.....yg kena dampak parah ungaran ke arah barat....dalam hal ini jawa barat....sementara ungaran ke timur bisa lebih cepat di lokalisir krn di tuntang ada pembangkit dan ada interkoneksi....
jd bisa di putus dulu hubungan dng jawa barat.....wkwkkwkw
Balasan post nubihart
Yup setuju
Alesannya masuk akal kena pohon, ato burung gosong kena kabel
Tp klo ngmg pohon kok smp lepas perawatannya
Quote:


soal kelalai an pemeliharan jaringan ane setuju dlm hal ini pln lalai...sampai ada pohon sengon di bawah sutet itu jelas fatal....

cuma knp pembangkit nya yg trip begitu banyak.....sampai 15 pembangkit trio bersamaan itu yg ane masih belum ngeh...

kecuali kl system pengaman pembangkit sekarang di buat sangat canggih....sehingga kl dia deteksi short circuit ke tanah dalam jumlahamper besar langsung trip....mirip kayak elcb....bisa jadi terjadi cascade trip....

padahal kata nya untuk menyalakan kembali pltu setelah trip butuh 6 sampai 7 jam....belum lagi harus bertahap dan butuh sinkronisasi fasa......


kl jaman dulu circuit breaker pembangkit cuma mekanikal...jd agak kurang kritis....kl skrg misal nya secara digital atau elektronik....pasti bakal lebih sensitif......bagus sich..mencegah pembangkit nya terbakar.....tp ya resiko nya bakal seperti ini....
tp ya ini cuma masih sebatas perkiraan ane aja...


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di