alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5d48cf0df0bdb21f690544ef/franz-magnis-razia-buku-marxisme-di-makassar-tanda-kebodohan-besar

Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan Besar

Franz Magnis: Razia Buku Marxisme di Makassar Tanda Kebodohan BesarRomo Franz Magnis-Suseno (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta - Dari sejumlah buku kiri yang dirazia oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) di Makassar, ada buku-buku Romo Franz Magnis-Suseno yang ikut kena razia. Franz Magnis tak acuh dengan peristiwa itu karena itu bukan hal baru baginya.

"Jadi itu bagi saya adalah tanda kebodohan besar, kebodohan yang tidak ada batasnya," kata Magnis kepada detikcom, Selasa (6/8/2019).


Dia menyatakan bukunya bukanlah berisi anjuran agar pembaca menganut Marxisme, Marxisme-Leninisme (Komunisme). Justru bukunya itu merupakan kritik terhadap paham itu. Magnis justru mempersilakan semua pihak membacanya supaya tahu isi buku tersebut.

"Silakan dibaca saja," kata Magnis.

BMI yang melakukan razia itu menyebut buku karya Magnis menyebarkan ajaran Karl Marx setelah membaca sinopsis buku. Mereka tidak membaca isi buku itu terlebih dahulu sebelum menyatakan karya Magnis itu bermuatan penyebaran ajaran Marxisme atau Komunisme, soalnya bukunya disegel. 

Buku Magnis yang terkemuka tentang Marxisme dan ideologi kiri adalah 'Pemikiran Karl Marx: dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme', 'Dalam Bayang-bayang Lenin: Enam Pemikiran Marxisme dari Lenin sampai Tan Malaka', dan 'Dari Mao ke Marcuse: Percikan Filsafat Marxis Pasca-Lenin'. Ditegaskan Magnis, buku itu bukan menyebarkan paham Marxisme, Leninisme, Komunisme, atau Maoisme. Justru Magnis mengkritik ideologi itu.

"Kritis sekali, sangat kritis," ucap Magnis. 


Namun penyabet gelar Doktor lulusan Universitas München dengan tesis pemikiran Marx muda ini tak peduli. Baginya, peristiwa razia buku kiri itu bukanlah hal baru. Dia mengaku sudah mengalami hal semacam itu sejak 17 tahun yang lalu, padahal bukunya adalah tinjauan kritis terhadap ideologi-ideologi kiri tersebut.

"Saya tidak peduli. Buku-buku ini sudah lama di pasar. Yang terjadi di Makassar itu dilakukan oleh orang-orang bodoh, saya terus terang saja tidak peduli," kata Magnis.


Kata polisi, razia itu tidak disertai dengan penyitaan buku. Razia itu hanya berujung pada imbauan agar Gramedia selaku toko buku yang dirazia tidak menjual buku-buku tentang ideologi kiri tersebut. Gramedia-pun setuju dan akhirnya menyimpan buku-buku itu ke gudang. Magnis memaklumi hal ini.

"Orang melihat gambar Lenin mengira itu penyebaran Leninisme, orang melihat gambar Marx mengira itu penyebaran Marxisme. Saya bisa mengerti bahwa Gramedia harus memperhatikan orang-orang seperti itu. Kita hidup di dalam masyarakat di mana memang ada orang-orang bodoh," kata Magnis. Sampul buku karya Magnis yang kena razia itu memang bergambar wajah Marx dan Lenin.


(dnu/lir)



Sumber

Ya gitu deh kelakuan sobat2 gurun tercintak.

Lihat gambar Marx dikit aja, langsung kebakaran jenggot walaupun gak punya jenggot emoticon-Leh Uga
Klo ampe Romo Magnis bilang mereka ini 'baka', emang sudah layak dan sepantasnya emoticon-Leh Uga
Parahnya aparat kepolisian seperti kurang teredukasi juga, berusaha menenangkan suasana dengan solusi yang kurang mendidik.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
akubik dan 36 lainnya memberi reputasi
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
sobat gurun kepalanya isi pasir...panteslah goblok emoticon-Ngakak
Menuju kebodohan dan melampauinya... 🤣
masa bodo sama orang ini
wajar mereka bodoh, orang ga pernah baca buku.

Lucu sekali mereka itu emang
sebaiknya mereka yg bodoh itu dikumpulin lalu diajari oleh Romo
ya namanya juga indon. Komen dan ngapa-ngapain dulu baru baca, kalo salah ya TINGGAL NGOTOT & NGEGAS
itulah indonesia
Orang Indonesia itu orientasinya masih sebatas visual. Paling penting itu penampilan, sampul... isi ga penting. Jadi sinopsis pun aku ga yakin mereka paham itu ngomongin apa, yg penting judul dan cover. Masalahnya, kebodohan yang di-keep sendiri mah ga soal, tapi kalau sudah ditular2kan ya jadi wabah. Tapi begini ini bukan monopoli sebagian orang Islam (kalau lihat bendera yang dibawa si perazia), lihat saja di AS yang mayoritas Kristen, isu komunis pun dulu jadi jualan laris. Bedanya, kini mereka paham jualan itu udah ga laku, lalu ganti barang. Di sini, ibarat motor 2 tak yg udah ga jaman, tapi masih aja orang dipaksa beli.
mereka cuma ingin ada kegitan saja untuk mengisi waktu senggang
Gua jadi inget Kutipan "Jika mau menyerang/mengalahkan musuhmu, pelajari apa yang mereka pelajari", Jika tidak ada bukunya gmana kite mau belajar.
BMI kebodohan yang HQQ
emoticon-Leh Uga
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
harap romo maklum yaa.. mereka kan cm modal baca judul doang.. plus liat nama..
klo mereka suruh baca dulu ya ga mungkin laah, karena :
1. otak sm nalar mereka ga bisa memahami
Isi buku tsb.
2. Yang pasti mereka ga sanggup utk belinya.
Quote:


Bagi Gan
Balasan post herberthus
tetap aja jokowi presiden lu
ga seneng sono susul rijik jadi bang toyib
dasar onta idiot
Hanya lihat sampul buku auto kalap.
Baca dulu isinya.
Tidak semua ajaran marx itu tentang komunisme...
Bahkan ajaran marx itu ada yg menyuruh dan menganjurkan kebebasan perpendapat ,kebebasan beragama, dan berserikat.

Oleh pemikir lain setelah era marx baru konsep konsep tsb di kembangkan menurut keingginan sendiri hingga berkembang ke pemikiran yg extreme
Komunisme salah satunya

Dalam pemikiran marx ada fakta yg menarik
Marx jarang menyinggung tentang komunisme secara terang terangan di setiap pemikirannya.

bahwa orang atheis ga semuanya komunis.

Tp orang komunis pasti seorang atheis.

Dan tujuan komunis di ciptakan bukan buat menjadi landasan sebuah negara tp lebih ke pegangan hidup masyarakat ketika bersosialisasi dalam memerangi kapitalis dan di era tsb sangat tidak perpihak pd pekerja kasarnya ( buruh ) dri pandangan tsb lahir teori sama rasa sama karsa. Konsep kasar persamaan hak..

Oleh penganut demokrasi konsep tsb di ambil dan di perbaiki agar sesuai dengan kondisi jaman dan masyarakatnya maka konsep tsb menjadi persamaan hak yg kita kenal skrng..

Jd menurut pandangan saya konsep dri marx itu konsep kasar( pandangan secara garis besar) tinggal siapa yg mau mengambil dan mengembangkan ke konsep yg lebih halus dan spesifik..
Jika di ambil dan di kembangkan oleh orang yg baik maka ajaran marx bisa jd pelengkap dri pemikiran orang tsb..

Tp jika di kembangkan oleh orang yg haus kekuasaan ,otoriter maka akan lahir pemikiran yg extreme, tiran , dan bertangan besi..

Tp ingat loh..pemikiran marx di baca hanya untuk memperluas wawasan saja.

Banyakpemikiran Marx yg udah ga sesuai di terapkan saat ini..

Komunisme itu sistem yg udah usang,basi,dan udah ga cocok lg di terapkan saat ini
dan menjadi bagian dri sejarah kelam di dunia..

Jd ketakutan kalau komunis bangkit lg suatu ketakutan yg berlebih lebihan...

Banyak ancaman nyata yg lebih bahaya dri komunisme yg harus di waspadai untuk saat ini..seperti ISIS dan HT.merekalah berpotensi menjadi neo komunisme / komunis gaya baru yg mengunakan agama sebagai kedok.

karena kalau di biarkan mempunyai kadar bahaya yg sama bahkan lebih tinggi lg...






Diubah oleh oviz.
Parahnya aparat kepolisian seperti kurang teredukasi juga, berusaha menenangkan suasana dengan solusi yang kurang mendidik

Lah kapan kepolisian beredukasi? Anak es em a yg mau un punya logika lebih baik dari mereka.
sobat sunagakure kesayanganqu~
emang goblok kok, makanya kerjanya kek gitu emoticon-Wkwkwk
Al-Ghazali menyusun buku untuk
mengkritisi pemikiran Ibnu Sina

Ibnu Rusyd menyusun buku lagi untuk
mengkritisi pemikiran Al-Ghazali

Mereka tidak merazia dan membakar buku
Demikianlah sikap dan tindakan kaum yang berfikir emoticon-Cool
profile-picture
profile-picture
profile-picture
sisitmae dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 1 dari 9


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di